Showing posts with label Religion and Science. Show all posts
Showing posts with label Religion and Science. Show all posts

Sunday, 28 October 2012

Dunia Elektron Yang Mengagumkan



Sebuah atom, terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang, terdiri dari inti dan elektron yang berputar di sekitar inti.

Proton merupakan inti bermuatan positif dan neutron tidak bermuatan, inti itu sendiri selalu bermuatan positif. Sedangkan elektron yang berputar di sekitar inti sebanyak satu juta kali putaran per detik selalu bermuatan negatif.

Salah satu karakteristik terpenting yang membuat atom begitu menakjubkan adalah putaran dari electron yang tanpa henti.

Elektron dalam atom, yang tidak pernah berhenti berputar sejak saat penciptaan mereka, terus berputar tanpa terputus dengan kecepatan yang sama, tidak peduli berapa banyak waktu berlalu atau dari bagian apa substansi mereka.

Setiap atom memiliki jumlah elektron yang berbeda. Misalnya, hanya ada 1 elektron dalam atom hidrogen, 2 elektron dalam atom helium dan 92 elektron dalam atom uranium.

Elektron-elektron tersebut berputar pada tujuh orbit yang terpisah. Dalam atom yang berat, sekitar 100 elektron didistribusikan di antara tujuh orbit tersebut. Sejumlah elektron berputar dengan kecepatan luar biasa pada orbit yang sama, atau bahkan ada elektron yang menyeberang antar orbit. Tetapi mereka tidak pernah bertabrakan.

Hal Ini adalah salah satu aspek yang paling menakjubkan dari elektron. Tak ada satupun dari seratus atau lebih elektron pada tujuh orbit berbeda, yang berputar satu juta kali tiap detiknya, yang pernah bertabrakan dengan elektron yang lain, berhenti berputar atau putarannya menjadi lambat. Setiap elektron masing-masing mengontrol gerakannya yang menakjubkan itu agar tetap pada jalannya sendiri, dalam harmoni yang menakjubkan, dan telah melakukannya sejak penciptaan alam semesta.

Ada hal lain yang menakjubkan di sini. Agar elektron dapat berputar pada orbit yang berbeda mereka harus memiliki massa yang berbeda, seperti planet-planet. Tapi anehnya semua elektron memiliki masa dan ukuran yang sama. Hal inilah yang hingga saat ini belum diketahui mengapa tingkat energi dari partikel-partikel identik ini berbeda dan mengapa mereka berputar dalam orbit yang berbeda (padahal massa dan ukurannya sama).

Elektron menempati tempat mereka di orbitnya dengan suatu perintah khusus dan berpindah tempat bila perlu, juga dengan cara yang sama. Mereka terlindungi secara special, maka dengan demikian mereka tidak pernah berbenturan, karena pada hakikatnya mereka berada di bawah kendali tunggal dari Alloh Yang Maha Kuasa, yang Menciptakan dan Selalu Mengawasi mereka setiap saat.

Setiap atom telah diciptakan lebih dari 15 miliar tahun yang lalu dan sampai saat ini masih tetap patuh menjalankan aturan sama yang menakjubkan tersebut.

Selama 15 miliar tahun, tidak ada satupun elektron berputar pada orbit yang salah, tak ada satupun yang merubah kecepatan atau bertabrakan dengan elektron yang lain, karena setiap elektron berada dalam pengetahuan Tuhan kita dan setiap elektron bergerak atas perintah-Nya.

Itu sebabnya, jika dikaji dari sisi pengetahuan dan penciptaan, mulai dari galaksi raksasa hingga ke dunia yang tak terlihat di dalam atom, semuanya adalah satu dan sama. Mereka semua ada karena Tuhan kita Allah memerintahkan mereka untuk  "Jadilah!"

Aku berlindung kepada Alloh dari godaan syetan yang terkutuk.

Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: "kun (jadilah)", maka jadilah ia. (Surat An-Nahl: 40).


Tuesday, 2 October 2012

Tuntunan Islam Dalam Mengobati Demam




Termuat di dalam Ash-Shahain, dari nafi’, dari Umar, bahwa Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya demam atau demam yang sangat adalah sebagian dari aroma neraka jahannam; maka dinginkanlah ia dengan air.”


Hadis ini menimbulkan banyak masalah bagi dokter yang kurang memahami khazanah keilmuan Islam. Mereka memandangnya sebagai peniadaan pengobatan bagi penyakit demam dan pencegahannya.


Seruan Nabi SAW ada dua macam, yang umum bagi penduduk bumi dan yang khusus bagi sebagian mereka. Yang pertama misalnya seruan beliau pada umumnya.


Dan yang kedua seperti ucapan beliau, “Janganlah kamu menghadap kiblat dengan tahi dan air kencing. Dan jangan pula kamu membelakanginya; akan tetapi menghadaplah ke utara atau ke selatan.”


Ini bukanlah seruan kepada penduduk timur atau penduduk barat, juga bukan penduduk Irak. Tetapi ia adalah seruan kepada pendudukk Madinah dan kawasan yang serupa dengannya seperti Suriah dan yang  lain. Juga ucapan beliau, “Apa yang ada diantara  timur dan barat adalah kiblat.”


Apabila yang demikian diketahui, maka seruan beliau didalam hadis ini adalah khusus bagi penduduk Hijaz dan siapa yang ada di sekitar mereka, sebab kebanyakan demam yang menyerang mereka dari jenis demam matahari dan aksidental yang terjadi karena terik sinar matahari.


Ini dapat diatasi dengan air yang dingin, baik minum ataupun mandi. Sebab demam adalah panas aneh yang menyala di dalam hati dan tersebar darinya melalui roh dan darah di dalam urat nadi dan pembuluh darah ke seluruh tubuh. Sehingga ia menyala di dalamnya dengan nyala yang membahayakan perbuatan-perbuatan yang alamiah.


Demam terbagi menjadi dua bagian, demam aksidental yang terjadi karena humor, gerakan tubuh, sengatan terik matahari, sengatan panas yang amat sangat atau yang serupa dengan itu. Dan demam penyakit, yang terbagi menjadi tiga macam. Ia tidak berada kecuali pada materi yang pertama, kemudian darinya seluruh tubuh menjadi panas.


Apabila asalnya berhubungan dengan darah, maka ia dinamakan dengan demam-sehari. Dan apabila asalnya berhubungan dengan humor (salah satu cairan tubuh yang dulu dianggap menentukan kesehatan dan watak seseorang).


Empat humor yang pertama adalah darah, lendir (phlegma), cairan empedu dan melancholy (black bile). Maka ia dinamakan demam putrescent (keadaan yang sangat tidak enak).


Putrescent terbagi menjadi empat macam: bilious (penyakit hati atau empedu), penyakit yang disebabkan adanya kerusakan pada empedu); melanchoniac (ketidakteraturan fungsi mental, yang dicirikan oleh depresi berat pada semangat dan tindakan, berpikir suram dan ketakutan yang sering diiringi hayalan (delusi); phlegmi (lendir cairan) dalam tubuh yang membuat orang malas dan sanguinary (berkulit wajah merah yang sangat periang dan bersemangat).


Apabila asalnya berhubungan dengan organ utama yang keras, maka ia dinamakan demam hectic (penyakit yang menyebabkan TBC atau penyakit yang berakibat sejenisnya yang ditandai oleh pipi yang merah, dan kulit yang kering dan kuning). Dan bagian ini pun dibagi lagi menjadi beberapa jenis.


Demam kadang besar gunanya bagi tubuh melebihi pengobatan. Seringkali demam-sehari dan demam putrescent menjadi penyebab kematangan bagi materi yang kasar, yang tidak akan matang kecuali dengan demam. Dan menjadi penyebab bagi keterbukaan penyumbatan yang tidak dapat dicapai oleh obat-obatan pembukaan penyumbatan.


Demam juga menyembuhkan dengan cepat dan menakjubkan beberapa jenis penyakit mata, disamping kelumpuhan sebelah badan, kelumpuhan muka, kekejangan dan sejumlah penyakit yang disebabkan oleh keletihan yang berat.


Beberapa orang dokter mengatakan banyak penyakit yang akan diuntungkan oleh demam, sebagaimana orang sakit yang merasa beruntung karena kesembuhan. Sebab, demam akan lebih bermanfaat baginya daripada minum obat.


Demam mematahkan humor dan materi yang rusak yang dapat membahayakan tubuh. Apabila demam mematangkannya, maka ia akan dikurangi dengan pengobatan; sehingga demam pun akan menyebabkan kesembuhan.


Mungkin hadis di atas menunjukkan demam aksidental yang dapat dihilangkan dengan berbenam di dalam air sedingin es. Dengan demikian penderita tidak memerlukan pengobatan lain, sebab demam hanyalah kondisi panas yang berhubungan dengan darah, sehingga untuk menghilangkannya cukup hanya dengan kondisi dingin yang menenangkan dan memadamkan nyalanya, tanpa diperlukan pengosongan materi atau menunggu kematangan.


Al-Hamassi berkata, “Jika api cinta menyala di hatiku, aku dekati kantong air untuk mendinginkannya. Jika air dapat mendinginkan bagian luar, maka apakah yang dapat mendinginkan bagian dalamnya?”


Ucapan Rasulullah “dengan air”, di dalamnya ada dua pendapat. Pertama, bahwa ia adalah semua air; dan itu yang benar.


Kedua, bahwa ia adalah air Zamzam. Para pendukung pendapat ini berhujjah dengan apa yang diriwayatkan oleh Al-Bukari di dalam shahihnya, dari Abu Jamrah Nashr ibnu Imran Adh-Dhuba’i.


Dia berkata, “Ketika aku duduk bersama Ibnu Abbas di Makkah, aku terserang demam. Maka dia (Ibnu Abbass) berkata, ‘Dinginkanlah ia dengann air, karena Rasulullah SAW pernah mengatakan,’Sesungguhnya demam itu sebagian dari aroma neraka Jahannam; maka dinginkanlah ia dengan air’. Atau beliau mengatakan, ‘dengan air Zamzam’.”


Perawi hadis ini meragukannya. Seandainya dia memastikannya, tentulah itu merupakan perintah kepada penduduk Makkah untuk menggunakan air Zamzam karena Zamzam leluasa bagi mereka, dan perintah kepada selain mereka untuk menggunakan air yang ada pada mereka.


Kemudian orang yang berpendapat bahwa yang dimaksudkan oleh Nabi SAW adalah air pada umumnya, berbeda pendapat. Apakah yang dimaksudkan adalah bersedekah dengan air, karena sulit diterima akalnya menggunakan air dingin bagi penyakit demam dan kurang memahami maknanya.


Padahal ucapan beliau mengandung aspek yang positif, yaitu balasan terhadap jenis amal. Maka sebagaimana nyala haus bagi orang yang kehausan dipadamkan dengan air yang dingin, Allah pun memadamkan nyala demam dari sebagai balasan yang setimpal. Ini diambil dari pemahaman hadis dan isyaratnya. Adapun yang dimaksud dengannya adalah penggunaan air.


Abu Nu’aim dan yang lain menyebutkan kata-kata ini dari Anas, dan dimarfu’kan kepada Nabi SAW, “Apabila salah seorang di antara kamu terserang demam, maka hendaklah dicipratkan kepadanya air selama tiga malam sebelum waktu sahur.”


Termuat di dalam Sunan Ibnu Majah, dari Abu Hurairah yang dimarfu’kan kepada Nabi SAW, “Demam adalah bagian dari hembusan neraka Jahannam, maka jauhkanlah ia darimu dengan air dingin.”


Adalah Rasulullah SAW apabila menderita demam, beliau meminta didatangkan kantong air, lalu beliau menyiramkan di kepala beliau, lalu beliau mandi.


Termuat di dalam “As-Sunan”, dari hadis Abu Hurairah, dia berkata, “Penyakit demam disebutkan di samping Rasulullah SAW, lalu seorang lelaki mencelanya. Maka Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah engkau mencelanya, sebab ia menghapuskan dosa-dosa sebagaimana api menghilangkan karat besi.”


Oleh karena itu, demam diikuti oleh pencegahan makanan yang tidak bermutu dan harus memakan makanan dan obat yang bermanfaat—yang berkhasiat untuk pemurnian badan, penghilangan kotoran dan sisa-sisanya, dan pembersihan dari materi-materi yang tidak baik.


Adapun pembersihan demam terhadap hati dari kotoran dan dakinya serta pengeluaran kandungan-kandungnnya yang tidak bermutu, merupakan urusan yang hanya diketahui dan ditemukan oleh dokter-dokter hati. Sebagaimana diberitakan oleh Nabi SAW.


Akan tetapi, bila penyakit hati telah mencapai pada tingkatan yang tidak ada harapan lagi untuk disembuhkan, maka pengobatan seperti ini tidak akan bermanfaat baginya.


Sebuah riwayat juga mengatakan, demam sehari adalah kaffarah setahun. Dalam hal ini ada dua pendapat. Demam yang memasuki setiap anggota dan ruas tubuh, yang jumlahnya tiga ratus enam puluh ruas, untuk menghapuskan dosa-dosa hari ini sesuai dengan jumlah ruas.


Demam memberikan pengaruh kepada badan yang tidak hilang secara keseluruhan dalam setahun, seperti dikatakan Nabi SAW, “Barang siapa yang meminum khamr, maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh hari.”


Ini berarti bekas khamr akan tetap berada dalam perut hamba Allah, uratnya dan anggota badannya selama empat puluh hari.


Abu Hurairah juga berkata, “Tidak ada satu penyakit pun yang menimpaku, yang lebih aku sukai selain demam. Karena ia masuk ke dalam setiap anggota badanku dan Allah SWT memberikan kepada setiap anggota bagian pahalanya.”


At-Tirmidzi meriwayatkan di dalam Al-Jami’-nya, dari hadis ibnu Rafi’ ibnu Khadij, yang dimarfu’kan kepada Nabi, “Apabila salah seorang diantara kamu ditimpa demam, dan demam adalah sepotong dari neraka, maka hendaklah ia memadamkannya dengan air yang dingin dan hendaklah ia menghadap ke sungai yang mengalir.”


“Hendaklah ia menghadap ke air yang mengalir sesudah terbit fajar dan sebelum terbit matahari. Dan hendaklah ia mengucapkan, “Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, sembuhkanlah hamba-Mu dan teguhkanlah rasul-Mu.” Dan hendaklah ia berbenam di dalamnya tiga kali selama tiga hari. Jika tidak sembuh berbenam lima kali, maka ia harus berbenam tujuh kali.”



Sumber : Republika.co.id

Saturday, 8 September 2012

Hikmah Diciptakannya Alam Semesta Dalam Enam Masa (Enam Hari)



Alam semesta beserta segala isinya diciptakan Allah SWT dalam waktu enam hari. Sebagaimana Firman Allah, “Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari (masa), lalu Dia bersemayam di atas Arsy.” (QS. Al-A'raf: 54).

Namun apa yang dimaksud dengan enam hari dalam ayat tersebut? Apakah sama hitungan enam hari yang dimaksudkan dalam ayat tersebut dengan hitungan hari yang kita pakai sekarang?

Mengenai hal ini, Syekh Yusuf Qardhawi menjelaskan, hari-hari yang tersebut dalam ayat di atas bukanlah hari-hari yang kita lalui saat ini. Ukuran sehari semalam dalam hitungan kita ialah dua puluh empat jam.

Namun, hitungan hari-hari kita ini baru ada setelah diciptakannya bumi dan matahari, juga setelah terjadinya malam dan siang. Maka bagaimana mungkin bumi diciptakan dalam hari-hari tersebut?

Dalam SuraH Fushshilat ayat 9-12 disebutkan secara lebih rinci lagi mengenai penciptaan makhluk oleh Allah dalam enam hari. Yang dimaksud "hari” dalam ayat tersebut ialah masa yang tidak ada yang mengetahui berapa lamanya selain Allah, yang dalam waktu itu suatu pekerjaan selesai dengan sempurna.

Enam hari bisa berarti enam daurah Jalakiyah (perputaran bintang), bukan yang berhubungan dengan perputaran matahari, yang juga tidak kita ketahui, atau berarti enam tahap penciptaan atas semua makhluk. Semua itu mungkin saja terjadi, karena bahasa mendukungnya, dan agama pun tidak menghalanginya.

Kata al-yaum menurut bahasa Arab berarti suatu masa yang berbeda dari lainnya. Karena itu, hari-hari kita ini berbeda antara yang satu dengan yang lain dengan dibatasi oleh terbit dan tenggelamnya matahari.

Dalam salah satu ayat, Allah berfirman dalam menggambarkan hari kiamat, “... dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun.” (QS. Al-Ma’arij: 4).

Mengapa Allah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, padahal Dia mampu menciptakan dalam sekejap mata. Bukankah dengan hanya mengucapkan ”kun" Dia mampu menciptakan segala sesuatu dengan segera?

Akal kita sangat terbatas untuk menemukan jawaban dari pertanyaan di atas. Namun, kita dapat mencari hikmah dari rahasia Allah mengenai penciptaan itu, yakni agar hamba-hamba-Nya mengambil pelajaran, bersikap perlahan, tidak tergesa-gesa, dan teratur serta cermat dalam segala urusan.

Sehubungan dengan ini, ada seorang arif berujar, "Perlahan-perlahan dan cermat itu dari Allah Yang Maharahman, sedangkan ketergesa-gesaan dari setan.”

Wallahu a'lam.

Sumber 1,2

Sunday, 23 October 2011

Fakta Besar Tentang Ka'bah



Ternyata Bukan GMT Bukan Di Greenwich, Tapi Di Ka’bah (Fakta Ilmiah)

Ka’bah merupakan rumah Allah, sejuta ummat muslim merindukan berkunjung dan menjadi tamu - tamu Allah sang maha pencipta. Kiblatnya (arah) ummat muslim dalam melaksanakan sholat, dari negara manapun semua ibadah sholat menghadap ke kiblat ini.

Istilah Ka’bah adalah bahasa al quran dari kata “ka’bu” yg berarti “mata kaki” atau tempat kaki berputar bergerak untuk melangkah. Ayat 5/6dalam Al-quran menjelaskan istilah itu dg “Ka’bain” yg berarti ‘dua mata kaki’ dan ayat 5/95-96 mengandung istilah ‘ka’bah’ yg artinya nyata “mata bumi” atau “sumbu bumi” atau kutub putaran utara bumi.

Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian Ilmiah.

Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata, “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?.”

Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di Internet, tetapi sayang nya 21 hari kemudian website tersebut raib yang sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.

Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekah, tepatnya berasal dari Ka’Bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite ( tidak berujung ), hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus.

Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’Bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.

Makkah Pusat Bumi

Prof. Hussain Kamel menemukan suatu fakta mengejutkan bahwa Makkah adalah pusat bumi. Pada mulanya ia meneliti suatu cara untuk menentukan arah kiblat di kota-kota besar di dunia.

Untuk tujuan ini, ia menarik garis-garis pada peta, dan sesudah itu ia mengamati dengan seksama posisi ketujuh benua terhadap Makkah dan jarak masing-masing. Ia memulai untuk menggambar garis-garis sejajar hanya untuk memudahkan proyeksi garis bujur dan garis lintang.

Setelah dua tahun dari pekerjaan yang sulit dan berat itu, ia terbantu oleh program-program komputer untuk menentukan jarak-jarak yang benar dan variasi-variasi yang berbeda, serta banyak hal lainnya. Ia kagum dengan apa yang ditemukan, bahwa Makkah merupakan pusat bumi.

Ia menyadari kemungkinan menggambar suatu lingkaran dengan Makkah sebagai titik pusatnya, dan garis luar lingkaran itu adalah benua-benuanya. Dan pada waktu yang sama, ia bergerak bersamaan dengan keliling luar benua-benua tersebut. (Majalah al-Arabiyyah, edisi 237, Agustus 1978).

Gambar-gambar Satelit, yang muncul kemudian pada tahun 90-an, menekankan hasil yang sama ketika studi-studi lebih lanjut mengarah kepada topografi lapisan-lapisan bumi dan geografi waktu daratan itu diciptakan.

Telah menjadi teori yang mapan secara ilmiah bahwa lempengan-lempengan bumi terbentuk selama usia geologi yang panjang, bergerak secara teratur di sekitar lempengan Arab. Lempengan-lempengan ini terus menerus memusat ke arah itu seolah-olah menunjuk ke Makkah.

Studi ilmiah ini dilaksanakan untuk tujuan yang berbeda, bukan dimaksud untuk membuktikan bahwa Makkah adalah pusat dari bumi. Bagaimanapun, studi ini diterbitkan di dalam banyak majalah sain di Barat.

Allah berfirman di dalam al-Qur’an al-Karim sebagai berikut:
‘Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Qur’an dalam bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada Ummul Qura (penduduk Makkah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya..’ (asy-Syura: 7)

Kata ‘Ummul Qura’ berarti induk bagi kota-kota lain, dan kota-kota di sekelilingnya menunjukkan Makkah adalah pusat bagi kota-kota lain, dan yang lain hanyalah berada di sekelilingnya. Lebih dari itu, kata ummu (ibu) mempunyai arti yang penting di dalam kultur Islam.

Sebagaimana seorang ibu adalah sumber dari keturunan, maka Makkah juga merupakan sumber dari semua negeri lain, sebagaimana dijelaskan pada awal kajian ini. Selain itu, kata ‘ibu’ memberi Makkah keunggulan di atas semua kota lain.

Makkah atau Greenwich

Berdasarkan pertimbangan yang seksama bahwa Makkah berada tengah-tengah bumi sebagaimana yang dikuatkan oleh studi-studi dan gambar-gambar geologi yang dihasilkan satelit, maka benar-benar diyakini bahwa Kota Suci Makkah, bukan Greenwich, yang seharusnya dijadikan rujukan waktu dunia. Hal ini akan mengakhiri kontroversi lama yang dimulai empat dekade yang lalu.

Ada banyak argumentasi ilmiah untuk membuktikan bahwa Makkah merupakan wilayah nol bujur sangkar yang melalui kota suci tersebut, dan ia tidak melewati Greenwich di Inggris. GMT dipaksakan pada dunia ketika mayoritas negeri di dunia berada di bawah jajahan Inggris. Jika waktu Makkah yang diterapkan, maka mudah bagi setiap orang untuk mengetahui waktu shalat.

Makkah adalah Pusat dari lapisan-lapisan langit

Ada beberapa ayat dan hadits nabawi yang menyiratkan fakta ini. Allah berfirman, ‘Hai golongan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.’ (ar-Rahman:33)

Kata aqthar adalah bentuk jamak dari kata ‘qutr’ yang berarti diameter, dan ia mengacu pada langit dan bumi yang mempunyai banyak diameter.

Dari ayat ini dan dari beberapa hadits dapat dipahami bahwa diameter lapisan-lapisan langit itu di atas diameter bumi (tujuh lempengan bumi). Jika Makkah berada di tengah-tengah bumi, maka itu berarti bahwa Makkah juga berada di tengah-tengah lapisan-lapisan langit.

Selain itu ada hadits yang mengatakan bahwa Masjidil Haram di Makkah, tempat Ka‘bah berada itu ada di tengah-tengah tujuh lapisan langit dan tujuh bumi (maksudnya tujuh lapisan pembentuk bumi).

Sumber : Kaskus

Wednesday, 14 September 2011

Fenomena Hujan Darah dan Hujan Katak Sudah Ada di Alquran?



Meski sudah terjadi beberapa tahun yang lalu, fenomena hujan berwarna merah kembali ramai dibicarakan. Di India, para penduduk lokal daerah Kerala menemukan baju-baju yang dijemur berubah warna menjadi merah seperti darah. Mereka melaporkan adanya bunyi ledakan dan cahaya terang yang mendahului turunnya hujan yang dipercaya sebagai ledakan meteor.

Contoh air hujan tersebut segera dibawa untuk diteliti oleh ilmuwan independen, Godfrey Louis dan Santosh Kumara dari Universitas Mahatma Gandhi. Pertama kali mereka mengira bahwa partikel merah di dalam air adalah partikel pasir yang terbawa dari gurun Arab. Di Universitas Sheffield, Inggris, seorang ahli mikrobiologis bernama Milton Wainwright mengkonfirmasi bahwa unsur merah tersebut adalah sel hidup. Hal ini dinyatakan karena Wainwright berhasil menemukan adanya DNA dari unsur sel tersebut walaupun ia belum berhasil mengekstraknya.

Sedangkan hujan hewan terjadi pada Juni 2009 di Jepang. Hewan ini memiliki panjang dengan diameter 5 cm berbentuk seperti ikan dan kodok, sejauh ini tidak ada yang dapat menjelaskan kenapa hal ini bisa terjadi. Beberapa orang menyebutkan ini merupakan fenomena langka yang pernah terjadi yang diakibatkan perubahan cuaca yang tidak menentu di negara sakura ini. Bagian meteorologi Jepang juga tidak dapat menjelaskan apa penyebab terjadinya hal tersebut. (Sumber: Athepostrad)

Beberapa orang yang seperti menuhankan ilmu pengetahuan menyebutnya sebagai fenomena alam. Saya tidak menolak adanya proses alam, karena hal itu sesuatu yang natural dan sudah menjadi ketetapan-Nya. Istilah agama menyebutnya sunatullah. Tapi terkadang, kita melupakan sumber segala sebab musabab dan sumber segala sesuatu, yakni Tuhan semesta alam. Apa yang hendak ditampakkan adalah Kekuasaan-Nya yang maha dan tunggal. Agar kita, manusia, tidak lagi sombong dengan menuhankan segala ilmu pengetahuan alam dan melupakan adanya Pencipta alam.

Alquran dan Injil mengisahkan tentang kesombongan Firaun dan kaumnya. Jika diberi kebaikan dan kemakmuran dari Tuhan, mereka berkata, “Inilah usaha kami.” Manusia zaman sekarang juga ada yang seperti ini, ketika sukses mereka berkata, “Ya, karena usaha saya, saya ini berhasil.” Jika ditimpa kesusahan, kaum Firaun melemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan pengikutnya. (QS. 7: 131)

Seolah menantang dan keras kepala, pengikut Firaun berkata, “Bagaimanapun kamu mendatangkan keterangan kepada kami untuk menyihir kami dengan keterangan itu, maka kami sekali-kali tidak akan beriman kepadamu.” (QS. 7: 132). Firaun dan pengikutnya yang masih ada hingga sekarang ini meledek bahwa bukti kekuasaan Tuhan yang disampaikan melalui Musa (Moses) dan Harun (Aaron) as. itu sebagai sihir. “Maka Kami kirimkan kepada mereka topan (thûfân), belalang, kutu, katak dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa.” (QS. 7: 133)

Jadi, apa yang terjadi di zaman sekarang bukanlah sesuatu fenomena baru dan menganehkan. Zaman dahulu, sebagai bukti bagi orang yang ingkar kepada Tuhan, Allah sudah tampakkan kuasa-Nya. Hanya orang-orang yang sadar dan berpikir yang dapat mengambil pelajaran. Wallahualam.

Sumber : Kaskus

Tuesday, 9 August 2011

Syarat Memanfaatkan Iman dan Ilmu


Kenikmatan Iman dan ilmu ini tidak bisa dimanfaatkan kecuali orang yang telah mengetahui dirinya, lalu mengetahui batasnya dan berhenti disitu, lalu tidak melewati batas terhadap apa yang diluar kemampuannya, dan tidak berkata; ini milikku, tetapi berkeyakinan ini adalah milik Allah, dari Allah dan dengan Allah. Ia merasa mendapatkan kenikmatan ini bukan dari suatu sebab, dan tidak merasa memilikinya lalu nikmat-nikmat itu membuat dirinya bertambah merendah seolah orang yang tidak merasa dirinya memiliki kebaikan, dan sesungguhnya kebaikannya hanya dimiliki oleh Allah, dan daripada-Nya dan dengan-Nya, lalu ia berbiacara dengan kenikmatan tersebut dengan penuh merendah.

Apabila nikmat baru datang kepada seorang hamba, maka ia bertambah bersyukur, lalu merendah, khusu’, cinta, takut, dan berharap. Ini karena dilandasi dua ilmu yang mulia; ilmu tentang Rabbnya, kesempurnaan-Nya, kebaikan-Nya, kecukupan-Nya, kelomaan-Nya, dan rahmat-Nya, dan sesungguhnya kebaikan disisi-Nya, dan ia milik-Nya dan akan diberikan kepada orang yang dikehendaki. Ialah yang memiliki pujaan atas ini dan inilah pujaan yang termulia dan paling sempurna.  Lantas ilmunya tentang dirinya (ia kenal akan kedudukan dirinya) lalu berhenti pada batasnya, dan mengerti bahwa dirinya penuh dengan kedzaliman dan kebodohan.

Ia merasa bahwa dirinya belum memiliki kebaikan sama sekali, kebaikan yang menjadi miliknya tidak ada, atau daripadanya juga tidak. Jadi ia merasa dirinya tidak ada, begitu juga sifat dan kesempurnaannya dianggap tiada, tiada sesuatu yang lebih hina atau lebih memiliki kekurangan daripadanya,  jadi kebaikan yang ada hanya tumbuh dari dirinya belaka bukan atas usahanya.

Apabila dua ilmu itu telah menjadi karakter bukan sekedar di lidah, maka ia akan mengetahui bahwa pujaan secara keseluruhan adalah dimiliki oleh Allah, dan sesungguhnya seluruh persoalan milik-Nya, dan seluruh kebaikan di sisi-Nya dan ialah yang berhak terhadap pujaan bukan dirinya dan dirinya ini layak mendapat celaan. Barangsiapa yang tidak tahkik dalam hal ini atau dengan dua ilmu ini, maka perkataan dan perbuatan atau keadaannya akan bermacam-macam, lalu jatuh kesuatu kesesatan dan tidak bisa mendapat jalan perunjuk ke yang bisa mengantarkan kepada Allah.

Jadi seorang hamba bisa usul kalau telah mentahkik dua ilmu itu dan hubungan akan terputus dengan Allah bila tidak mengerti dua ilmu itu. Dan inilah perkataan mereka; Barangsiapa yang mengenali dirinya akan mengenal kepada Rabbnya.

Sesungguhnya barangsiapa yang mengetahui dirinya dengan kebodohan, penganiayaan, aib, kekurangan, kebutuhan, kehinaan, kemiskinan, dan tiada, maka akan mengenal Rabbnya dengan sifat lawannya, lalu ia bisa membatasi dirinya dan tidak akan melewati batas, lalu memuji kepada Rabbnya, lalu akan timbul cinta, takut, harapan dan selalu kembali kepada-Nya, dan bertawakal kepada-Nya. Lantas Allah akan dijakdikan sebagai Rabb yang paling disenangi paling ditakuti,  dan diharapkan, dan inilah hakikat ubudiyah.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah.Memetik Manfaat Al-Qur’an. Daar Al Yaqiin li An Nasyar wa At Tauzii’, Mesir, Al Manshur.2000.

Sunday, 7 August 2011

Ciri Kedewasaan

Ciri khas umat Dewasa diawali dengan Diam Aktif yaitu kemampuan untuk menahan diri dalam berkomentar. Orang yang memiliki kedewasaan dapat dilihat dari sikap dan kemampuannya dalam mengendalikan lisannya, seorang anak kecil, saudaraku apa yang dia lihat biasanya selalu dikomentari. 
Orang tua yang kurang dewasa mulutnya sangat sering berbunyi, semua hal dikomentari., ketika dia melihat sesuatu langsung dipastikan akan dikomentari,ketika menonton televisi misalnya ; komentar dia akan mengalahkan suara dari televisi yang dia tonton . Penonton tv yang dewasa itu senantiasa bertafakur, acara yang dia tonton senantiasa direnungkan (tentunya acara yang mbermanfaat) dan memohon dibukakan pintu hikmah kepada Allah, Subhanalloh. 
Ketika menyaksikan demonstrasi dia bertafakur.. \"beginilah kalau negara belum matang, setiap waktu demo,kata-kata yang dikeluarkan jauh dari kearifan\"\"ternyata sangat mudah menghina, mencaci, dan memaki itu\" Seseorang yang pribadinya matang dan dewasa bisa dilihat dari komentar-komentarnya,makin terkendali Insya Allah akan semakin matang.
Ciri kedewasaan selanjutnya dapat dilihat dari Empati. Anak-anak biasanya belum dapat meraba perasaan orang lain, orang yang bertambah umurnya tetapi tidak dapat meraba perasaan orang lain berarti belum dapat disebut dewasa. Kedewasan seseorang dapat dilihat dari keberanian melihat dan meraba perasaan orang lain. Seorang ibu yang dewasa dan bijaksana dapat dilihat dari sikap terhadap pembantunya yaitu tidak semena-mena menyuruh, walaupun sudah merasa menggajinya tetapi bukan berarti berkuasa,bukankah di kantor ketika lembur pasti ingin dibayar overtime ? tetapi pembantu lembur tidak ada overtime ? semakin orang hanya mementingkan perasaannya saja maka akan semakin tidak bijaksana. Semakin orang bisa meraba penderitaan orang lain Insya Allah akan semakin bijak. Percayalah tidak akan bijaksana orang yang hidupnya hanya memikirkan perasaannya sendiri.
Orang yang dewasa, cirinya hati-hati (Wara’),dalam bertindak. Orang yang dewasa benar-benar berhitung tidak hanya dari benda, tapi dari waktu ; tiap detik,tiap tutur kata , dia tidak mau jika harus menanggung karena salah dalam mengambil sikap. Anak-anak atau remaja biasanya sangat tidak hati-hati dalam bercakap dan mengambil keputusan. Orang yang bersikap atau memiliki kepribadian dewasa (wara’) dapat dilihat dalam kehati-hatian memilih kata, mengambil keputusan,mengambil sikap, karena orang yang tidak dewasa cenderung untuk bersikap ceroboh. 
Orang yang dewasa terlihat dalam kesabarannya (sabar), kita ambil contoh ; didalam rumah seorang ibu mempunyai 3 orang anak, yang satu menangis, kemudian yang lainnya pun ikut menangis sehingga lama-kelamaan menjadi empat orang yang menangis , mengapa ? karena ternyata ibunya menangis pula. Ciri orang yang dewasa adalah sabar, dalam situasi sesulit apapun lebih tenang, mantap dan stabil.
Sahabat-sahabat, seseorang yang dewasa benar-benar mempunyai sikap yang amanah, memiliki kemampuan untuk bertanggung jawab. 
Untuk melihat kedewasaan seseorang dapat dilihat dari kemampuannya bertanggungjawab, sebagai contoh ; seorang ayah dapat dinilai bertanggung jawab atau tidak yaitu dalam cara mencari nafkah yang halal dan mendidik anak istrinya ? Bukan masalah kehidupan dunia , yang menjadi masalah mampu tidak mempertanggungjawabkan anak-anak ketika pulang ke akherat nanti ? Ke surga atau neraka? Oleh karena itu orang tua harus bekerja keras untuk menjadi jalan kesuksesan anak-anaknya di dunia dan akherat. 
Kesuksesan kita adalah bagaimana kita bisa memompa diri kita dan menyukseskan orang-orang disekitar kita, kalau ingin tahu kesuksesan kita coba lihat perkembangan keluarga kita, istri dan anak-anak kita maju tidak? lihat sanak saudara kita pada maju tidak? Jangan sampai kita sendirian yang maju, tapi sanak saudara kita hidup dalam kesulitan, ekonominya seret, pendidikan seret.,sedang kita tidak ada kepedulian. Berarti itu sebuah kegagalan.,kedewasaan seseorang itu dilihat dari bagaimana kemampuan memegang amanah ?
Sumber : aA Gym