Showing posts with label history. Show all posts
Showing posts with label history. Show all posts

Thursday, 17 October 2013

Kisah Arya Kuningan dengan Arya Gumiringsing

Ilustrasi Gambar

          Kisah ini berkenaan dengan Pertempuran antara Cirebon dan Galuh. Cirebon pada mulanya adalah bagian dari wilayah Galuh Pakuan. Setelah pengaruh Cirebon semakin besar, Galuh merasa khawatir dan mengirim utusan agar Cirebon tetap mengaku sebagai bawahan Galuh. Permintaan ini ditolah sehingga timbul pertempuran. Dalam babad ini diceritakan bahwa dalam pertempuran tersebut Galuh dibawah pimpinan Arya Gumiringsing, dibantu oleh Dalem Kiban dari Palimanan, Sanghyang Gempol, Sanghyang Igel, Dalem Rajapolah, Sunan Talaga, Dalem Sindangkasih, Dalem Cianom dan Dalem Sarakarsa. Pada akhirnya pertempuran ini dimenangkan oleh Cirebon dan berakhirlah kekuasaan sisa-sisa kerajaan Galuh. Menurut Sejarah Cirebon, pertempuran ini terjadi pada tahun 1528.
          Dalam Sejarah Wali naskah Mertasinga dikisahkan sebagai berikut : Arya Kuningan setiap bulan datang menghadap Syarif Hidayatullah. Arya Kuningan pun kemudian mendapat karomah dari Syarif Hidayatullah. Pada suatu hari, Arya Kuningan harus berhadapan dengan seorang musuh yang bernama Arya Gumiringsing, penguasa dari Palimanan. Arya Gumiringsing menantang perang kepada Sinuhun Purba. Mendengan tantangan itu, Pangeran Kuningan minta izin kepada Syarif Hidayatullah untuk menghadapi Arya Gumiringsing. Dihadapannya, bala tentara Kuningan disiagakan untuk maju berperang. Syarif Hidayatullah berkata kepada mereka: “Bukan begitu caranya berperang. Kalian memang dapat diandalkan untuk mengatasi kesukaran yang terjadi disini. Orang yang sempurna akan berperang tanpa senjata dan tanpa tentara. Mereka berperang hanya berbekal satu, yaitu tawakal kepada Allah swt.”
          Tidak lama kemudian datanglah Arya Gumiringsing dengan bala tentaranya ke medan pertempuran. Arya kuningan meninggalkan tempatnya dan memutuskan untuk tidak mau menghadapi Arya Gumiringsing. Bukan karena lebih rendah ilmunya tetapi karena kemuliaan Syarif Hidayatullah yang memberikan pilihan kepada orang Kuningan. Pasukan Kuningan pun banyak yang menghindar dan menanggalkan sejata tetapi Arya Gumiringsing dan pasukannya terus menyerbu dengan gegap gepita. Melihat keadaan seperti itu, Arya Kuningan pun memutuskan untuk kembali ke tempat pertempuran.
          Dalem Kiban melihat Arya Kuningan datang dengan gagah berani sambil berteriak, “Hadapi aku kalau kamu berani, jangan bertanding dengan yang lain”. Mendengar teriakan itu Arya Kiban pun berteriak kepada Syarif Hidayatullah, “Kalau benar kamu orang yang hebat, datanglah kesini dan hadapilah aku”.
          Arya Kuningan sangat marah mendengar tantangan Dalem Kiban itu. Dia berkata, “Aku lah yang akan menandingimu. Belum pantas kamu menghadapi Sinuhun Syarif Hidayatullah”. Arya kuningan segera memacu kudanya, menyerang Arya Kiban. Arya Kiban dapat mengelak dan merubah  dirinya menjadi seekor gajah. Dengan belalainya, dia melilit kuda Arya Kuningan sehingga tidak bisa bergerak.
          Dalem Kiban berkata. “Jangan banyak bicara karena nyawamu akan kuambil dan kulitmu akan kubuat tambur”. Arya Kuningan melemparkan tombaknya, hingga Dalem Kiban jatuh dan terlempar jauh. Dalem Kiban bangun lagi dan kembali menangkap Arya Kuningan. Keduanya bergumul, saling tendang saling beradu kekuatan, yang satu menjatuhkan yang lainnya, mereka saling memukul, akan tetapi keduanya sama kuat. Keduanya bertarung dari pagi hingga malam. Arya Kuningan akhirnya dapat dikalahkan oleh Arya Kiban.
          Dikisahkan Arya Tandamuhi datang menghadap Syarif Hidayatullah untuk menyerahkan tawanannya yaitu Dalem Rajagaluh dan Sanghyang Gempol. Syarif Hidayatullah berkata kepadanya, “Arya Tandamuhi, apa yang telah terjadi tadi sehingga Arya Pandelegan dikalahkan dalam peperangan”. Arya Tandamuhi menjawab, “tidak melupakan kehendak gusti, hamba tidak mampu selain gusti Sinuhun Syarif Hidayatullah, yang bertindak rendah hati dalam pertempuran”. Pada kesempatan itu Rajagaluh atau Sanghyang Gempol dan para pengikutnya masuk agama Islam. Arya Rajagaluh diberi nama Ki Demang Itikan.
          Dalam Sejararah Wali naskah Mertasinga dikisahkan bahwa ketika Sinuhun Jati sedang membaca al-qur’an bersama sanak keluarganya. Sunan Kalijaga, Syekh Magribi, Syekh Benthong, Syekh Majagung, Syekh Badiman, Lebe Juriman, Kuwu Embat Embat, Tuan Bumi, Tuan Putri, Tuan Jopak, Syekh Hatim, Syekh Agung Rimang. Tiba-tiba pengajian itu terganggu oleh datangnya kuda Arya Kuningan yang bernama Sawindu, masuk ke dalam puri dan kemudian terduduk seolah-olah sujud dihadapan Sinuhun Aulia Syarif Hidayatullah. Melihat itu, syekh Badiman berolok-olok, “Kuda ini datang sendirian, pantasnya penunggangnya telah kalah dalam peperangan. Ini buktinya, kuda ini pulang sendirian”. Tak lama kemudian datang dengan takzim seorang tamu yaitu Dalem Indramayu kehadapan Sinuhun Jati. Dalem Indramayu, Arya Wiralodra, menyampaikan keinginannya untuk berguru, belajar dua kalimat syahadat. Dengan disaksikan oleh para wali, Dalem Indramayu telah diakui menjadi murid Sinuhun Aulia.
          Sementara itu para santri yang hadir masih bertanya-tanya mengenai keberadaan Arya Kuningan yang kudanya telah kembali tanpa tuannya. Akan tetapi tidak lama kemudian Arya Kuningan tiba. Betapa terkejutnya Arya Kuningan ketika melihat bahwa yang akan diperanginya, Dalem Indramayu, sudah berada di sana. Arya Kuningan melihat kepada Sinuhun Jati, dia malu akan perbuatannya dan segera Arya Kuningan mohon ampun.

Sumber :
Apipudin. Penyebaran Islam Di Daerah Galuh Sampai Abad Ke 17. Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI. 2010.
Atja. Carita Purwaka Caruban Nagari: Karya Sastra sebagai Sumber Pengetahuan Sejarah. Bandung: Proyek Pengembangan Permuseuman Jawa Barat. 1986.
Sulendraningrat, Pangeran Sulaeman. Sejarah Cirebon. Jakarta: Balai Pustaka. 1985.
Wahyu, Amman N. Sejarah Wali, Syekh Syarif Hidayatullah, Sunan Gunung Jati. Naskah Kuningan. Bandung: Pustaka. 2007.

Thursday, 28 March 2013

Kisah Di Balik Aksara Jawa


Aksara Jawa merupakan warisan peninggalan nenek moyang kita yang sangat berharga. Namun sekarang hanya sedikit orang yang mengetahui dan mau mempelajari. Bahkan banyak orang Jawa yang tidak tahu urusan Jawa. Itu sangat disayangkan. Tahukah sobat kalau ada sebuah kisah di balik dua puluh aksara Jawa tersebut? Kisah ini tentang seorang pemuda bernama Ajisaka dan kedua abdinya, yaitu Dora dan Sembada. Inilah ceritanya:

Dikisahkan ada seorang pemuda tampan yang sakti mandraguna, yaitu Ajisaka. Ajisaka tinggal di pulau Majethi bersama dua orang punggawa (abdi) setianya yaitu Dora dan Sembada. Kedua abdi ini sama-sama setia dan sakti. Satu saat Ajisaka ingin pergi meninggalkan pulau Majethi. Dia menunjuk Dora untuk menemaninya mengembara. Sedangkan Sembada, disuruh tetap tinggal di pulau Majethi. Ajisaka menitipkan pusaka andalannya untuk dijaga oleh Sembada. Dia berpesan supaya jangan menyerahkan pusaka itu kepada siapa pun, kecuali pada Ajisaka sendiri.

Lain kisah : Di pulau Jawa ada sebuah kerajaan yang sangat makmur sejahtera yaitu kerajaan Medhangkamulan. Rakyatnya hidup sejahtera. Kerajaan Medhangkamulan dipimpin oleh seorang raja arif bijaksana bernama Dewatacengkar. Prabu Dewatacengkar sangat cinta terhadap rakyatnya.

Pada suatu hari ki juru masak kerajaan Medhangkamulan yang bertugas membuat makanan untuk prabu Dewatacengkar mengalami kecelakaan saat memasak. Salah satu jarinya terkena pisau hingga putus dan masuk ke dalam masakannya tanpa dia ketahui. Disantaplah makanan itu oleh Dewatacengkar. Dia merasakan rasa yang enak pada masakan itu. Dia bertanya daging apakah itu. Ki juru masak baru sadar bahwa dagingnya disantap Dewatacengkar dan menjawab bahwa itu adalah daging manusia. Dewatacengkar ketagihan dan berpesan supaya memasakkan hidangan daging manusia setiap hari. Dia meminta sang patih kerajaan supaya mengorbankan rakyatnya setiap hari untuk dimakan.

Oleh karena terus menerus makan daging manusia, sifat Dewatacengkar berubah 180 derajat. Dia berubah menjadi raja yang kejam lagi bengis. Daging yang disantapnya sekarang adalah daging rakyatnya. Rakyatnya pun sekarang hidup dalam ketakutan. Tak satupun rakyat berani melawannya, begitu juga sang patih kerajaan.

Saat itu juga Ajisaka dan Dora tiba di kerajaan Medhangkamulan. Mereka heran dengan keadaan yang sepi dan menyeramkan. Dari seorang rakyat, beliau mendapat cerita kalau raja Medhangkamulan gemar makan daging manusia. Ajisaka menyusun siasat. Dia menemui sang patih untuk diserahkan kepada Dewatacengkar agar dijadikan santapan. Awalnya sang patih tidak setuju dan kasihan. Tetapi Ajisaka bersikeras dan akhirnya diizinkan.

Dewatacengkar keheranan karena ada seorang pemuda tampan dan bersih ingin menyerahkan diri. Ajisaka mengatakan bahwa dia mau dijadikan santapan asalkan dia diberikan tanah seluas ikat kepalanya dan yang mengukur tanah itu harus Dewatacengkar. Sang prabu menyetujuinya. Kemudian mulailah Dewatacengkar mengukur tanah. Saat digunakan untuk mengukur, tiba-tiba ikat kepala Dewatacengkar meluas tak terhingga. Kain itu berubah menjadi keras dan tebal seperti lempengan besi dan terus meluas sehingga mendorong Dewatacengkar. Dewatacengkar terus terdorong hingga jurang pantai laut selatan. Dia terlempar ke laut dan seketika berubah menjadi seekor buaya putih. Ajisaka kemudian dinobatkan menjadi raja Medhangkamulan.

Setelah penobatan, Ajisaka mengutus Dora pergi ke pulau Majethi untuk mengambil pusaka andalannya. Kemudian pergilah Dora ke pulau Majethi. Sesampai di pulau Majethi, Dora menemui Sembada untuk mengambil pusaka. Sembada teringat akan pesan Ajisaka saat meninggalkan pulau Majethi untuk tidak menyerahkan pusaka tersebut kepada siapa pun kecuali kepada Ajisaka. Dora yang juga berpegang teguh pada perintah Ajisaka untuk mengambil pusaka memaksa supaya pusaka itu diserahkan. Kedua abdi setia tersebut beradu mulut bersikukuh pada pendapatnya masing-masing. Dan akhirnya mereka berdua bertempur. Pada awalnya mereka berdua hati-hati dalam menyerang karena bertarung melawan temannya sendiri. Tetapi pada akhirnya benar-benar terjadi pertumpahan darah. Sampai pada titik akhir yaitu kedua abdi tersebut tewas dalam pertarungan karena sama-sama sakti.

Berita tewasnya Dora dan Sembada terdengar sampai Ajisaka. Dia sangat menyesal atas kesalahannya yang membuat dua punggawanya meninggal dalam pertarungan. Dia mengenang kisah kedua punggawanya lewat deret aksara. Berikut tulisan dan artinya:


Ha Na Ca Ra Ka
Ada sebuah kisah

Da Ta Sa Wa La
Terjadi sebuah pertarungan

Pa Dha Ja Ya Nya
Mereka sama-sama sakti

Ma Ga Ba Tha Nga
Dan akhirnya semua mati

Source


----- Semoga Bermanfaat -----

Monday, 27 August 2012

Asal Usul Kaskus


Kaskus adalah situs forum komunitas maya terbesar Indonesia.Kaskus lahir pada tanggal 6 November 2000 oleh tiga pemuda asal Indonesia yang sedang melanjutkan studi di Seattle, Amerika Serikat. Situs ini dikelola oleh PT. Darta Media Indonesia. Anggotanya, yang berjumlah lebih dari 900.000 member, tidak hanya berdomisili dari Indonesia namun tersebar juga hingga negara lainnya.
Pengguna Kaskus umumnya berasal dari kalangan remaja hingga orang dewasa. Kaskus, yang merupakan singkatan dari Kasak Kusuk,bermula dari sekedar hobi dari komunitas kecil yang kemudian berkembang hingga saat ini. Kaskus dikunjungi sedikitnya oleh 500.000 orang, dengan jumlah page view melebihi 3.500.000 setiap harinya. Hingga saat ini Kaskus sudah mempunyai lebih dari 70 juta post.
Menurut Alexa.com, pada bulan Agustus 2008 Kaskus berada di peringkat 290 dunia dan menduduki peringkat 7 situs yang paling banyak dikunjungi di Indonesia. Kaskus Radio merupakan sebuah Radio Internet Indonesia dibawah naungan komunitas kaskus. Kaskus radio yang biasa disingkat KR memiliki lebih dari 20 penyiar. Radio yang memutarkan lagu selama 24 jam ini juga memutarkan lagu dari berbagai bahasa, Inggris, Mandarin, Jepang, Korea, dan masih banyak lagi. Pada bulan Agustus 2005, PC Magazine Indonesia memberikan penghargaan kepada situs Kaskus sebagai situs terbaik dan komunitas terbesar, kemudian Kaskus terpilih kembali sebagai website terbaik pilihan pembaca PC Magazine pada 2006.
Pada tanggal 23 Mei 2006 manajemen Kaskus terpaksa mengubah domain dari .com menjadi .us, karena penyebaran virus Brontok yang dibuat dengan tujuan menyerang situs-situs besar Indonesia dimana Kaskus masuk dalam target penyerangan. Awal April 2007, manajemen Kaskus menambah 2 server baru untuk meningkatkan performance situs Kaskus (Dell Server). Pada Juli 2008, Pengelola Kaskus akhirnya memutuskan untuk mengoperasikan server Kaskus di Indonesia. Untuk keperluan tersebut Kaskus membeli 8 server Dell PowerEdge 2950 dan dioperasikan melalui jaringan open IXP. Akibat dari ini akses Kaskus berlipat ganda dan akhirnya pengelola berencana menambahkan 8 server lagi sehingga total yang akan beroperasi di bulan September adalah 16 server. Serangan DDOS Pada tanggal 16—17 Mei 2008, Kaskus diserang menggunakan teknik DDoS (Distributed Denial of Service) oleh oknum yang diduga berasal dari komunitas YogyaFree. Serangan ini menyebabkan database Kaskus corrupt sehingga administrator terpaksa mengunci thread-thread yang ada. Penyerangan tersebut diduga terkait dengan peristiwa perusakan (deface) situs YogyaFree beberapa hari sebelumnya. Penyerang yang mengklaim dirinya sebagai salah satu anggota Kaskus juga melontarkan celaan yang bernada mengejek di salah satu bagian forum YogyaFree. Hal tersebut membuat beberapa anggota YogyaFree berang, dan kemudian balik menyerang Kaskus dengan DDoS. Akibatnya, administrator Kaskus terpaksa mematikan server Kaskus. Perang cyber antara kedua komunitas ini akhirnya selesai ketika kedua pengelola situs menandatangani memorandum online untuk menyudahkan pertikaian di antara keduanya. Pesan tersebut dipampang selama beberapa minggu di halaman situs masing-masing. Meskipun kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan ini cukup berat, administrator Kaskus menjanjikan bahwa Kaskus akan kembali normal pada bulan Juli 2008, seiring dengan diluncurkannya server baru Kaskus di gedung Cyber, Jakarta.Namun, ia juga mengatakan bahwa data-data yang akan dimunculkan kembali adalah data yang dimuat sebelum tahun 2008, sementara data yang dibuat selama tahun 2008 tidak dapat dimunculkan kembali.
UU ITE Sebelum UU ITE diberlakukan, Kaskus memiliki dua forum kontroversial, BB17 dan Fight Club. BB17 (kependekan dari buka-bukaan 17 tahun) adalah sebuah forum khusus dewasa dimana pengguna dapat berbagi baik gambar maupun cerita dewasa. Sementara itu, Fight Club adalah forum yang dikhususkan sebagai tempat berdebat yang benar-benar bebas tanpa dikontrol. Seringkali masalah yang diperdebatkan berkaitan dengan SARA. Penghinaan terhadap suku dan agama lazim terjadi. Setelah diberlakukannya UU ITE, Kaskus segera menutup BB17 karena bertentangan dengan UU ITE tentang penyebaran materi pornografi. Fight Club diubah namanya menjadi Debate Club. Fight Club dan Debate Club pada dasarnya memiliki fungsi yang sama sebagai tempat untuk berdebat, hanya saja kontrol di Debate Club diperketat. Setiap thread baru yang dibuat user terlebih dahulu disensor oleh moderator. Bila dianggap tidak layak dan membahas SARA, maka thread itu akan dihapus. Untuk menghapus citra negatif Kaskus sebagai media underground dan situs porno, kaskus mengubah tampilannya pada tanggal 17 Agustus 2008. Talan baru kaskus dibuat penuh warna. Selain itu, Kaskus juga menambahkan fitur-fitur baru seperti blog dan Kaskus WAP.
Terminologi * BB17—Kependekan dari buka-bukaan 17 tahun. Awalnya mengacu pada subforum khusus dewasa di Kaskus, namun kini lebih mengacu kepada semua thread/materi yang mengandung unsur pornografi. * Kaskuser—Pengguna Kaskus. * GRP dan BRP—Kependekan dari good reputation point dan bad reputation point. Setiap Kaskuser dapat memberikan GRP atau BRP pada Kaskuser lainnya bila telah memposting 2.000 post. Kaskuser hanya dapat mengirim GRP atau BRP satu kali setiap harinya. GRP sering pula disebut “cendol” atau “ijo-ijo”, sementara BRP sering disebut “bata merah” atau “merah-merah” * ISO 2000—Jumlah postingan minimal dari kaskuser untuk dapat memberikan GRP / BRP. * Pertamax, idom dari kata Pertama dan x (kali) yang digabung jadi satu sehingga mendekatkan pada produk bahan bakar non subsidi dari PT. Pertamina Tbk yaitu PERTAMAX, yang artinya memposting balasan dari sebuah Thread yang baru dibentuk atau Thread Starter alias TS Pertamax juga sering disebut JUMBOX * Maho—Kependekan dari “manusia homo.” Kata yang digunakan untuk mencela. (emoticon maho) * Thread/Trit—Halaman berisi suatu topik yang dibuat oleh seorang Kaskuser. Orang yang memulai sebuah thread disebut TS (thread starter). * TKP—Singkatan dari “tempat kejadian perkara”, digunakan untuk menggantikan kata pranala (link) * Kulkas—Kata lain dari control panel, tempat untuk melihat jumlah BRP ataupun GRP yang telah diterima. * Gan—kependekan dari kata ‘Juragan.’ Merupakan kata sapaan untuk sesama Kaskuser. * Momod dan Mimin—Kependekan dari ‘Moderator’ dan ‘Administrator’.


Saturday, 4 August 2012

Tahukah Kamu, Siapa Saja yang Menjadi Raja dalam Kartu Remi ?




Kartu remi tidak asing lagi di mata kita , tapi apa kalian tau tentang rahasia yang tersimpan di kartu remi Dalam kartu remi, kita menganl 4 simbol yang berbeda satu sama lain... yaitu Sekop, Keriting ( clover ), Hati ( heart ), dan wajik... tapi, apakah kalian mengetahui siapa saja raja yang menjadi simbol dalam kartu tersebut ???? 4 simbol raja pada kartu remi, ternyata melambangkan 4 raja yang terkenal di jaman masing-masing:

Sekop = David/Raja Daud


Daud ( ???? D?w?d) ialah nabi sekaligus raja Bani Israil. Semenjak masih muda telah menyertai tentera Bani Israil di bawah pimpinan Thalut melawan pasukan bangsa Palestin yang dipimpin Jalut (Goliath). Daudlah yang berhasil membunuh Jalut, sehingga dipuji sebagai pahlawan perang. Setelah Raja Thalut meninggal, Daud menggantikannya sebagai raja. Allah mengangkat Daud sebagai nabi dan rasul-Nya. Kepadanyalah diturunkan kitab Zabur. Ia memiliki sejumlah mukjizat, kecerdasan akal, mengerti bahasa burung, dan melembutkan besi hanya dengan menggunakan tangan kosong dan Daud juga memiliki suara yang paling merdu dari semua suara umat manusia, sama seperti Yusuf yang diberikan wajah yang paling tampan.
Daud yang mulai pembangunan Bait Suci yaitu Baitul Muqaddis yang telah diselesaikan oleh anaknya Sulaiman, yang kemudian sekarang menjadi tempat Masjid Al-Aqsa. Daud meninggal dalam usia 100 tahun dan dikebumikan di Baitul Muqaddis.

Keriting = Alexander the Great/Iskandar Agung


Alexander (yang) Agung, juga dieja: Aleksander (yang) Agung, (bahasa Yunani: ????? ?????????? ("Megas Alexandros"), bahasa Inggris: Alexander the Great) adalah seorang penakluk asal Makedonia. Ia diakui sebagai salah seorang pemimpin militer paling jenius sepanjang zaman. Ia juga menjadi inspirasi bagi penakluk-penakluk seperti Hannibal, Pompey dan Caesar dari Romawi, dan Napoleon. Dalam masa pemerintahannya yang singkat, Alexander mampu menjadikan Makedonia sebagai salah satu kekaisaran terbesar di dunia.

Hati = Charlemagne/ Raja Prancis


Karel yang Agung atau Karel Agung (Perancis: Charlemagne; bahasa Latin: Carolus Magnus atau Karolus Magnus; bahasa Jerman: Karl der Große; bahasa Inggris: Charles the Great, bahasa Italia: Carlo Magno) (742 atau 747 – 28 Januari 814), adalah raja kaum Frank dari 768 sampai 814 dan kaum Lombard dari 774 sampai 814. Ia dinobatkan sebagai Imperator Augustus di Roma pada hari natal tahun 800 oleh Paus Leo III, dan karenanya dianggap merupakan pendiri Kekaisaran Romawi Suci (dengan gelar Karel I). Melalui penaklukan dan pertahanan, ia mengukuhkan dan mengembangkan kekuasaannya hingga meliputi sebagian besar Eropa Barat. Ia sering dianggap merupakan bapak pendiri Perancis dan Jerman, bahkan kadang sebagai Bapak pendiri Eropa. Ia adalah kaisar pertama di Barat sejak runtuhnya Kekaisaran Romawi.

Wajik =Julius Caesar


Gaius Julius Caesar (Latin: C·IVLIVS·C·F·C·N·CAESAR) (13 Juli 100 SM–15 Maret 44 SM) adalah seorang pemimpin militer dan politikus Romawi yang kekuasaannya terhadap Gallia Comata memperluas dunia Romawi hingga Oceanus Atlanticus, melancarkan serangan Romawi pertama ke Britania, dan memperkenalkan pengaruh Romawi terhadap Gaul (Perancis kini), sebuah pencapaian yang akibat langsungnya masih terlihat hingga kini.
Julius Caesar bertarung dan memenangkan sebuah perang saudara yang menjadikannya penguasa terhebat dunia Romawi, dan memulai reformasi besar-besaran terhadap masyarakat dan pemerintah Romawi. Dia menjadi diktator seumur hidup, dan memusatkan pemerintahan yang makin melemah dalam republik tersebut.
Caesar meninggal dunia pada 15 Maret 44 SM akibat ditusuk hingga mati oleh Marcus Junius Brutus dan beberapa senator Romawi. Aksi pembunuhan terhadapnya pada hari Idi Maret tersebut menjadi pemicu perang saudara kedua yang menjadi akhir Republik Romawi dan awal Kekaisaran Romawi di bawah kekuasaan cucu lelaki dan putra angkatnya, Kaisar Augustus.
Kampanye militer Julius Caesar diketahui secara mendetil melalui tulisannya sendiri Kumpulan Komentar (Commentarii), dan banyak dari kisah hidupnya yang direkam sejarawan seperti Gaius Suetonius Tranquillus, Mestrius Plutarch, dan Lucius Cassius Dio.

Catatan :
4 jenis kartu (sekop, wajik, keriting, hati) = 4 musim dalam 1 tahun.
52 kartu = 52 minggu dalam 1 tahun.
13 kartu/jenis = 13 fase bulan.


Source

Wednesday, 18 July 2012

Arsitektur Masjid dari Masa ke Masa




Arsitektur merupakan seni paling awal yang selalu menjadi representasi utama seni sebuah bangunan. Seni arsitektur yang nilainya lebih tinggi dari bangunan biasa dapat dilihat pada tempat ibadah. Dalam Islam, seni arsitektur menemukan ekspresinya yang tertinggi ketika ia diaplikasikan dalam arsitektur masjid.

Masjid, selain sebagai bangunan sentral dalam Islam untuk beribadah, juga berperan sebagai sebuah ruang pertemuan besar, forum politik, serta ruang pendidikan. Kebutuhan untuk shalat berjamaah secara fisik telah terpenuhi dengan tersedianya masjid lengkap dengan tempat beribadah dan berandanya yang beratap, tempat wudhu, mimbar, dan mihrab. Sedangkan, kebutuhan politis terpenuhi dengan adanya gambar dan hiasan yang indah.

Arsitektur masjid menjadi refleksi hubungan antarras dan hubungan internasional dalam sejarah perkembangan peradaban Islam ketika itu. Dapat dikatakan, arsitektur masjid merupakan contoh yang jelas untuk melukiskan perpaduan budaya antara Islam dan daerah sekitar tempat masjid itu berdiri. Selain dipengaruhi oleh budaya daerah setempat, seni arsitektur masjid juga dipengaruhi oleh bahan baku yang tersedia saat itu di wilayah tersebut, yaitu batu, batu bata, ataupun tanah liat.

Phillip K Hitty dalam bukunya, History of the Arabs, mengatakan, Masjid Nabawi di Madinah merupakan prototipe umum arsitektur mas jid-masjid besar pada abad pertama Islam. Arsitektur masjid ini se derhana, hanya terdiri dari pelataran terbuka yang dikelilingi oleh dindingdinding yang terbuat dari tanah liat yang dikeringkan. Untuk menghalangi sinar matahari, ditambahkan atap untuk menutup seluruh ruang yang terbuka. Atap tersebut terbuat dari batang pohon kurma yang juga dimanfaatkan sebagai tiang pe nyangga.

Tak hanya itu, batang kurma juga diletakkan di atas tanah yang kemudian digunakan Nabi Muhammad sebagai mimbar. Pada awalnya, mimbar merupakan tempat duduk yang ditinggikan atau singgasana yang digunakan oleh penguasa dan tidak terkait dengan peribadatan. Namun, dalam perkembangan arsitektur Is lam, khususnya masjid, mimbar dijadikan sebagai tempat untuk me nyampaikan khutbah dan hal ter sebut dimulai dari Masjid Nabawi.

Tidak lama menggunakan batang pohon kurma, Nabi Muhammad kemudian mengganti mimbar dengan sebuah podium dari kayu cedar bertangga tiga. Dari bangunan Masjid Nabawi yang sederhana, gambaran umum arsitektur sebuah masjid terdiri dari tiga hal, yaitu beranda atau pelataran, atap, dan mimbar.

Ketika penyebaran Islam menuju Asia Barat dan Afrika Utara dimulai, bangunan yang memiliki seni arsitektur yang tinggi mulai dikuasai orang-orang Muslim. Penguasaan tersebut diikuti dengan penguasaan terhadap pengetahuan dan keterampilan teknis bangsa yang ditaklukkan. Beberapa masjid utama di Aleppo (Turki), Homs (Suriah), dan Beirut (Lebanon) pada mulanya adalah bangunan gereja yang diubah menjadi masjid.

Di Madain (Irak), sahabat Sa’ad ibn Abi Waqqash menggunakan iwan atau eyvan milik raja Persia, yaitu sebuah ruangan dengan pilar yang membentuk busur sebagai tempat shalat. Di Damaskus, Katedral Santo Yahya (St John) peninggalan Romawi Timur (Bizantium) dialihfungsikan oleh Sultan al-Walid I dari Dinasti Umayyah menjadi sebuah masjid yang diberi nama Masjid Umayyah pada 705 M. Begitu pula di Homs, bangunan serupa juga dijadikan sebagai masjid.

Tentang berapa banyak jumlah bangunan Kristen yang dijadikan masjid oleh al-Walid tidak ada data yang pasti.

Di Suriah, arsitektur masjid dipengaruhi oleh gaya Suriah-Bizantium Kristen yang telah ada sebelumnya. Di Mesopotamia (Irak) dan Persia (Iran), arsitektur masjid dipengaruhi oleh gaya Kristen Nestorian dan Dinasti Sasaniyah yang merupakan akar tradisi atau hasil karya peradaban sebelumnya. Sedangkan di Mesir, arsi tek tur masjid diwarnai oleh gaya bagunan orang-orang Kristen Koptik.

Dapat disimpulkan, terdapat empat mazhab seni arsitektur masjid. Di antaranya Mazhab Suriah-Mesir yang mengikuti gaya Yunani Romawi, Mazhab Irak-Persia yang berakar pada Sasaniyah, Kaldea, dan Suriah kuno, Mazhab Spanyol dan Afrika Utara yang memperlihatkan pengaruh Gotik Barat dan Kristen setempat yang sering disebut mazhab Moor atau Maghribi (Maroko), dan mazhab India-Cina yang memperlihatkan gaya Hindu dan Buddha seperti beberapa masjid di Cina yang mirip dengan kuil.

Masjid pertama yang didirikan di daerah penaklukan Islam adalah masjid di Bashrah yang dibangun oleh Utbah ibn Ghazwan pada 637- 638 M. Selain membangun masjid, Utbah menjadikan kota di Irak tersebut sebagai markas pasukan Muslim pada musim dingin. Masjid tersebut dibangun di sebuah lokasi terbuka yang dikelilingi rerumputan dengan menggunakan tanah liat dan batu bata yang dikeringkan oleh sinar matahari dan anyaman rumput sebagai atap.

Pada 638-639 M, Muawiyyah merenovasi masjid tersebut dengan menambahkan sebuah bangunan berupa beranda dengan gaya arsitektur Sasaniyah dengan ciri utama kubah melengkung atau lonjong, lorong-lorong berbentuk setengah lingkaran, menara spiral, langit-langit utama yang melengkung, keramik dinding berglasir, dan atap berlapis logam.

Sedangkan di Afrika, masjid pertama yang dibangun oleh sahabat Amr Ibn al-Ash di Fustat, Mesir, pada 642 M mempunyai sebuah mimbar yang dibuat dan dihadiahkan oleh Raja Nubia (Sudan) yang beragama Kristen. Dalam bentuk aslinya, masjid yang dibangun Amr tersebut sama seperti dengan masjid lainnya, yaitu hanya terdiri atas bangunan segi empat sederhana tanpa mihrab dan menara.

Masjid lainnya di Mesir adalah masjid yang dibangun oleh Uqbah bin Nafi’ di Kairawan pada 670 hingga 675 M. Untuk pertama kalinya, hunian penduduk dibangun di sekitar masjid. Selain pelataran, atap, dan mimbar, terdapat sebuah bangunan yang belakangan ditambahkan dalam masjid, yaitu mihrab, maqshurah, dan menara.

Mihrab adalah bagian masjid yang menjadi penunjuk arah shalat menjadi bagian utama dalam seni arsitektur masjid. Mihrab dipandang sebagai standar umum untuk menentukan kualitas seni lukis Islam yang terus mengalami perkembangan. Mihrab pada masjid Umayyah untuk pertama kalinya berbentuk setengah lingkaran dan bentuk pintu seperti tapal kuda.

Sedangkan, maqshurah adalah sebuah bangunan khusus disamping bangunan umum masjid didirikan pada zaman Muawiyyah selaku pen diri Dinasti Umayyah. Bangunan tersebut merupakan sebuah ruangan berpagar di dalam masjid sebagai tempat khusus untuk khalifah. Maqshurah biasanya digunakan para khalifah untuk mengasingkan diri dan atau untuk ber musyawarah.

Ada alasan khusus mengapa ruangan itu dibangun, yaitu untuk melindungi Muawiyyah dari usaha pembunuhan oleh kelompok Khawarij. Kelompok ekstrem ini sebelumnya berhasil membunuh khalifah Ali Ibn Abi Thalib.

Selain ragam bangunan yang berkembang, arsitektur masjid juga diwarnai dengan hiasan yang indah. Tiga ruang utama dan sayap penyangga kubah Masjid Umayyah dihiasi mozaik hasil karya perajin Persia, India, dan seniman Yunani. Penggunaan marmer dan mozaik semakin memperkaya hiasan dinding masjid.



Sumber : Republika.co.id

Tuesday, 3 July 2012

Angka Kelahiran di Jerman Terendah Sepanjang Sejarah


Berlin (ANTARA/Xinhua-OANA) - Angka kelahiran bayi di Jerman, yang merupakan negara paling padat penduduk di Eropa, mencapai angka terendah sepanjang sejarah sehingga meningkatkan kekhawatiran tentang persoalan populasi pada masa depan, demikian data statistik.
Menurut laporan berdasarkan data sebelumnya oleh Kantor Statistik Federal Jerman di Wiesbaden, terdapat 663.000 bayi yang dilahirkan pada 2011. Jumlah tersebut berarti 15.000 lebih sedikit dari angka tahun lalu dan turun 2,2 persen.
Sebagai perbandingan, ada sekitar 1,4 juta bayi yang dilahirkan di Jerman pada 1964. Setelah itu, tingkat kelahiran bayi terus-menerus mengalami tren penurunan.
Sejak 1972, angka kematian telah melebihi jumlah dari angka kelahiran bayi. Sementara jarak antara perbandingan angka kematian dan angka kelahiran juga meningkat selama beberapa tahun terakhir, ketika jumlah kematian pada 2011 mengalami sedikit penurunan sebesar 0,7 persen sehingga mencapai 852.000.
Walaupun tren penurunan itu bertahan, penduduk Jerman meningkat pada tahun lalu karena banyaknya imigran yang masuk ke negara tersebut.
Tercatat sekitar 279.000 orang pindah dan tinggal di Jerman pada 2011. Jumlah tersebut menjadi angka tertinggi selama sepuluh tahun terakhir.
Sebagai akibatnya, angka penduduk Jerman bertambah sekitar 100.000 secara keseluruhan, kata ahli terkemuka Destatis, Reinhold Zahn, dalam jumpa pers di Wiesbaden.
Statistik menunjukkan fakta bahwa tren penurunan tingkat pertambahan penduduk di Jerman akan terus terjadi bahkan mungkin tidak bisa dihentikan.
Kecilnya angka kelahiran berarti akan ada sedikit ibu pada beberapa dekade ke depan.
Jika perempuan yang lahir pada masa ini tumbuh menjadi wanita dewasa, yang juga akan menahan angka kelahiran rata-rata kurang dari 2,1 anak, maka angka bayi yang lahir akan tetap menurun.
Dalam skenario tersebut, angka rata-rata kematian akan meningkat sebagai akibat dari masyarakat yang semakin tua.
Statistik menunjukkan bahwa warga Jerman tidak hanya cenderung untuk memiliki sedikit anak, namun juga kurang berminat untuk menikah.
Hal tersebut diperlihatkan dengan penurunan angka pernikahan yang terjadi dari tahun ke tahun sebesar 1,1 persen. Tercatat hanya ada 378.000 pasangan yang menikah pada 2011.
Informasi dari Kantor Statistik Federal diduga mencapai hasil akhir resmi pada Agustus.(rr)

Monday, 4 June 2012

Kajian Mengenai Asal Usul Bahasa Melayu



Asal Usul Bahasa Melayu
Apabila kita ingin mengetahui asal usul suatu bahasa, kita perlu mengetahui asal bangsa yang menjadi penutur utama bahasa tersebut. Kerana bahasa itu dilahirkan oleh suatu masyarakat penggunanya dan pengguna bahasa itu membawa bahasanya ke mana pun ia pergi. Demikian juga dengan bahasa Melayu. Apabila kita ingin mengetahui asal usul bahasa Melayu, maka kita perlu menyusuri asal usul bangsa Melayu.
Walaupun sudah ada beberapa kajian dilakukan terhadap asal usul bangsa Melayu, tetapi kata sepakat para ahli belum dicapai. Pandangan yang pertama menyatakan bahawa bangsa Melayu berasal dari utara (Asia Tengah) dan pandangan yang kedua menyatakan bahawa bangsa Melayu memang sudah sedia ada di Kepulauan Melayu atau Nusantara ini. Sebagai perbandingan, kedua pandangan tersebut diperlihatkan sebagai berikut.

Berasal dari Asia Tengah
R.H. Geldern ialah seorang ahli prasejarah dan menjadi guru besar di Iranian Institute and School for Asiatic Studies telah membuat kajian tentang asal usul bangsa Melayu. Sarjana yang berasal dari Wien, Austria ini telah membuat kajian terhadap kapak tua (beliung batu). Beliau menemukan kapak yang dibuat dari batu itu di sekitar hulu Sungai Brahmaputra, Irrawaddy, Salween, Yangtze, dan Hwang. Bentuk dan jenis kapak yang sama, beliau temui juga di beberapa tempat di kawasan Nusantara. Geldern berkesimpulan, tentulah kapak tua tersebut dibawa oleh orang Asia Tengah ke Kepulauan Melayu ini.
J.H.C. Kern ialah seorang ahli filologi Belanda yang pakar dalam bahasa Sanskrit dan berbagai bahasa Austronesia yang lain telah membuat kajian berdasarkan beberapa perkataan yang digunakan sehari-hari, terutama nama tumbuh-tumbuhan, hewan, dan nama perahu. Beliau mendapati bahwa perkataan yang terdapat di Kepulauan Nusantara ini terdapat juga di Madagaskar, Filipina, Taiwan, dan beberapa buah pulau di Lautan Pasifik. Perkataan tersebut antara lain: padi, buluh, rotan, nyiur, pisang, pandan, dan ubi. Berdasarkan serangkaian perkataan yang dikajinya itu Kern berkesimpulan bahwa bahasa Melayu ini berasal daripada satu induk yang ada di Asia.
W. Marsden pula dalam kajiannya mendapati bahwa bahasa Melayu dan bahasa Polinesia (bahasa yang digunakan di beberapa buah pulau yang terdapat di Lautan Pasifik) merupakan bahasa yang serumpun. E. Aymonier dan A. Cabaton pula mendapati bahwa bahasa Campa serumpun dengan bahasa Polinesia, manakala Hamy berpendapat bahwa bahasa Melayu dan bahasa Campa merupakan warisan daripada bahasa Melayu Kontinental. Di samping keserumpunan bahasa, W. Humboldt dalam kajiannya mendapati bahawa bahasa Melayu (terutama bahasa Jawa) telah banyak menyerap bahasa Sanskrit yang berasal dari India.
J.R. Foster yang membuat kajiannya berdasarkan pembentukan kata, berpendapat bahwa terdapat kesamaan pembentukan kata dalam bahasa Melayu dan bahasa Polinesia. Beliau berpendapat bahwa kedua bahasa ini berasal dari bahasa yang lebih tua yang dinamainya Melayu Polinesia Purba. Seorang ahli filologi bernama A.H. Keane pula berkesimpulan bahwa struktur bahasa Melayu serupa dengan bahasa yang terdapat di Kampuchea.
J.R. Logan yang membuat kajiannya berdasarkan adat resam suku bangsa mendapati bahwa ada persamaan adat resam kaum Melayu dengan adat resam suku Naga di Assam (di daerah Burma/Myanmar dan Tibet). Persamaan adat resam ini berkaitan dengan bahasa yang mereka gunakan. Beliau mengambil kesimpulan bahwa bahasa Melayu tentulah berasal dari Asia. G.K. Nieman dan R.M. Clark yang juga membuat kajian mereka berdasarkan adat resam dan bahasa mendapati bahwa daratan Asia merupakan tanah asal nenek moyang bangsa Melayu.
Dua orang sarjana Melayu, yaitu Slamet Muljana dan Asmah Haji Omar juga menyokong pendapat di atas. Slamet Muljana yang membuat penyelidikannya berdasarkan perbandingan bahasa, sampai pada suatu kesimpulan bahwa bahasa Austronesia yang di dalamnya termasuk bahasa Melayu, berasal dari Asia. Asmah Haji Omar membuat uraian yang lebih terperinci lagi. Beliau berpendapat bahwa perpindahan orang Melayu dari daratan Asia ke Nusantara ini tidaklah sekaligus dan juga tidak melalui satu jalan. Ada yang melalui daratan, yaitu Tanah Semenanjung, melalui Lautan Hindi dan ada pula yang melalui Lautan China. Namun, beliau menolak pendapat yang mengatakan bahwa pada mulanya asal bahasa mereka satu dan perbedaan yang berlaku kemudian adalah kerana faktor geografi dan komunikasi. Dengan demikian, anggapan bahwa bahasa Melayu Moden merupakan perkembangan daripada bahasa Melayu Klasik, bahasa Melayu Klasik berasal dari bahasa Melayu Kuno dan bahasa Melayu Kuno itu asalnya dari bahasa Melayu Purba merupakan anggapan yang keliru.

Hubungan bahasa Melayu Moden dengan bahasa Melayu Purba
Skema di atas memperlihatkan bahwa bahasa Melayu Moden berasal dari bahasa Melayu Klasik dan bahasa Melayu Klasik berasal dari bahasa Melayu Induk. Bahasa Melayu Induk berasal dari bahasa Melayu Purba yang juga merupakan asal daripada bahasa Melayu Kuno. Skema ini juga memperlihatkan bahwa bahasa Melayu Moden bukanlah merupakan pengembangan dari dialek Johor-Riau dan bahasa Melayu Moden tidak begitu rapat hubungannya dengan dialek yang lain (Da, Db, dan Dn). Dialek yang lain berasal daripada Melayu Induk manakala dialek Johor-Riau berasal daripada Melayu Klasik.
Berikut ini akan diperlihatkan cara perpindahan orang Melayu dari Asia Tengah tersebut.

(a) Orang Negrito
Menurut pendapat Asmah Haji Omar sebelum perpindahan penduduk dari Asia berlaku, Kepulauan Melayu (Nusantara) ini telah ada penghuninya yang kemudian dinamai sebagai penduduk asli. Ada ahli sejarah yang mengatakan bahwa mereka yang tinggal di Semenanjung Tanah Melayu ini dikenali sebagai orang Negrito. Orang Negrito ini diperkirakan telah ada sejak tahun 8000 SM (Sebelum Masihi). Mereka tinggal di dalam gua dan mata pencarian mereka memburu binatang. Alat perburuan mereka dibuat dari batu dan zaman ini disebut sebagai Zaman Batu Pertengahan. Di Kedah sebagai contoh, pada tahun 5000 SM, yaitu pada Zaman Paleolit dan Mesolit, telah didiami oleh orang Austronesia yang menurunkan orang Negrito, Sakai, Semai, dan sebagainya.

(b) Melayu-Proto
Berdasarkan pendapat yang mengatakan bahwa orang Melayu ini berasal dari Asia Tengah, perpindahan tersebut (yang pertama) diperkirakan pada tahun 2500 SM. Mereka ini kemudian dinamai sebagai Melayu-Proto. Peradaban orang Melayu-Proto ini lebih maju sedikit daripada orang Negrito. Orang Melayu-Proto telah pandai membuat alat bercocok tanam, membuat barang pecah belah, dan alat perhiasan. Kehidupan mereka berpindah-randah. Zaman mereka ini dinamai Zaman Neolitik atau Zaman Batu Baru.

(c) Melayu-Deutro
Perpindahan penduduk yang kedua dari Asia yang dikatakan dari daerah Yunan diperkirakan berlaku pada tahun 1500 SM. Mereka dinamai Melayu-Deutro dan telah mempunyai peradaban yang lebih maju daripada Melayu-Proto. Melayu-Deutro telah mengenal kebudayaan logam. Mereka telah menggunakan alat perburuan dan pertanian dari besi. Zaman mereka ini dinamai Zaman Logam. Mereka hidup di tepi pantai dan menyebar hampir di seluruh Kepulauan Melayu ini.
Kedatangan orang Melayu-Deutro ini dengan sendirinya telah mengakibatkan perpindahan orang Melayu-Proto ke pedalaman sesuai dengan cara hidup mereka yang berpindah-randah. Berlainan dengan Melayu-Proto, Melayu-Deutro ini hidup secara berkelompok dan tinggal menetap di sesuatu tempat. Mereka yang tinggal di tepi pantai hidup sebagai nelayan dan sebagian lagi mendirikan kampung yang berdekatan dengan sungai dan lembah yang subur. Hidup mereka sebagai petani dan berburu binatang. Orang Melayu-Deutro ini telah pandai bermasyarakat. Mereka biasanya memilih seorang ketua yang tugasnya sebagai ketua pemerintahan dan sekaligus ketua agama. Agama yang mereka yakini ketika itu ialah animisme.

Berasal dari Nusantara
Seorang sarjana Inggeris bernama J. Crawfurd telah membuat kajian perbandingan bahasa yang ada di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan kawasan Polinesia. Beliau berpendapat bahwa asal bahasa yang tersebar di Nusantara ini berasal dari bahasa di Pulau Jawa (bahasa Jawa) dan bahasa yang berasal dari Pulau Sumatera (bahasa Melayu). Bahasa Jawa dan bahasa Melayulah yang merupakan induk bagi bahasa serumpun yang terdapat di Nusantara ini.
J. Crawfurd menambahkan pendapatnya dengan bukti bahwa bangsa Melayu dan bangsa Jawa telah memiliki taraf kebudayaan yang tinggi dalam abad kesembilan belas. Taraf ini hanya dapat dicapai setelah mengalami perkembangan budaya beberapa abad lamanya. Beliau sampai pada satu kesimpulan bahawa:
  1. Orang Melayu itu tidak berasal dari mana-mana, tetapi malah merupakan induk yang menyebar ke tempat lain.
  2. Bahasa Jawa ialah bahasa tertua dan bahasa induk daripada bahasa yang lain.
K. Himly, yang mendasarkan kajiannya terhadap perbandingan bunyi dan bentuk kata bahasa Campa dan berbagai bahasa di Asia Tenggara menyangkal pendapat yang mengatakan bahwa bahasa Melayu Polinesia serumpun dengan bahasa Campa. Pendapat ini disokong oleh P.W. Schmidt yang membuat kajiannya berdasarkan struktur ayat dan perbendaharaan kata bahasa Campa dan Mon-Khmer. Beliau mendapati bahawa bahasa Melayu yang terdapat dalam kedua-dua bahasa di atas merupakan bahasa ambilan saja.
Sutan Takdir Alisjahbana, ketika menyampaikan Syarahan Umum di Universiti Sains Malaysia (Julai 1987) menggelar bangsa yang berkulit coklat yang hidup di Asia Tenggara, yiaitu Thailand Selatan, Malaysia, Singapura, Indonesia, Brunei, dan Filipina Selatan sebagai bangsa Melayu yang berasal dari rumpun bangsa yang satu. Mereka bukan saja mempunyai persamaan kulit bahkan persamaan bentuk dan anggota badan yang berbeda daripada bangsa Cina di sebelah timur dan bangsa India di sebelah barat.
Gorys Keraf di dalam bukunya Linguistik bandingan historis (1984) mengemukakan teori Leksikostatistik dan teori Migrasi bagi mengkaji asal usul bangsa dan bahasa Melayu. Setelah mengemukakan pendapatnya tentang kelemahan pendapat terdahulu seperti: Reinhold Foster (1776), William Marsden (1843), John Crawfurd (1848), J.R. Logan (1848), A.H. Keane (1880), H.K. Kern (1889), Slamet Muljana (1964), dan Dyen (1965) beliau mengambil kesimpulan bahawa "...negeri asal (tanah air, homeland) nenek moyang bangsa Austronesia haruslah daerah Indonesia dan Filipina (termasuk daerah-daerah yang sekarang merupakan laut dan selat), yang dulunya merupakan kesatuan geografis".
Pendapat lain yang tidak mengakui bahwa orang Melayu ini berasal dari daratan Asia mengatakan bahawa pada Zaman Kuarter atau Kala Wurn bermula dengan Zaman Air Besar sekitar dua juta sehingga lima ratus ribu tahun yang lalu. Zaman ini berakhir dengan mencairnya ais secara perlahan-lahan dan air laut menggenangi dataran rendah. Dataran tinggi menjadi pulau. Ada pulau yang besar dan ada pulau yang kecil. Pemisahan di antara satu daratan dengan daratan yang lain berlaku juga kerana berlakunya letusan gunung berapi atau gempa bumi. Pada masa inilah Semenanjung Tanah Melayu berpisah dengan yang lain sehingga kemudian dikenali sebagai Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, dan pulau lain di Indonesia.
Proto homonoid yang dianggap sebagai pra-manusia diperkirakan sudah ada sejak satu juta tahun yang lalu dan ia berkembang secara evolusi. Namun, manusia yang sesungguhnya baru bermula sejak 44,000 tahun yang lalu dan manusia moden (Homo sapiens) muncul sekitar 11,000 tahun yang lalu.
Pada masa pra-manusia dan manusia yang sesungguhnya di Asia Tenggara, Asia Timur, dan Australia telah ada manusia. Hal ini dibuktikan dengan ditemuinya Homo soloinensis dan Homo wajakensis (Manusia Jawa = "Java Man") yang diperkirakan berusia satu juta tahun. Pada masa ini wilayah tersebut didiami oleh tiga kelompok Homo sapiens, iaitu orang Negrito di sekitar Irian dan Melanesia, orang Kaukasus di Indonesia Timur, Sulawesi, dan Filipina, serta orang Mongoloid di sebelah utara dan barat laut Asia.
Masing-masing bangsa ini terpisah dengan berlakunya pemisahan daratan. Mereka berpindah dengan secara perlahan. Orang Kaukasus ada yang berpindah ke sebelah barat dan ada pula yang ke sebelah timur. Yang berpindah ke arah timur seperti ke Maluku, Flores, dan Sumba bercampur dengan orang Negrito. Yang berpindah ke arah barat mendiami Kalimantan, Aceh, Tapanuli, Nias, Riau, dan Lampung. Yang berpindah ke arah utara menjadi bangsa Khmer, Campa, Jarai, Palaung, dan Wa.
Hukum Bunyi yang diperkenalkan oleh H.N. van der Tuuk dan diperluas oleh J.L.A. Brandes yang menghasilkan Hukum R-G-H dan Hukum R-D-L dikatakan oleh C.A. Mees bahawa "Segala bahasa Austronesia itu, walaupun berbeda kerana berbagai pengaruh dan sebab yang telah disebutkan, memperlihatkan titik kesamaan yang banyak sekali, baik pada kata-kata yang sama, seperti mata, lima, talinga, dan sebagainya, maupun pada sistem imbuhan, dan susunan tatabahasanya. Perbedaan yang besar seperti dalam bahasa Indo-Eropa, misalnya: antara bahasa Perancis dan Jerman, antara Sanskrit dan Inggris, tidak ada pada bahasa-bahasa Austronesia. Apalagi Kata Dasar (terutama bahasa Melayu) tidak berubah dalam morfologi" juga menunjukkan bahawa bahasa yang terdapat di Asia Selatan dan Tenggara berbeda dengan bahasa yang terdapat di Asia Tengah.

Kesimpulan
Pendapat Geldern tentang kapak tua masih boleh diperdebatkan. Budaya kapak tua yang dibuat dari batu sebenarnya bukan hanya terdapat di Asia Tengah dan Nusantara. Budaya yang sama akan ditemui pada semua masyarakat primitif yang ada di Amerika dan juga di Eropa pada zaman tersebut.
Lagi pula, secara kebetulan Geldern membuat kajiannya bermula dari Asia kemudian ke Nusantara. Kesimpulan beliau mungkin akan lain jika kajiannya itu bermula dari Nusantara, kemudian ke Asia Tengah.
Kajian Kern berdasarkan bukti Etnolinguistik memperlihatkan bahwa persamaan perkataan tersebut hanya terdapat di alam Nusantara dengan pengertian yang lebih luas dan perkataan tersebut tidak pula ditemui di daratan Asia Tengah. Ini menunjukkan bahwa penutur bahasa ini tentulah berpusat di tepi pantai yang strategis yang membuat mereka mudah membawa bahasa tersebut ke barat, yaitu Madagaskar dan ke timur hingga ke Pulau Easter di Lautan Pasifik.
Secara khusus, penyebaran bahasa Melayu itu dapat dilihat di sepanjang pantai timur Pulau Sumatera, di sepanjang pantai barat Semenanjung Tanah Melayu; di Pulau Jawa terdapat dialek Jakarta (Melayu-Betawi), bahasa Melayu Kampung di Bali, bahasa Melayu di Kalimantan Barat, bahasa Melayu Banjar di Kalimantan Barat dan Selatan, Sabah, Sarawak, dan bahasa Melayu di Pulau Seram.
Pendapat Marsden bahwa bahasa Melayu yang termasuk rumpun bahasa Nusantara serumpun dengan rumpun bahasa Mikronesia, Melanesia, dan Polinesia dengan induknya bahasa Austronesia secara tidak langsung memperlihatkan adanya kekerabatan dua bahasa tersebut yang tidak ditemui di Asia Tengah. Penyebaran bahasa Austronesia juga terlihat hanya sebagian pesisir pantai timur (Lautan Pasifik), pantai barat (Lautan Hindi), dan Selatan Asia (kawasan Nusantara) saja dan ia tidak masuk ke wilayah Asia Tengah.
Kesamaan pembentukan kata di antara bahasa Melayu dengan bahasa Polinesia yang dinyatakan oleh J.R. Foster dan kesamaan struktur bahasa Melayu dengan struktur bahasa Kampuchea juga memperlihatkan bahwa bahasa yang berada di Asia Selatan dan Asia Timur berbeda dengan bahasa yang berada di Asia Tengah. Jika kita lihat rajah kekeluargaan bahasa akan lebih nyata lagi bahwa bahasa di Asia Tengah berasal dari keluarga Sino-Tibet yang melahirkan bahasa Cina, Siam, Tibet, Miao, Yiu, dan Burma. Berdekatan dengannya agak ke selatan sedikit ialah keluarga Dravida, yaitu: Telugu, Tamil, Malayalam, dan lain-lain. Kedua keluarga bahasa ini berbeda dengan bahasa di bagian Timur, Tenggara, dan Selatan Asia, yaitu keluarga Austronesia yang menurunkan empat kelompok besar, yaitu Nusantara, Melanesia, Mikronesia, dan Polinesia.
Jika ditinjau dari sudut ilmu kaji purba, penemuan tengkorak yang terdapat di Nusantara ini memberi petunjuk bahwa manusia telah lama ada di sini. Penemuan tersebut di antara lain ialah:

1. Pithecanthropus Mojokerto (Jawa), yang kini berusia kira-kira 670,000 tahun
2. Pithecanthropus Trinil (Jawa), kira-kira 600,000 tahun.
3. Manusia Wajak (Jawa), kira-kira 210,000 tahun.

Jika tiga fosil tersebut dibandingkan dengan fosil Manusia Peking atau Sinanthropus Pekinensis (China) yang hanya berusia kira-kira 550,000 tahun terlihat bahwa manusia purba lebih selesai hidup dan beranak-pinak berdekatan dengan Khatulistiwa. Hal ini diperkuat lagi dengan penemuan fosil tengkorak manusia yang terdapat di Afrika yang dinamai Zinjanthropus yang berusia 1,750,000 tahun. Beberapa pendapat ini menambah kukuh kesimpulan Gorys Keraf di atas yang menyatakan bahwa nenek moyang bangsa Melayu ini tentulah sudah ada di Kepulauan Melayu yang menggunakan bahasa keluarga Nusantara.
Masih ada persoalan yang belum terjawab, yaitu jika betul bangsa Melayu sebenarnya berasal dari Alam Melayu ini, sebelum itu dari manakah asal mereka? Pendapat orang Minangkabau di Sumatera Barat bahwa keturunan mereka ada hubungannya dengan pengikut Nabi Nuh, yaitu bangsa Ark yang mendarat di muara Sungai Jambi dan Palembang semasa berlakunya banjir besar seperti yang diungkapkan oleh W. Marsden (1812) masih boleh diperdebatkan.
Yang kemungkinan dapat ditelusuri ialah dari silsilah Nabi Nuh dari tiga anaknya, yaitu Ham, Yafit, dan Sam. Dikatakan bahwa Ham berpindah ke Afrika yang keturunannya kemudian disebut Negro berkulit hitam, Yafit berpindah ke Eropa yang kemudian dikenali sebagai bangsa kulit putih, dan Sam tinggal di Asia menurunkan bangsa kulit kuning langsat. Putera Sam ialah Nabi Hud yang tinggal di negeri Ahqaf yang terletak di antara Yaman dan Oman. Mungkinkah keturunan Nabi Hud yang tinggal di tepi laut, yang sudah jadi pelaut, menyebar ke Pulau Madagaskar di Lautan Hindi hingga ke Hawaii di Lautan Pasifik lebih mempunyai kemungkinan menurunkan bangsa Melayu? Satu kajian baru perlu dilakukan.

http://massahar-tiga.blogspot.com/2011/05/asal-usul-bahasa-melayu-sebuah-kajian.html