Sunday, 25 December 2011

Cara Menyimpan Kopi Supaya Awet




Saat kita membeli kopi di supermarket, biasanya sudah ada kemasan plastik yang mewadahinya. Namun, setelah sampai di rumah, tahukah Anda cara menyimpa kopi tersebut dengan benar?

Menurut Coffe Specialist dari UKMI (Usaha Kita Makmur Indonesia), Andrew Susanto, Kopi tak perlu dikeluarkan dari kemasan kemudian dituangkan ke dalam stoples. “Buka kemasannya sedikit saja kemudian ditutup kembali rapat-rapat,” ujarnya.

Setelah itu, masukkan kemasan yang sudah ditutup itu ke dalam toples yang kedap udara, atau paling tidak penutup toples tersebut benar-benar rapat.

Menurutnya, dengan cara ini kopi akan semakin awet dan tahan lama. Ini karena udara yang kelua masuk semakin sedikit. Toples kopi tersebut ditaruh di dalam lemari dapur dengan suhu ruangan yang stabil, dan jangan masukkannya ke dalam lemari es karena bisa merusak karakteristik kopi.

Jika terpaksa membuka kemasan karena rusak atau tidak layak pakai, masukkan bubuk kopi ke dalam toples dan pastikan tutup toples betul-betul kedap udara. Kopi dengan penyimpanan yang baik bisa bertahan dua hingga tiga bulan.

Sumber : Republika.co.id

Alasan Mengapa Perempuan Tambah Gemuk Setelah Menikah




Beberapa pria dan wanita merasa badannya lebih berisi setelah menikah. Perasaan lebih gemuk ini bisa jadi bukan sekedar mitos. Studi baru yang dipresentasikan di American Sociological Association, menyatakan perkawinan memang bisa mengarah ke penambahan berat badan yang cukup signifikan.

Studi ini mengatakan, setelah menikah berat badan wanita bisa meningkat hingga 33 persen. Angka itu pun masih masuk kategori peningkatan berat badan dalam skala kecil. Peningkatan berat badan pada skala yang lebih besar, bahkan mencapai 48 persen.

Namun, tunggu dulu, jangan buru-buru mengkambinghitamkan pernikahan jika anda tiba-tiba menjadi gemuk. Studi yang dilakukan pada tahun 2006 menemukan bahwa ada kecenderungan perubahan pola makan pada wanita setelah menikah.

Orang yang telah menikah cenderung sering makan bersama. Hal ini yang diyakini menjadi salah satu penyebab meningkatnya berat badan seseorang setelah menikah.

Jika sang suami memiliki porsi makan lebih banyak, hal ini dapat mempengaruhi nafsu makan sang istri. Dengan kata lain, keinginan untuk makan banyak terkadang bukan disebabkan oleh nafsu makan sendiri, namun berasal dari nafsu makan yang tertular dari pasangan mereka.

Pasangan yang baru menikah juga cenderung untuk sering bereksperimen membuat masakan. Akhir pekan yang dihabiskan bersama, sering identik dengan membuat menu baru pada makanan mereka.

Sebagai bentuk penghargaan, sang suami akan menghabisakan makanan sebagai penghargaan bagi sang istri. Sementara itu, sang istri juga akan terpengaruh dengan nafsu makan suami.

Namun, lelaki cenderung menghabiskan kalori yang lebih banyak dibandingkan perempuan, bahkan ketika sedang beristirahat. Sedangkan pembakaran kalori pada tubuh wanita lebih lambat. Oleh karena itu jangan heran perempuan cenderung lebih mudah gemuk setelah menikah.

Sumber : Republika.co.id

Khasiat Obat Herbal untuk Penyakit Pikun




BOGOR - Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor melakukan penelitian mengenai potensi obat berbasis herbal untuk penyakit demensia atau kepikunan.

"Sudah lebih dari dua tahun ini tim kami melakukan penelitian yang berkaitan dengan potensi herbal untuk demensia," kata Kepala Pusat Studi Biofarmaka IPB Prof Dr Ir Latifah K Darusman, MS di Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/12).

Menjawab pertanyaan ANTARA pada diskusi ilmiah bertema "Tipe Demensia Alzheimer" yang menghadirkan narasumber ahli saraf dr Andreas Harry Sp.S (K), ia mengemukakan bahwa penelitian tersebut lebih difokuskan pada kadar asetilkolina (acetylcholine) pada sejumlah herbal.

"Jadi, kami  terus mencari pada herbal apa saja yang kadar asetilkolinanya cukup kuat," kata Latifah K Darusman.

Pada diskusi yang diikuti sejumlah peneliti yang juga kandidat master (S2) dan doktor (S3) itu, pihak Pusat Studi Biofarmaka IPB mendapatkan paparan yang cukup rinci dari Andreas Harry mengenai demensia.

Ahli saraf lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya yang juga anggota 'Advance Research Alzheimer's' itu menjelaskan bahwa demensia adalah sindroma klinik yang meliputi hilangnya fungsi intelektual dan berkurangnya domain memori yang menyebabkan gangguan aktivitas kehidupan sehari-hari.

"Demensia bersifat progresif bertahap, dan pada penderitanya tetap dalam keadaan sadar (normal consiousness)," katanya.

Ia menjelaskan, pada konferensi dokter ahli saraf dunia tentang Alzheimer yang berlangsung di Paris, Prancis, pada pertengahan Juli 2011, para ahli memperkirakan bahwa penderita demensia (kepikunan) di negara-negara berkembang akan meningkat drastis.

"Di negara-negara berkembang, jumlah penderita demensia akan meningkat lebih drastis selama dekade berikutnya, diperkirakan tiga sampai kali lipat lebih tinggi daripada di negara maju," kata Andreas Harry, yang menjadi satu-satunya peserta asal Indonesia yang diundang mengikuti konferensi dunia para dokter ahli Alzheimer itu.

Konferensi internasional tentang penyakit Alzheimer 2011 yang diselenggarakan Asosiasi Alzheimer (AAICAD) itu, yang diikuti para peneliti dunia mengenai penyakit tersebut, juga menyimpulkan obat baru 'memantine' adalah pengobatan yang unik bagi demensia, khususnya jenis Alzheimer.

Selain itu, kata dia, 'memantine' yang sudah masuk di Indonesia, namanya dikenal dengan "Ebixa", yang disebutkan efektif dalam mencegah secara klinis memori yang memburuk.

"Jadi penurunan memori secara dini harus dicegah untuk demensia di masa depan," kata ahli saraf di bawah bimbingan Prof dr Djoenaidi Widjaya, Ph.D, Sp.S (K), yang juga dosen pascasarjana Fakultas Psikologi Universitas Tarumanegara (Untar) Jakarta.

Sementara itu, pada konferensi ASEAN Neurological Association (ASNA) 2011 di Sanur, Kota Denpasar, Bali pada awal November 2011, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi) Prof Mohammad Hasan Machfoed, SpS (K) mengemukakan, pihaknya akan melakukan orientasi program menemukan insiden prevalensi penyakit demensia (kepikunan) pada masyarakat Indonesia.

"Kalau di luar negeri (angka prevalensinya) langsung bisa diketahui karena datanya ada, sedangkan kalau di kita (Indonesia) tidak. Angka (di Indonesia) cukup tinggi, namun jumlah pastinya secara resmi belum ada," katanya.

ASNA adalah forum dua tahunan para dokter ahli saraf di Asia Tenggara, sebagai ajang komunikasi dan pertukaran pengetahuan di kalangan dokter ahli saraf se-Asia Tenggara (ASEAN). Meski untuk prevalensi demensia di Indonesia belum ada angka resmi, namun Mohammad Hasan Machfoed memprakirakan angkanya di kisaran lima hingga tujuh persen.

Hitungan angka yang diprakirakan itu, kata dia, berapa penduduk Indonesia, berapa yang usianya tua (lanjut usia), dan dari yang tua itu berapa yang mengalami demensia. "Kalau saya bisa sebutkan kira-kira 80 persen dari demensia, jadi kalau diambil dari yang pikun itu (jumlahnya) cukup tinggi," kata guru besar Fakultas Kedokteran Unair kelahiran Madura, Jawa Timur, itu.

Dikemukakannya bahwa di Indonesia, demensia itu makin banyak karena yang pertama, dari aspek usia. "Demensia menjadi penting karena usia harapan hidup itu makin lama makin tinggi, sedangkan demensia itu penyakitnya orang tua bukan anak-anak, dengan demikian dengan kondisi tersebut maka timbul kelainan yang disebut demensia.

"Nah, nanti polanya akan ke sana, justru mungkin akan terbanyak, karena apa, penyakit-penyakit yang sifatnya degeneratif itu, salah satunya adalah demensia ini," katanya.

Sumber : Republika.co.id

Saturday, 24 December 2011

Kacang Almond Dapat Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Dan Menjaga Kesehatan Jantung




JAKARTA - Jika anda suka 'ngemil', ada baiknya anda menyimpan kacang almond. Makanan ringan yang satu ini selain bisa dikunyah agar mulut tidak menganggur juga berkhasiat menjaga kesehatan tubuh. Kacang yang pertama kali ditanam oleh orang Yunani ini dapat membantu menurunkan kolesterol, menurunkan tekanan darah tinggi dan menjaga kesehatan jantung.

Kacang almond adalah salah satu jenis kacang yang paling kaya nutrisi. Dibandingkan dengan jenis kacang lain, dengan berat yang sama kacang almond memiliki kandungan protein, vitamin dan mineral yang paling tinggi.

Pemilik nama latin Prunus dulcis merupakan gudang kebaikan gizi. Almond  adalah sumber vitamin E, magnesium, mangan, tembaga, fosfor, sumber serat yang baik dan riboflavin. Dalam 100 gram almons, mengandung 13 gram lemak tidak jenuh yang baik, hanya 1 gram lemak jenuh, dan selalu bebas kolesterol.

Almond kaya vitamin dan mineral. Dua komponen itu membantu reaksi kimia dalam tubuh menjadi lebih cepat. Vitamin E berfungsi menjaga kesehatan jantung dan lever. Tubuh akan lebih rentan terhadap penyakit tertentu jika tidak diberi vitamin E yang cukup. Alpha-tokoferol dari vitamin E yang ditemukan di almond adalah salah satu antioksidan penting. Alpha-tokoferol membantu menetralkan radikal bebas dalam tubuh. Radikal bebas merupakan molekul tidak stabil yang dapat merusak sel-sel tubuh sehingga berpotensi menyebabkan kanker. Hampir setiap hari ketika mendapatkan paparan sinar matahari berlebih, tubuh menerima serangan radikal bebas dari sinar Ultra Violet (UV).

Selain vitamin E, almond juga kaya akan kalsium. Satu biji almond dapat berisi sampai seperempat dari kebutuhan kalsium sehari-hari. Kalsium berfungsi dalam menguatkan tulang dan gigi.

Sumber : Republika.co.id

Agar Kanker Tak Bikin Kantong Kering




JAKARTA – Kanker kini bukan hanya menjadi penyakit orang kaya atau orang kota. Kanker telah menjadi penyakit segala lapisan ekonomi mayarakat.

"Beban biaya untuk pengobatan kanker berat, tapi bukan berarti tak bisa diobati," kata Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Hasbullah Tabrany.

Untuk membuat kanker menjadi penyakit yang bisa diobati secara biaya, delapan negara ASEAN kini mengadakan studi mempelajari dampak kanker terhadap sosial dan ekonomi.

Forum dengan nama ASEAN Cost in Oncology (ACTION) diluncurkan Jumat, (16/12) oleh menteri Kesehatan RI, Endang Rahayu Setianingsih. Dari studi ini diharapkan bisa diketahui total biaya yang membebani kehidupan rumah tangga jika salah satu anggotanya menderita sakit kanker.

"Jika total biaya yang diperlukan untuk pengobatan lebih tinggi dibandingkan pendapatan per kapita, nanti biaya pengobatam diharapkan bisa dibiayai oleh pemerintah," ujar Endang.

Penelitian yang rencananya akan  selesai pada 2013 ini juga diharapkan bisa merekomendasikan kebijakan pemerintah untuk pencegahan kanker dengan skala nasional.

Di Indonesia, studi ini akan mensurvei 2.400 data pasien kanker di 12 rumah sakit besar. Studi total di ASEAN, rencananya akan melibatkan 10 ribu responden. Dari studi ini akan dijitung total biaya pengobatan mulai dari diagnosa, transportasi.

Menkes berharap nantinya rumah sakit swasta juga semakin banyak yang terlibat dalam memberikan jaminan kesehatan kepada para penderita kanker. Hingga kini, baru 300 rumah sakit swasta yang menggunakan Jamkes, padahal di Indonesia ada sekitar 800 rumah sakit.

Sumber : Republika.co.id