Wednesday, 28 December 2011

Berhentilah Merokok Jika Tak Ingin Mengalami Kebotakan





JAKARTA - Hampir semua orang tahu bahwa rokok mengganggu kesehatan jantung. Tapi, mungkin tak banyak orang yang tahu bahwa rokok juga memiliki andil dalam kerontokan rambut, proses beruban dan kebotakan.
Rokok terdiri dari 4.000 bahan kimia berbahaya yang semuanya merusak kesehatan tubuh. Ketika rokok dihisap, semua bahan kimia juga terhirup. Dari keseluruhan zat kimia yang ada, nikotin dan karbon monoksida adalah ‘biang keladi’ kerusakan rambut.
Meskipun beruban adalah salah satu dari masalah keturunan, ahli kecantikan Dr Jamuna Pai mengatakan rokok dapat memperburuk hal itu. Nikotin dapat menyebabkan pembuluh darah mengerut sehingga mempersulit untuk memompa darah dari arteri. Merokok juga menghasilkan karbon monoksida yang menghambat kapasitas darah untuk membawa oksigen dan mengeluarkan racun.
"Kedua faktor ini mencegah oksigenasi jaringan rambut dan penghapusan efektif radikal bebas dari tubuh. Sehingga, ini memperparah masalah rambut beruban dan kerontokan rambut," ujar dia.
Baik pria maupun wanita berpotensi mengalami kebotakan. Kebotakan pada pria dipicu oleh hormon androgen laki-laki yang bertanggung jawab untuk kerusakan folikel rambut. Di sisi lain, wanita yang memiliki hormon androgen dan estrogen dalam tubuh mereka. Estrogen dapat berfungsi melawan efek dari androgen.
"Wanita mengalami kebotakan juga. Ancaman ini lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Namun efek negatif dari merokok membuat rambut rontok lebih banyak dialami oleh pria dibandingkan wanita (diasumsikan lebih banyak pria yang merokok dibanding wan­­­ita)," kata trichologist Dr Shah Apoorva.
Karbon monoksida dalam asap menurunkan kapasitas oksigen dalam darah. Merokok dapat menyebabkan pertumbuhan rambut untuk mengganti sel rambut yang mati akibat kerontokan rambut menjadi terhambat.

Sumber : Republika.co.id

Tuesday, 27 December 2011

Penderita Darah Tinggi Akan Lebih Cepat Pikun


BANTUL - Orang tua yang mengalami demensia atau kepikunan sangat membutuhkan pendampingan dari keluarganya, kata dokter jiwa dari Rumah sakit Umum Daerah Panembahan Senopati Kabupaten Bantul Vista Nurasti Pradantya Sp KJ.
"Lanjut usia (lansia) yang sudah pikun mulai bertindak seperti anak kecil, dan lebih merepotkan. Oleh karena itu, butuh pendampingan dengan sebaik-baiknya," katanya pada seminar tentang dimensia, Rabu.
Menurut dia, pihaknya menyarankan jika dalam keluarga terdapat manula yang mengalami demensia, semua anggota keluarga harus dapat memahami penderita dan dapat memberikan pendampingan dengan penuh ketelatenan dan kesabaran.
Ia mengatakan demensia bisa datang lebih awal pada diri seseorang yang sudah berusia sekitar 40 tahun, dan saat memasuki usia 65 tahun kondisinya meningkat dua kali lipat dan pertambahan usia lima tahun.
"Bagi penderita hipertensi, dislipidenia dan gangguan sirkulasi pembuluh darah ke otak akan lebih awal terkena dimensia, maka sebaiknya penyakit yang ada diobati dahulu," katanya.
Menurut dia, sedangkan langkah selanjutnya yaitu mengkonsumsi vitamin E, karena terbukti dapat mengurangi gejala demensia.

Sumber : Republika.co.id

Kebanyakan ABG Pertama Kali Berhubungan Seks Pada Umur 19




JAKARTA - Kebanyakan Anak Baru Gede (ABG) melakukan hubungan seks pranikah pertama pada umur 19 tahun. Hal ini terungkap dari survey yang dilakukan lembaga internasional DKT bekerja sama dengan Sutra and Fiesta Condoms.
Survey dilakukan terhadap 462 responden berusia 15 sampai 25 tahun. Semua responden menyatakan pernah berhubungan seksual. Survey dilakukan pada Mei 2011 di Jakarta, Surabaya, Bandung, Bali, dan Yogyakarta.
Menanggapi hal ini, psikolog seksual, Zoya Amirin, mengatakan pada usia remaja yang merupakan masa yang labil, mereka ingin tahu semua hal. Namun terkadang mereka tidak terbuka dengan orang terdekat dan lebih senang curhat dengan sesama teman. “Hal ini terjadi pada pembelajaran tentang seks. Orang tua menganggap seks itu tabu. Akibatnya mereka cari tahu ke sumber lain, misal teman dan internet. Padahal kebeneran informasinya belum jelas."
Ia mengharapkan orang tua berperan lebih aktif. Mereka harus memberi pendidikan tentang seks sejak dini. Hal ini untuk membentengi diri dari informasi yang tidak jelas. "Seks bisa dikemas dalam bentuk tidak vulgar atau cabul. Bukan zamannya menganggap seks tabu," tambahnya.
Hasil survey tersebut menyebutkan, 88 persen hubungan seks dilakukan bersama pacar. Sembilan persen sesama jenis, terutama wanita, dan delapan persen dengan PSK untuk pria.
Umumnya mereka melakukan hubungan suami istri di tempat kos, dengan jumlah 33 persen. Hotel atau motel memiliki peminat 28 persen, sementara rumah 24 persen. Lama pacaran mereka sebelum berhubungan seksual, rata-rata satu tahun.

Sumber : Republika.co.id

Monday, 26 December 2011

Perbedaan Antara Ravioli, Lasagna, dan Fetuccini




JAKARTA - Dari satu bahan yang hampir sama, lahir beragam nama. Inilah pasta, bahan makanan asal Italia.  Yang paling populer di sini selain spageti, adalah ravioli, lasagna, dan fetuccini. Boleh dibilang sama bahannya, namun beda rasananya setelah menjadi hidangan.

Ravioli adalah pasta yang satu ini bentuknya mirip pastel. Terdiri dari dua lembaran pasta yang dalamnya bisa diisi. Isinya pun bisa macam-macam, dari daging sapi, ayam, jamur, keju, hingga olahan //seafood//.

Lasagna, adalah pasta yang satu ini berbentuk lembaran-lembaran yang diberi isi dan disusun-susun. “Umumnya, lasagna memiliki tujuh lapis,” kata Chef Bolsieri, pakar kuliner Italia di sebuah hotel berbintang di Jakarta. Umumnya, Lasagna diisi dengan daging sapi cincang dankeju mozarella.

Sedang fettucini adalah pasta yang satu ini bentuknya seperti mie gepeng, namun agak tebal. Fetuccini yang paling terkenal adalah Fettucini Alfredo, yaitu fettucini yang dicampur dengan saus dan ditambah dengan udang.

Selain ketiganya,m ada jelis olahan pasta lainnya, yaitu:

Gnocchi
Gnocchi merupakan pasta olahan yang terbuat dari kentang. Kentang rebus yang telah dihancurkan dibuat sebagai bahan pencampur terigu. Gnocchi umumnya disajikan dengan saus tomat.

Tortelloni
Pasta yang satu ini bentuknya menyerupai pangsit isi. Umumnya, tortelloni diisi dengan keju ricotta dan daun-daunan seperti bayam. Sama seperti pasta pada umumnya, penyajian tortelloni biasanya disiram dengan saus tomat.

Orecchiette
Pasta berukuran kecil berbentuk lingkaran gepeng seperti disc. Umumnya, berdiameter dua senti. Orecchiette umumnya dipadukan dengan saus sayuran. Bisa ditambahkan polong-plongan dan jamur.

Cannelloni
Cannelloni adalah pasta berukuran kecil seperti makaroni. Namun, bentuk cannelloni menyerupai pipa kecil. Biasanya disajikan dengan saus tomat kemudian dipanggang.

Cavatelli
Cavatelli merupakan pasta berbentuk seperti kerang berukuran kecil.  Umumnya, cavatelli diolah dengan campuran sayuran seperti brokoli dan tomat. Bisa juga ditambahkan polong-polongan.

Capellini
Jika sudah familiar dengan spaghetti, maka capellini adalah bentuk pasta seperti spaghetti namun berukuran sangat tipis seperti rambut. Karena teksturnya yang sangat lembut, maka diberi nama rambut malaikat. Pasta ini disajikan dengan saus yang ringan seperti minyak zaitun atau keju.

Farfalle
Fafalle memiliki bentuk unik seperti dasi kupu-kupu pada tuxedo pria. Pasta ini biasa digunakan untuk campuran salad. Bisa juga diolah dengan saus ringan seperti minyak zaitun, keju, dan mentega.

Sumber : Republika.co.id


Hujan-hujanan Tak Sebabkan Masuk Angin






Ingin menghindari masuk angin, jangan tinggal di dalam rumah. Begitu yang disarankan oleh ahli penyakit menular, Profesor Peter Collignon. Beberapa anggapan yang mengatakan bahwa cuaca dingin dan hujan di luar bisa menyebabkan sakit, ternyata sudah dianggap sebagai 'ajaran' kuno.



"Anggapan bahwa lebih baik tinggal di dalam rumah ketika cuaca luar sedang dingin bukan hanya salah, namun berbahaya," ujar pria yang juga direktur Penyakit Infeksi di Australian National University di Canberra.



Ia menganggap orang yang berada di dalam rumah justru lebih berpotensi untuk sakit. Menurutnya, bukan kondisi cuaca yang membuat seorang menjadi sakit. Namun, ia menganggap respon terhadap suhu dingin itulah yang menyebabkan sakit. Di dalam ruangan, virus justru lebih berpotensi untuk tersebar.



"Mereka yang tinggal di dalam rumah juga kurang mendapatkan vitamin D karena mereka tidak mendapatkan sinar matahari," ujar dia.



Dua profesor ahli penyakit menular di Australia mengatakan orang-orang yang pergi ke luar saat cuaca dingin dan hujan mendapatkan lebih banyak vitamin D sehingga lebih kecil kemungkinannya untuk sakit flu.



Pakar lain, dari University of Sydney, mengingat percobaan yang dilakukan di Inggris beberapa tahun yang lalu. Profesor David Isaacs menceritakan bagaimana para peneliti dari Research Unit Common Cold di Salisbury menempatkan relawan di sebuah kolam renang di tengah musim dingin dan ternyata mereka tidak pilek.



"Dingin itu tidak menyebabkan anda menjadi demam," katanya. "Stres karena berada di dalam ruangan yang penuh sesak, jauh lebih berbahaya," ujar Isaacs.



Penelitian ini turut diamini oleh beberapa ibu. Miami Hazell, salah seorang ibu mengatakan anaknya menderita asma dan paru-paru kronis. Sang anak justru mendapat keuntungan ketika berada di luar ketika sedang hujan dan cuaca dingin.



Pengalaman serupa juga dialami oleh Annette Sage. Ibu ketiga anak ini berkemah pada saat musim dingin. Keluarga itu bahkan berenang di laut, namun tak satupun anaknya yang mengalami sakit. 



Sumber : Republika.co.id