Wednesday, 11 July 2012

Bukan Itu Maksudku





Berbagi padamu apa yang kumiliki..

Meluangkan waktuku tuk temani harimu..

Belajar tuk bersikap bijak...

Saat kudengar kisahmu…

Menawarkan kenyamanan..

Teduhkan risau hatimu..

Ternyata..

Tak seutuhnya kau pahami..

Kau salah mengerti..

Dugamu tentang sikapku ini..

Bukan inginku memiliki hatimu..

Menjadikanmu bagian dari rasa cintaku..

Mauku hanya menyenangkan rasamu..

Coba memikul separuh beban hidupmu..

Agar kelam mentari pagi..

Pupus di matamu..

Agar tak lagi tertahan langkah kakimu..

Mampu jalani waktu dengan percaya diri..

Mengawalinya dalam senyum bahagia..

Karna perkaramu..

Sesungguhnya adalah bukti cinta Tuhan padamu..

Jadi..

Lihat aku di sini..

Yang tetap setia berdiri..

Menggenggam tali pertemanan..

Yang selalu kusimpan..

Tuk kuulurkan padamu suatu saat nanti..

Mengetahui Rukun Kebahagiaan





Habis gelap terbitlah terang. Begitulah kira-kira perumpamaan kehidupan ini. Bagi siapa pun, kesusahan atau kebahagiaan selalu datang silih berganti. Keduanya selalu hadir dalam kehidupan, meski dengan proporsi yang berbeda. 

Ada yang mengalami setengah kesenangan dan kebahagian. Ada pula yang merasa hidupnya lebih banyak kebahagiaannya, atau malah sebaliknya, merasa lebih banyak kesusahannya, sehingga kebahagiaan seperti menjauhi kehidupannya.

Simak kisah Nabi Ayub yang mendapatkan proporsi kesulitan yang cukup besar dalam hidupnya. Firman Allah SWT, “Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya, ‘(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Mahapenyayang di antara semua penyayang’.” (QS. Al-Anbiyaa’: 83). 

Bagaimana ikhtiar supaya proporsi kesenangan lebih banyak dirasakan daripada kesusahan? Padahal, senang dan susah tidak dapat tidak, mesti berganti.

Buya Hamka, seorang ulama yang memiliki andil besar dalam menghadirkan tasawuf modern, menyebutkan empat rukun agar kebahagian yang bersemayam dalam kehidupan manusia, lebih banyak terasa dibandingkan kesusahannya. 

Pertama, sehat tubuh. Selain menjaga kesehatan fisik, disebutkan juga bahwa seseorang hendaknya menjauhi sifat hasad. Karena, dengan sifat hasad, ‘maka susahmu, miskinmu, dan sakitmu akan berlipat’.

Kedua, sehat akal, ingatan, keteguhan pendapat dan pikiran. Perjuangan hidup memang senantiasa menghendaki kepayahan akal. Oleh karena itu, akal yang cepat mengeluarkan pendapat, merespons realitas, dan selalu melihat apa yang di belakang yang tampak di mata, harus selalu diasah, sehingga menghadirkan kemenangan sekaligus kebahagiaan.

Ketiga, sehat jiwa, yang merupakan derivasi dari keimanan kepada Allah SWT. Namun, akan tidak berarti apa-apa sekiranya sehat rohani itu hanya dijadikan jargon, tanpa memberikan efek nyata dalam kehidupan. 

Terakhir ada pepatah yang sangat berharga, yaitu ‘kekayaan adalah pada perasaan telah kaya’. Bila seseorang telah merasa kaya, sepeser pun tak berarti kekayaan itu kalau belum untuk kemaslahatan umum, membela fakir miskin, dan menyucikannya dengan berzakat, infak, dan sedekah. Oleh karenanya, perlombaan dalam mengarungi lautan kehidupan, meniscayakan perlombaan dalam melakukan penyucian jiwa.



Sumber : Republika.co.id

Enam Amalan Penolak Bala





Semua orang tentu sangat mendambakan berada dalam zona aman yang terliputi kebaikan dan kebahagiaan, sehingga apabila ada bencana yang mengancam mereka pun berusaha menangkalnya.

Dan, jika bencana sudah menimpa, berbagai cara pun ditempuh untuk menghilangkannya. Dalam keadaan seperti ini, orang yang tidak memiliki pemahaman tauhid yang benar sangat rawan terjerumus dalam kesyirikan.

Seorang Muslim harus meyakini bahwa hanya Allah yang menguasai seluruh kebaikan dan mudharat, baik yang belum maupun yang sudah menimpa. 

Allah SWT berfirman, “Katakanlah: Maka terangkanlah kepadaku ten tang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudharatan kepadaku, apakah ber hala-berhalamu itu dapat menghilang kan kemudharatan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apa kah mereka dapat menahan rahmat- Nya? Katakanlah: Cukuplah Allah bagiku, kepada-Nyalah bertawakal orang-orang yang berserah diri.” (QS az-Zumar [39]: 38).

Ayat ini dan ayat-ayat yang semacam nya, memupus ketergantungan hati kepada selain Allah dalam meraih kebaikan atau menolak kemudharatan. Saatnya kita mengenali jalan-jalan yang bisa kita tempuh untuk menyelamatkan diri dari berbagai bencana dan balabala kehidupan.

Di antara jalan tolak bala bencana yang Allah tunjukkan kepada kita adalah pertama, doa. “Ya Rabbana, jangan uji kami di luar batas kemampuan kami.” (QS al-Baqarah [2]: 286). Sebuah hadis menyebutkan, “Tidak ada yang bisa menolak takdir kecuali doa.”

Kedua, kesungguhan takwa. Keterjagaan terhadap amalan takwa pada akhirnya menutup hal terburuk dan apa pun yang tidak dikehendaki olehnya. “Barang siapa yang bertakwa, maka Allah jadikan ada jalan keluar baginya.” (QS at-Thalaq [65]: 2-3).

Ketiga, restu dan rida orang tua. Tidaklah setiap kejadian dan peristiwa yang dialami oleh seseorang kecuali atas izin Allah SWT. Dan izin atau restu Allah bersama dengan restu orang tua, demikian sebut Nabi SAW yang diriwa yatkan Imam at-Tirmidzi, Ibnu Hibban, dan Hakim.

Keempat, sedekah. Orang-orang yang beriman sangat sadar terhadap ke kuatan sedekah sebagai ikhtiar me nolak bala, kesulitan, dan berbagai macam penyakit. Rasullullah SAW ber sabda, ”Bersegeralah bersedekah, sebab yang namanya bala tidak pernah mendahului sedekah. Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah. Dan obatilah penyakitmu dengan sedekah.”

Kelima, perbanyak istighfar. “Kami tidak akan menurunkan azab bencana selama mereka masih beristighfar (QS al-Anfal [8]: 33).

Keenam, silaturahim, lalu selalu berzikir dan membaca shalawat. “Petir menyambar kafir juga mukmin, tetapi petir tidak akan menyambar orang yang sedang berzikir.”

Berikutnya, kegemarannya adalah senantiasa berbuat baik (QS 55:60). Subhanallah. Semoga Allah melindungi kita dan keluarga kita dari berbagai bala bencana. Amin. 

Wallahu a’lam bisshawab.



Sumber : Republika.co.id

Sunday, 8 July 2012

Beberapa Hal yang Diharapkan tidak Dipasang Di Facebook



Facebook, jejaring sosial terbesar di dunia, kini menjadi mesin pencarian identitas. Baik dari perusahaan, pengintai, maupun aparat hukum. Tak lupa peretas yang ingin membuat identitas palsu. Wahai pemilik akun di jejaring besutan Mark Zuckerberg, perhatikan 10 hal terlarang untuk muncul di Facebook.

Tanggal lahir
Mengungkap tanggal lahir itu berbahaya. Sebab institusi keuangan biasanya membutuhkan informasi tanggal lahir untuk kartu kredit atau pernyataan di bank. Membiarkan tanggal lahir terlihat, sama saja membuka pintu untuk pencurian identitas.

Nama tengah Ibu
Ingat banyak situs yang menggunakan jawaban nama tengah sebagai pertanyaan keamanan untuk mengingat kata kunci. Waspadalah apa yang anda tulis tentang Ibu di dunia maya.

Alamat rumah
Tidak perlu membagi informasi ini dengan teman, kenalan atau mantan rekan kerja. Pencuri sekarang juga tahu cara menggunakan Facebook. Apalagi jika Anda menulis status sedang bepergian sekeluarga, sudah tinggal tunggu masa saja isi rumah dikuras si penjahat ini.

Status pergi dari rumah dalam waktu lama
Menulis status pergi dari rumah dalam jangka waktu lama berarti mengumbar informasi kepada dunia maya bahwa rumah Anda kosong. Jika Anda memang harus mempublikasikan status ini, maka bisa ditambahkan bahwa ada penjaga, anjing atau alarm pencuri di rumah.

Status pergi dari rumah dalam waktu singkat
Meski cuman singkat, kalau Anda terus-terusan menulis check-in di tempat yang berada di luar rumah, pencuri tentu awas kalau kediaman Anda kosong.

Foto tak sopan
Anda mungkin sudah membaca bahwa ada orang yang kehilangan pekerjaan karena mereka bersikap rasis atau menampilkan foto yang tak sopan di dunia maya. Jadi jangan lakukan!

Mengeluh atau marah
Jangan bilang ke Facebook atau Twitter jika Anda marah kepada bos, mengaku mabuk, dan memiliki obat-obatan terlarang. Atau mengaku pura-pura sakit.
Screenshoot status Anda bisa jadi bukti yang membahayakan reputasi, klien dan nasib profesi. Di Singapura, bahkan remaja yang menulis status berbau rasis bisa ditangkap. Di bawah UU Penghasutan, siapa pun yang terbukti bersalah menyebarluaskan kebencian antar ras atau kelas dalam populasi di Singapura dapat di denda 5 ribu dolar Singapura (Rp 37 juta) dan penjara maksimal tiga tahun.

Nomor telepon
Memasang nomer telepon, maka dipastikan Anda akan dihubungi banyak telemarketer, pengintai dan temannya teman yang sok kenal.

Status hitung mundur jelang liburan
Lebih baik menulis status setelah liburan. Sebab kalau sebelum liburan beresiko diketahui penjahat yang sudah siap menguras isi rumah Anda selagi kosong.

Foto interior rumah
Mengunggah foto isi rumah Anda menjadi jalan mulus pencuri untuk menilai perabot yang Anda miliki.


Memotret Hanya dengan Kedipan Mata


Pernahkah Anda meminta orang untuk mengambil foto Anda saat berlibur dan orang tersebut bertanya, tekan tombol yang mana ya? Jika kamera berikut ini berhasil diproduksi secara massal, mungkin hal tersebut tidak akan terjadi lagi.
Iris Camera mengusung teknologi biometrik yang bekerja dengan mengenali bola mata dan pergerakan mata. Desain Iris Camera sendiri lebih mirip seperti sebuah lensa untuk kamera DSLR. Bagian depan dan belakangnya hanya terdiri dari elemen kaca yang berfungsi sebagai “jendela” untuk melihat dan membidik gambar.
Untuk konektivitas, kamera ini hanya dilengkapi dengan konektivitas Wi-Fi untuk terhubung ke jaringan dan mempercepat kegiatan berbagi foto antar pengguna lewat jejaring sosial atau dapat disimpan di kartu memori SD.
Menggunakan Iris Camera tergolong sangat mudah. Anda hanya perlu menempatkan Iris Camera persis di depan mata, mirip seperti teropong. Iris Camera akan membaca pergerakan mata Anda untuk mengidentifikasi perintah tertentu. Untuk zoom in atau zoom out, misalnya, Anda cukup menyempitkan atau melebarkan mata saja, sedangkan dengan mengedipkan mata sebanyak dua kali maka kamera ini akan mengambil foto.
Berkat teknologi biometrik yang diusungnya pengguna dapat menyimpan profil pengaturan pengambilan foto yang telah dibuat sebelumnya. Pengaturan tersebut mencakup ISO, diafragma dan tampilan layar yang akan selalu digunakan ketika bola mata pengguna dikenali oleh Iris Camera.
Ketika diarahkan ke subjek, kamera secara otomatis akan segera mengenali subjek dan memberikan informasi mengenai subjek seperti misalnya menginformasikan nama tempat, atau akun Facebook milik subjek bersangkutan. Namun untuk menikmati fitur ini sebelumnya, antara pengguna dan subjek terlebih dahulu harus mendaftarkan informasi biometrik miliknya ke dalam kamera.
Saat ini Iris Camera memang masih berupa konsep dan dalam tahap pengembangan. Namun ide canggih di balik Iris Camera ini setidaknya dapat membuktikan bahwa sebuah kamera kini dapat hadir dalam beragam wujud dan dapat dioperasikan tidak hanya dengan tangan.

Cuplikan video mengenai camera tersebut.