Tuesday, 5 March 2013

Sekilas tentang Bioinformatika


Apa sih yang di maksud Bioinformatika ?

--> Analisis informasi Biologi menggunakan Komputer dan Statistik"
--> Ilmu yang mengembangkan dan memanfaatkan database dan algoritma untuk mempercepat dan mendorong riset Biologi.
--> Kombinasi ilmu komputer dan Biologi --> mengatur, menyimpan, menganalisis, dan memvisualisasikan data    genomik --> Multidisiplin ilmu dari  : ilmu Komputer, Matematika, Statistik, Kimia, Biologi dll.

Definisi bioinformatika akan selalu berkembang seiring inovasi-inovasi baru yang dihasilkan. Kata Bioinformatika sendiri lahir tahun 1990 dan mengalami perkembangan sangat cepat. Awalnya sebagai bagian dari Modern Life Science dan Medicine. Sekarang sudah menjadi Multidisiplin ilmu tersendiri. Dan tetap menjadi inovator dalam riset Medicine dan Biologi.

Data Bioinformatik meliputi: DNA Sequence, Gene Expression, Protein Expression, Protein Structure, Genome Mapping, Metabolic Networks, Regulatory Networks, Trait Mapping, Gene Function Analysis, Scientific Literature.

 Lalu bagaimana aplikasinya ?

1. Saat ini aplikasi bioinformatika lebih banyak fokus pada riset molecular biologi, seperti : 
--> Perbandingan beberapa protein dengan sequences sama (misal –kinases) dari organisme berbeda dan mengetahui Apakah arti dari perbedaan & persamaan tersebut.
--> Prediksi gen dari suatu genom (promoters; transcription binding sites; introns; exons). DNA, RNA, Protein. Structure - Function
--> Prediksi struktur 3-dimensi suatu protein dari sequence.
--> Klassifikasi makhluk hidup menjadi beberapa domain. Berdasarkan sequence analysis terbagi Bacteria, Archaea, dan Eucarya.
--> Mengetahui korelasi antara gene expressi dan penyakit.

2. Prediksi drug resistance pada HIV dan penentuan dosis pengobatan.
Awalnya banyak virus dalam penderita HIV. Setelah diberi obat maka jumlah virus berkurang. Tapi akhirnya jumlah virus menjadi banyak lagi dan penderita HIV meninggal.
Ternyata: virus mengalami mutasi dan beberapa virus menjadi resistan terhadap obat.
Bagaimana mengetahui obat manakah yang viru sudah resistan? Hal ini dapat diketahui melalui sequence analysis dari Sequence
HIV-1 dari pasien dengan obat A dengan Sequence HIV-1 dari pasien yang belum pernah minum obat A.
Maka dapat ditentukan solusi dosis pengobatan: kombinasi beberapa obat --> Tidak diberikan obat pada virus yang sudah resistan.

3. Membuka misteri penyakit anthrax secara molecular biology.Anthrax adalah penyakit oleh gram positive Bacillus anthraci yang menginfeksi terutama hewan ternak, bebek, dan kuda, juga bisa menginfeksi manusia melalui susu atau daging dari hewan yang terinfeksi.

Prospek kedepannya bagaimana ?

--> Tren: Crop & Cattle Genetic Resource, Viral Genomics, Cancer Research, Molecular Biodiversity, High Throughput Screening Directed Evolution , Metabolic engineering, Molecular Breeding, Gene Shuffling, Protein Engineering, Extremeophiles...
--> Tetap menjadi inovator dalam riset medicine, biologi dan bioteknologi.


Ingin Kerja di Facebook ? Ini Dia Syaratnya


Banyak orang hampir setiap hari menyambangi Facebook. Mereka ketagihan bermain di website jejaring sosial ini - entah untuk sekadar mengecek kabar teman-temannya, meng-update status, atau menggunggah foto-foto mereka.

Tetapi, bagaimana rasanya bekerja di perusahaan itu? Seperti apa kriteria karyawan yang mereka cari?

Belum lama ini, Facebook membuka lowongan pekerjaan untuk 41 jenis pekerjaan yang berhubungan dengan tim analytics dan datanya. Kalau Anda tertarik, ada syarat utama yang harus dipenuhi. Keterampilan yang paling dicari oleh bos Facebook adalah, memahami perilaku orang.

“Kami mencari orang-orang yang tertarik untuk memahami sifat manusia dan perilaku sosial mereka, dan bisa bekerja dengan kumpulan data yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari mereka,” kata Ken Rubin, kepala tim analytics Facebook, seperti dilansir oleh Business Insider.

Sebelum drop out untuk fokus pada bisnisnya, CEO Facebook, Mark Zuckerberg, sempat mengambil kuliah di dua jurusan yakni psikologi dan ilmu komputer di Harvard University. Sepertinya hal ini juga mempengaruhi tuntutan bagi karyawan Facebook. Mereka harus techy dan tertarik dengan data dan perilaku manusia.

Karyawan-karyawan baru Facebook biasanya diikutkan dalam sebuah program intensif selama dua minggu. Nama program itu “Data Camp”.

Di minggu pertama, mereka akan diperkenalkan pada perlengkapan-perlengkapan teknologi yang digunakan Facebook. Mereka akan melihat bagaimana dan apa yang terjadi ketika pera pengguna jejaring sosial itu berbagi status dan mengunggah foto-foto mereka di website tersebut.

Pada minggu kedua, para karyawan baru ini akan diberikan tugas-tugas yang berhubungan dengan bisnis Facebook. Mereka harus menggali kreativitasnya untuk memberikan jawaban yang terbaik.

Data Camp ternyata bukan program yang mudah diikuti. Bahkan orang-orang yang sudah berpengalaman pun bisa mengalami kesulitan menjalaninya. Hal ini juga diakui oleh Jocelyn Goldfein. Sebelum direkrut oleh Facebook pada tahun 2010, Goldfein adalah salah satu eksekutif sukses di perusahaan software, VMware.

Dalam sebuah artikel yang dilansir oleh Businessweek pada bulan Oktober 2012, disebutkan bahwa setiap harinya Facebook memproses 2,7 miliar “Like”, 300 juta foto yang diunggah, 2,5 miliar update status dan check-in. Untuk itu, Facebook harus memiliki mesin data raksasa yang efisien untuk menampung dan mengelola beban data sebesar itu.

Dalam Boot Camp, para karyawan baru itu bisa melihat basis kode yang dimiliki Facebook. Mereka diminta untuk mempelajari produk-produk dan layanan perusahaan, serta cara kerja timeline dan News Feed di jejaring tersebut. Pada akhir Boot Camp, setiap karyawan diminta menentukan sendiri akan masuk ke tim produk yang mana.

Menurut Mike Schroepfer, Vice President of Engineering di Facebook, perusahaan ingin memastikan para karyawan bekerja sesuai dengan keahlian dan passion mereka. Sekarang, Facebook sudah menjadi jejaring sosial terbesar di dunia. Sejak tahun 2008, jumlah karyawannya telah bertumbuh dari hanya 600 orang menjadi 3.976 pada Juni 2012.

Jadi, siapa ingin menjadi bagian dari perusahaan ini?

Monday, 4 March 2013

Bahasa Indonesia Dinilai Lebih Unggul Dibanding dengan Bahasa Lainnya


Jakarta - Penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di sekolah dinilai lebih unggul dibandingkan dengan bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya. Bahasa Indonesia adalah bahasa yang konsisten. Struktur penulisannya sangat jelas dan logis.

Pendapat ini dikemukakan oleh psikolog sekaligus pemerhati pendidikan dari Belanda, Annie Makkink pada kunjungannya ke Kantor Kemdikbud, Jakarta.

Annie mengatakan, banyak kata yang dibentuk dalam bahasa Indonesia berasal dari sebuah kata dasar, yang diberi awalan dan/atau akhiran. Jika seseorang telah mengenal beberapa kata dasar maka sudah dapat berkomunikasi dalam bahasa Indonesia. “Penulisan dalam bahasa Indonesia mempunyai struktur yang sangat jelas. Setiap huruf mempunyai bunyi tersendiri. Apa yang ditulis itulah yang diucapkan,” kata lulusan jurusan psikologi dari Universitas Groningen Belanda ini.

Annie mencontohkan, penulisan huruf b u k u akan diucapkan seperti yang tertulis b/u k/u. Hal ini berbeda dengan bahasa Inggris. Bahasanya tidak konsisten karena tidak ada hubungan murni antara huruf dan suara atau bunyi. “Karena itu, tidak mudah untuk mengucapkan apa yang tertulis,” katanya.

Dia mencontohkan, sejumlah kata yang berakhiran “ough” seperti bough, cough, rough, though, dan through, jiika diucapkan akan terdengar seperti cow, off, puff, no, dan too.

“Anak saya baru berumur enam tahun saat datang ke Indonesia. Saya menyuruh belajar bahasa Indonesia. Saya memberitahu yang berbeda dengan bahasa Belanda. Dia langsung bisa membaca dan mendapat nilai delapan untuk bahasa Indonesia di rapor. Walaupun belum bicara bahasa Indonesia, tetapi bisa membaca, karena strukturnya sederhana,” katanya mengisahkan.

Annie mengenal Indonesia sejak 1980 saat mengikuti suaminya yang bekerja sebagai konsultan teknik untuk sekolah menengah kejuruan. Dia mulai meneliti penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di sekolah sejak diminta membantu mengajar matematika di sekolah Indonesia.

Dia kemudian pulang kembali ke Belanda pada 1983, namun tetap berhubungan dengan Indonesia. Sejak tahun 1998 dia menjadi penggiat program Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI), suatu program untuk meningkatkan mutu pendidikan matematika di sekolah dasar (SD).

Annie melanjutkan, keunggulan bahasa Indonesia juga dapat dilihat saat digunakan sebagai bahasa pengantar pada mata pelajaran matematika. Misalnya, untuk menjelaskan perkalian dalam matematika anak cukup mengetahui kata dasar “kali”. “Kata ini juga mudah terdengar jika diberikan imbuhan menjadi ‘beberapa kali’ atau ‘berkali-kali’,” terang Annie.

Sementara, di sisi lain, bahasa Inggris lebih sulit digunakan. Untuk menjelaskan ungkapan “tiga kali empat” yaitu dengan menyebutkan “three times four”. Guru juga harus menjelaskan bahwa itu perkalian atau multiplication. “Kata-kata dan bunyinya berbeda,” katanya.

“Waktu saya melihat guru mengajar matematika dengan bahasa Inggris sangat menyedihkan. Guru juga tidak lancar bahasa Inggris, dia sibuk dengan menjelaskan kata-kata yang ditulis,” ujarnya .

Hasilnya, kata Annie, bahasa Inggrisnya jelek dan matematika juga jelek. Guru mengajar menggunakan bahasa Inggris, yang dia sendiri tidak begitu paham. “Menterjemahkan kalimat bagi anak makan waktu,” katanya.

Annie mengaku beruntung dapat mengerti bahasa Indonesia. Banyak negara, kata dia, akan merasa iri dengan bahasa Indonesia karena bahasanya jelas. Dan tepat digunakan terutama untuk mengajarkan matematika dan IPA.

“Hanya beberapa kata sudah jelas. Tidak perlu banyak cerita. This is very good (implement) in math. Siswa kelas satu di Indonesia setingkat dengan kelas dua di Inggris. Jangan membuang bahasa yang begitu bagus,” katanya.

Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud Ramon Mohandas menyampaikan, penggunaan bahasa Indonesia untuk kata-kata istilah teknis di matematika konsisten tidak seperti bahasa Inggris. Dia (Anie) melihat bahwa pengajaran bahasa Inggris pada matematika lebih mudah menggunakan bahasa Indonesia dibandingkan dengan menggunakan bahasa Inggris." Semua sekolah harus menggunakan pengantar bahasa Indonesia," katanya.

 Ketentuan ini, kata dia, berlaku juga bagi sekolah RSBI, yang telah dihapus penyelenggaraannya oleh Mahkamah Konstitusi. “Kalau sekolah internasional silakan saja menggunakan bahasa Inggris,” katanya. (ASW).

Sosok Annie  Makkink


Zophone i5, 90% Mirip dengan iPhone 5


Memang ada-ada saja ulah para produsen gadget masa kini demi mendapatkan angka penjualan yang sangat tinggi. Entah ini bisa disebut ulah, sensasi ataupun ide gila, tapi percaya tidak percaya, ada sebuah gadget yang meniru atau bisa disebut kloningan dari iPhone 5 loh. Sebelum iPhone 5 dirilis kehadapan dunia, seperti yang kita tau di negara Cina, ada smartphone yang benar-benar menirup design dan juga model dari iPhone 5 loh. Smartphone yang dinilai telah meniru/mengkloning design iPhone 5 tersebut adalah bernama Zophone i5. Gadget yang satu ini berhasil meniru kemiripan iPhone dengan tingkat kemiripan sebesar 90% loh! Wow bukankah itu sangat mirip?

Zophone i5, smartphone Android seharga US a $200 yang menjadi kloning terbaik iPhone 5. Smartphone berlayar 4-inchi ini tidak hanya sama dari segi dimensi fisik dengan iPhone 5, dari segi berat juga sama loh! Selain itu juga Zophone i5 menawarkan resolusi layar sama 1136×640-pixel. Biarpun memang tingkat kemiripan yang sangat detail nih, tentu saja Zophone sebagai produsennya tidak bisa membuat i5 ini menjalankan iOS 6 seperti punya Apple. Maka dari itu mereka memilih alternatif yang di satu sisi lebih baik (karena mudah dimodifikasi softwarenya), yaitu Android. Walaupun sayangnya belum up-to-date, karena masih menggunakan Android 4.0 Ice Cream Sandwich. Well, setidaknya memang sudah lumayan baru bukan?

Selain model designnya nih yang mirip dengan iPhone 5, berbagai fitur maupun spesifikasi dari Zophone i5 tidak dapat dipandang sebelah mata loh guys. Biarpun memang kloningan iPhone 5, bukan berarti spesifikasinya juga ikut meniru nih. Zophone i5 menggunakan prosesor dual-core 1.2 GHz dari chipset Mediatek MT6577, RAM 1GB, 4GB internal storage, kamera utama di belakang dengan resolusi 8-megapixel, serta kamera depan hanya VGA (iPhone 5 memiliki 1.2-megapixel di depan), slot microSD (iPhone mana yang ada slot memory-nya?), Wi-Fi, Bluetooth 2.1, dan kapasitas baterai a 1580-mAh. Selain itu, harganya yang kurang dari Rp. 2 Jutaan, menjadi daya tarik yang sangat diminati para konsumen yang tergila-gila dengan iPhone 5.

Meskipun beberapa bagian hardware-nya tidak sama, namun produsennya benar-benar serius mengkloning iPhone 5 loh, sampai mereka juga membuat aplikasi Siri mereka sendiri, antar muka yang sama persis dengan mirip iPhone 5, serta port data yang digunakan untuk i5 ini pun juga bentuknya seperti Lightning milik iPhone 5! Yah bisa dibilang usaha mereka dalam menjadi kloning iPhone 5 benar-benar sangat hebat. Satu kekurangan kloning yang satu ini adalah OS Android yang masih memasang OS ICS bukan Jelly Bean.


Specifications:
4 inch retina screen, 1136*640 pixel
MTK MT6577 1GHz dual-core processor, GPU: PowerVR SGX531
Support GSM & WCDMA 3G network
1GB RAM / 4GB ROM
8MP rear camera, 0.3MP front camera
Support WiFi, Bluetooth, GP
Android 4.0.4 OS, installed English Google Play store
16 million colors


Display
Screen Size: 4″ touchscreen, multi-touch (5-Point)
Display reulotion: 1136*640 pixel
Color Support: 16 million colors
Screen Technology: Multi-touch Screen, Scratch resistant


Camera
Camera Resolotion: 8MP back camera (3264*2448pixel picture) + 0.3MP front camera


Other Features
Video Player: AVI、MP4、3GP、MOV、MKV、FLV
Audio Player: FLAC、APE、MP3、OGG、AMR、AAC
Image: JPG、PNG、BMP、GIF
Ringing Tones: Downloadable
Message: SMS, MMS, Email
Phone Book: More than 10000 contacts
Brower: HTML
Game: Downloadable
Radio: FM Radio
G-sensor: Yes
Interface/Port: 3.5mm earphone jack / micro USB
Battery: Built-in Li-on battery, 1580mAh
Standby Time: 120-150 hours
Built-in Memory: 1GB RAM / 4GB ROM,
Memory Card: support, up to 32GB
Dimensions: 123.8×58.6×7.6mm
Weight: 112g

Language: English, French, Deutsch, Spanish, Portuguese, Russian, Arabic, Indonesian, Netherlands, Italy, Malay, Turkish, Chinese.

Sunday, 3 March 2013

5 Mitos tentang Matematika



Kata "matematika" berasal dari bahasa Yunani Kuno μάθημα (máthēma), yang berarti pengkajian, pembelajaran, ilmu yang ruang lingkupnya menyempit, dan arti teknisnya menjadi "pengkajian matematika", bahkan demikian juga pada zaman kuno. Kata sifatnya adalah μαθηματικός (mathēmatikós), berkaitan dengan pengkajian, atau tekun belajar, yang lebih jauhnya berarti matematis. Secara khusus, μαθηματικ τέχνη (mathēmatik tékhnē), di dalam bahasa Latin ars mathematica, berarti seni matematika.
Bentuk jamak sering dipakai di dalam bahasa Inggris, seperti juga di dalam bahasa Perancis les mathématiques (dan jarang digunakan sebagai turunan bentuk tunggal la mathématique), merujuk pada bentuk jamak bahasa Latin yang cenderung netral mathematica (Cicero), berdasarkan bentuk jamak bahasa Yunani τα μαθηματικά (ta mathēmatiká), yang dipakai Aristoteles, yang terjemahan kasarnya berarti "segala hal yang matematis". Tetapi, di dalam bahasa Inggris, kata benda mathematics mengambil bentuk tunggal bila dipakai sebagai kata kerja. Di dalam ragam percakapan, matematika kerap kali disingkat sebagai math di Amerika Utara dan maths di tempat lain.


Ke-5 mitos itu sebagai berikut:

Mitos 1: Matematika adalah Ilmu yang Sulit
Ada anggapan, hanya orang dengan IQ tertentu yang mampu memahami matematika. Ini jelas menyesatkan. Meskipun bukan ilmu yang mudah, Matematika sebenarnya merupakan ilmu yang relatif tidak lebih sulit jika dibandingkan dengan ilmu lainnya. Soal matematika terasa sulit karena kita tidak memahami konsep dasarnya. Seperti yang kita ketahui, Matematika merupakan ilmu yang terus berkisinambungan mulai dari TK hingga SMA. Jika ada mata rantai yang putus, berarti ada konsep yang hilang. Padahal konsep tersebut merupakan prasyarat untuk belajar Matematika lebih lanjut. Sebagai contoh, untuk menganalisis dan menghitung diperlukan pemahaman konsep bilangan dan ukuran. Pekerjaan menganalisis dan menghitung menjadi hal yang lebih mudah dan menyenangkan jika konsep yang mendasarinya dikuasai.

Mitos 2: Matematika Identik dengan Menghafal Banyak Rumus
Mitos ini menjadikan kita malas mempelajari matematika dan akhirnya tidak mengerti apa-apa tentang Matematika. Rumus Matematika tidak ada gunanya tanpa pemahaman konsep. Rumus yang sudah dihafal tidak akan bermanfaat ketika konsep belum dipahami. Seseorang yang hafal rumus tidak akan mampu menjawab sebuah soal apabila tidak mampu memodelkan soal tersebut ke dalam rumus yang dihafalnya. Sesungguhnya, hanya sedikit rumus Matematika yang perlu (tapi tidak harus) dihafal, sedangkan sebagian besar rumus lain tidak perlu dihafal, melainkan cukup dimengerti konsepnya. Salah satu contoh, jika kita mengerti konsep anatomi bentuk irisan kerucut, maka lebih dari 90 persen rumus-rumus irisan kerucut tidak perlu dihafal.

Mitos 3: Matematika Identik dengan Kecepatan Menghitung
Tidak dapat dipungkiri, menghitung merupakan bagian tak terpisahkan dari Matematika. Namun demikian, kemampuan menghitung secara cepat bukanlah hal terpenting dalam Matematika. Yang terpenting adalah pemahaman konsep. Melalui pemahaman konsep, kita akan mampu melakukan penalaran terhadap permasalahan untuk kemudian mengubahnya kedalam model matematisasi.Jika permasalahan sudah tersaji dalam bentuk matematisasi, baru kemampuan menghitung diperlukan. Itupun bukan sebagai sesuatu yang mutlak karena saat ini telah banyak alat bantu menghitung seperti kalkulator dan komputer. Jadi, mitos ini perlu diluruskan. Yang lebih tepat, Matematika selalu berhubungan dengan pemahaman dan penalaran.

Mitos 4: Matematika Itu Abstrak, Tidak Realistis
Mitos ini benar-benar sesat. Fakta menunjukan bahwa Matematika sangat realistis. Matematika merupakan bentuk analogi dari realita sehari-hari. Contoh paling sederhana adalah solusi dari Leonhard Euler, matematikawan Prancis, terhadap masalah Jembatan Konisberg (agan bisa googling). Selain itu, hampir di semua sektor, teknologi, ekonomi, dan bahkan sosial, Matematika berperan secara signifikan. Smart Robot yang mampu berpikir berisikan program yang didasarkan pada konsep Fuzzy Matematika. Hitungan aerodinamis pesawat terbang juga dilandaskan pada konsep Matematika, geometri, dan kalkulus. Hmapir semua teori ekonomi dan perbankan modern diciptakan melalui Matematika.

Mitos 5: Matematika adalah Ilmu yang Membosankan, Kaku, dan Tidak Rekreatif
Anggapan ini jelas keliru. Meskipun pemecahan masalah Matematika terasa eksak, tidak berarti matematika kaku dan membosankan. Meskipun jawaban yang benar dari masalah Matematika hanya (tunggal), cara atau metode menyelesaikan masalah matematika sebenarnya sangat bermacam-macam. Sebagai contoh, untuk membuktikan kebenaran teorema Pythagoras, dapat menggunakan banyak cara. bahkan menurut pakar matematika, Bana G. Kartasasmita, hingga saat ini sudah ada 17 cara untuk membuktikan teorema Pythagoras. Matematika juga rekreatif dan menyenangkan. Albert Einstein, menganggap Matematika sebagai senjata utamanya dalam merumuskan konsep Relativitas. Einstein menyukai Matematika ketika pamannya menjelaskan bahwa prosedur kerja Matematika mirip dengan cara kerja detektif, cara kerja yang sangat disukainya sejak kecil. Kalau kita mengetahui, cara kerja Matematika tak ubahnya seperti sebuah game yang seru.