Monday, 4 March 2013

Zophone i5, 90% Mirip dengan iPhone 5


Memang ada-ada saja ulah para produsen gadget masa kini demi mendapatkan angka penjualan yang sangat tinggi. Entah ini bisa disebut ulah, sensasi ataupun ide gila, tapi percaya tidak percaya, ada sebuah gadget yang meniru atau bisa disebut kloningan dari iPhone 5 loh. Sebelum iPhone 5 dirilis kehadapan dunia, seperti yang kita tau di negara Cina, ada smartphone yang benar-benar menirup design dan juga model dari iPhone 5 loh. Smartphone yang dinilai telah meniru/mengkloning design iPhone 5 tersebut adalah bernama Zophone i5. Gadget yang satu ini berhasil meniru kemiripan iPhone dengan tingkat kemiripan sebesar 90% loh! Wow bukankah itu sangat mirip?

Zophone i5, smartphone Android seharga US a $200 yang menjadi kloning terbaik iPhone 5. Smartphone berlayar 4-inchi ini tidak hanya sama dari segi dimensi fisik dengan iPhone 5, dari segi berat juga sama loh! Selain itu juga Zophone i5 menawarkan resolusi layar sama 1136×640-pixel. Biarpun memang tingkat kemiripan yang sangat detail nih, tentu saja Zophone sebagai produsennya tidak bisa membuat i5 ini menjalankan iOS 6 seperti punya Apple. Maka dari itu mereka memilih alternatif yang di satu sisi lebih baik (karena mudah dimodifikasi softwarenya), yaitu Android. Walaupun sayangnya belum up-to-date, karena masih menggunakan Android 4.0 Ice Cream Sandwich. Well, setidaknya memang sudah lumayan baru bukan?

Selain model designnya nih yang mirip dengan iPhone 5, berbagai fitur maupun spesifikasi dari Zophone i5 tidak dapat dipandang sebelah mata loh guys. Biarpun memang kloningan iPhone 5, bukan berarti spesifikasinya juga ikut meniru nih. Zophone i5 menggunakan prosesor dual-core 1.2 GHz dari chipset Mediatek MT6577, RAM 1GB, 4GB internal storage, kamera utama di belakang dengan resolusi 8-megapixel, serta kamera depan hanya VGA (iPhone 5 memiliki 1.2-megapixel di depan), slot microSD (iPhone mana yang ada slot memory-nya?), Wi-Fi, Bluetooth 2.1, dan kapasitas baterai a 1580-mAh. Selain itu, harganya yang kurang dari Rp. 2 Jutaan, menjadi daya tarik yang sangat diminati para konsumen yang tergila-gila dengan iPhone 5.

Meskipun beberapa bagian hardware-nya tidak sama, namun produsennya benar-benar serius mengkloning iPhone 5 loh, sampai mereka juga membuat aplikasi Siri mereka sendiri, antar muka yang sama persis dengan mirip iPhone 5, serta port data yang digunakan untuk i5 ini pun juga bentuknya seperti Lightning milik iPhone 5! Yah bisa dibilang usaha mereka dalam menjadi kloning iPhone 5 benar-benar sangat hebat. Satu kekurangan kloning yang satu ini adalah OS Android yang masih memasang OS ICS bukan Jelly Bean.


Specifications:
4 inch retina screen, 1136*640 pixel
MTK MT6577 1GHz dual-core processor, GPU: PowerVR SGX531
Support GSM & WCDMA 3G network
1GB RAM / 4GB ROM
8MP rear camera, 0.3MP front camera
Support WiFi, Bluetooth, GP
Android 4.0.4 OS, installed English Google Play store
16 million colors


Display
Screen Size: 4″ touchscreen, multi-touch (5-Point)
Display reulotion: 1136*640 pixel
Color Support: 16 million colors
Screen Technology: Multi-touch Screen, Scratch resistant


Camera
Camera Resolotion: 8MP back camera (3264*2448pixel picture) + 0.3MP front camera


Other Features
Video Player: AVI、MP4、3GP、MOV、MKV、FLV
Audio Player: FLAC、APE、MP3、OGG、AMR、AAC
Image: JPG、PNG、BMP、GIF
Ringing Tones: Downloadable
Message: SMS, MMS, Email
Phone Book: More than 10000 contacts
Brower: HTML
Game: Downloadable
Radio: FM Radio
G-sensor: Yes
Interface/Port: 3.5mm earphone jack / micro USB
Battery: Built-in Li-on battery, 1580mAh
Standby Time: 120-150 hours
Built-in Memory: 1GB RAM / 4GB ROM,
Memory Card: support, up to 32GB
Dimensions: 123.8×58.6×7.6mm
Weight: 112g

Language: English, French, Deutsch, Spanish, Portuguese, Russian, Arabic, Indonesian, Netherlands, Italy, Malay, Turkish, Chinese.

Sunday, 3 March 2013

5 Mitos tentang Matematika



Kata "matematika" berasal dari bahasa Yunani Kuno μάθημα (máthēma), yang berarti pengkajian, pembelajaran, ilmu yang ruang lingkupnya menyempit, dan arti teknisnya menjadi "pengkajian matematika", bahkan demikian juga pada zaman kuno. Kata sifatnya adalah μαθηματικός (mathēmatikós), berkaitan dengan pengkajian, atau tekun belajar, yang lebih jauhnya berarti matematis. Secara khusus, μαθηματικ τέχνη (mathēmatik tékhnē), di dalam bahasa Latin ars mathematica, berarti seni matematika.
Bentuk jamak sering dipakai di dalam bahasa Inggris, seperti juga di dalam bahasa Perancis les mathématiques (dan jarang digunakan sebagai turunan bentuk tunggal la mathématique), merujuk pada bentuk jamak bahasa Latin yang cenderung netral mathematica (Cicero), berdasarkan bentuk jamak bahasa Yunani τα μαθηματικά (ta mathēmatiká), yang dipakai Aristoteles, yang terjemahan kasarnya berarti "segala hal yang matematis". Tetapi, di dalam bahasa Inggris, kata benda mathematics mengambil bentuk tunggal bila dipakai sebagai kata kerja. Di dalam ragam percakapan, matematika kerap kali disingkat sebagai math di Amerika Utara dan maths di tempat lain.


Ke-5 mitos itu sebagai berikut:

Mitos 1: Matematika adalah Ilmu yang Sulit
Ada anggapan, hanya orang dengan IQ tertentu yang mampu memahami matematika. Ini jelas menyesatkan. Meskipun bukan ilmu yang mudah, Matematika sebenarnya merupakan ilmu yang relatif tidak lebih sulit jika dibandingkan dengan ilmu lainnya. Soal matematika terasa sulit karena kita tidak memahami konsep dasarnya. Seperti yang kita ketahui, Matematika merupakan ilmu yang terus berkisinambungan mulai dari TK hingga SMA. Jika ada mata rantai yang putus, berarti ada konsep yang hilang. Padahal konsep tersebut merupakan prasyarat untuk belajar Matematika lebih lanjut. Sebagai contoh, untuk menganalisis dan menghitung diperlukan pemahaman konsep bilangan dan ukuran. Pekerjaan menganalisis dan menghitung menjadi hal yang lebih mudah dan menyenangkan jika konsep yang mendasarinya dikuasai.

Mitos 2: Matematika Identik dengan Menghafal Banyak Rumus
Mitos ini menjadikan kita malas mempelajari matematika dan akhirnya tidak mengerti apa-apa tentang Matematika. Rumus Matematika tidak ada gunanya tanpa pemahaman konsep. Rumus yang sudah dihafal tidak akan bermanfaat ketika konsep belum dipahami. Seseorang yang hafal rumus tidak akan mampu menjawab sebuah soal apabila tidak mampu memodelkan soal tersebut ke dalam rumus yang dihafalnya. Sesungguhnya, hanya sedikit rumus Matematika yang perlu (tapi tidak harus) dihafal, sedangkan sebagian besar rumus lain tidak perlu dihafal, melainkan cukup dimengerti konsepnya. Salah satu contoh, jika kita mengerti konsep anatomi bentuk irisan kerucut, maka lebih dari 90 persen rumus-rumus irisan kerucut tidak perlu dihafal.

Mitos 3: Matematika Identik dengan Kecepatan Menghitung
Tidak dapat dipungkiri, menghitung merupakan bagian tak terpisahkan dari Matematika. Namun demikian, kemampuan menghitung secara cepat bukanlah hal terpenting dalam Matematika. Yang terpenting adalah pemahaman konsep. Melalui pemahaman konsep, kita akan mampu melakukan penalaran terhadap permasalahan untuk kemudian mengubahnya kedalam model matematisasi.Jika permasalahan sudah tersaji dalam bentuk matematisasi, baru kemampuan menghitung diperlukan. Itupun bukan sebagai sesuatu yang mutlak karena saat ini telah banyak alat bantu menghitung seperti kalkulator dan komputer. Jadi, mitos ini perlu diluruskan. Yang lebih tepat, Matematika selalu berhubungan dengan pemahaman dan penalaran.

Mitos 4: Matematika Itu Abstrak, Tidak Realistis
Mitos ini benar-benar sesat. Fakta menunjukan bahwa Matematika sangat realistis. Matematika merupakan bentuk analogi dari realita sehari-hari. Contoh paling sederhana adalah solusi dari Leonhard Euler, matematikawan Prancis, terhadap masalah Jembatan Konisberg (agan bisa googling). Selain itu, hampir di semua sektor, teknologi, ekonomi, dan bahkan sosial, Matematika berperan secara signifikan. Smart Robot yang mampu berpikir berisikan program yang didasarkan pada konsep Fuzzy Matematika. Hitungan aerodinamis pesawat terbang juga dilandaskan pada konsep Matematika, geometri, dan kalkulus. Hmapir semua teori ekonomi dan perbankan modern diciptakan melalui Matematika.

Mitos 5: Matematika adalah Ilmu yang Membosankan, Kaku, dan Tidak Rekreatif
Anggapan ini jelas keliru. Meskipun pemecahan masalah Matematika terasa eksak, tidak berarti matematika kaku dan membosankan. Meskipun jawaban yang benar dari masalah Matematika hanya (tunggal), cara atau metode menyelesaikan masalah matematika sebenarnya sangat bermacam-macam. Sebagai contoh, untuk membuktikan kebenaran teorema Pythagoras, dapat menggunakan banyak cara. bahkan menurut pakar matematika, Bana G. Kartasasmita, hingga saat ini sudah ada 17 cara untuk membuktikan teorema Pythagoras. Matematika juga rekreatif dan menyenangkan. Albert Einstein, menganggap Matematika sebagai senjata utamanya dalam merumuskan konsep Relativitas. Einstein menyukai Matematika ketika pamannya menjelaskan bahwa prosedur kerja Matematika mirip dengan cara kerja detektif, cara kerja yang sangat disukainya sejak kecil. Kalau kita mengetahui, cara kerja Matematika tak ubahnya seperti sebuah game yang seru.

Sekilas Tentang Bioteknologi


Bisa dibilang bioteknologi merupakan ilmu yang baru di Indonesia, namun sudah sangat berkembang di luar negeri. Bioteknologi memungkinkan manusia membuat hal-hal yang tidak mungkin. Penasaran kan? Yuk disimak.

Apa itu Bioteknologi ?
Bioteknologi adalah ilmu yang menggunakan prinsip-prinsip kehidupan maupun sistem kehidupan organisme untuk menghasilkan produk yang berguna dan ramah lingkungan. Secara tidak sadar, bioteknologi sudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya pembuatan yogurt menggunakan bakteri Lactobacillus sp.

5 Warna Bioteknologi
Ada 5 warna dalam bioteknologi. Masing-masing warna mewakili satu bidang dalam bioteknologi.

Bioteknologi Merah -> mewakili bioteknologi dalam bidang kesehatan. Dengan mottonya “heal the world”, bioteknologi merah menghasilkan banyak produk yang berperan serta dalam meningkatkan taraf kesehatan umat manusia. Beberapa produk yang sangat umum digunakan dalam kesehatan adalah vaksin dan antibiotik. Keduanya berupa suatu sistem yang dibuat untuk memperkuat dan melatih respon imun tubuh terhadap penyakit tertentu.
Bioteknologi merah memiliki beberapa produk yang saat ini masih menjadi kontroversi seperti cloning (kloning) yaitu penggandaan suatu makhluk hidup dan rekayasa genetika. Dengan kloning, sangat memungkinkan dibuat suatu organisme baru yang sangat persis dengan aslinya, baik itu manusia maupun hewan. Contoh nyata hasil kloning adalah eve (manusia kloning pertama) dan domba Dolly. Sedangkan rekayasa genetika memungkinkan untuk memodifikasi kecacatan atau kekurangan pada makhluk hidup. Dengan rekayasa genetika, autisme dapat dibasmi, down syndrome dapat dihilangkan, warna kulit seseorang dapat diubah, tinggi badan dapat diatur, bentuk wajah dapat dimodifikasi, dsb. Walaupun memiliki maksud yang baik, secara tidak langsung rekayasa genetika mewakili sifat manusia yang tidak pernah puas dan tidak bersyukur dengan apa yang diperoleh.



Bioteknologi Hijau -> mewakili bioteknologi yang bergerak dalam bidang agrikultur dan pangan. Tak mau kalah dengan bioteknologi merah, bioteknologi hijau memiliki motto “feed the world”. Sesuai dengan mottonya, bioteknologi hijau dapat memecahkan masalah pangan di dunia. GM Food (Genetically Modified Food) adalah salah satu produk bioteknologi hijau yang sangat terkenal. GM Food memiliki komposisi gizi yang dapat diatur sesuai kebutuhan gizi manusia. Salah satu produk GM Food adalah makanan-makanan yang telah difortivikasi dengan vitamin maupun mineral, seperti margarin dan mentega yang difortivikasi dengan vitamin A.
Golden rice merupakan perbincangan hangat di kalangan ilmuwan bioteknologi. Golden rice merupakan hasil rekayasa pada padi, sehingga bulir-bulir padi yang dihasilkan berwarna kuning keemasan karena telah difortivikasi dengan beta karoten. Golden rice dibuat untuk menanggulangi defisiensi vitamin A pada anak-anak kecil di Afrika.

Bioteknologi Biru -> bioteknologi yang bergerak dalam bidang perairan dan kelautan. Bioteknologi biru berupaya untuk mengembalikan keseimbangan ekosistem laut sebagai akibat dari pemanasan global. Namun, bioteknologi biru juga dapat menjadi industri yang hebat tanpa merusak lingkungan. Salah satunya adalah produksi nori (rumput laut) secara masal, rekayasa genetika pada ikan untuk memodifikasi ukuran ikan, dan pembuatan golden pearl di filipina. Golden pearl adalah mutiara berwarna emas yang dihasilkan oleh tiram-tiram mutiara yang telah direkayasa genetikanya sehingga dapat menghasilkan mutiara yang berkilauan seperti emas.

Bioteknologi Abu-abu -> adalah bioteknologi yang bergerak dalam bidang lingkungan. Tujuan utama bioteknologi abu-abu sesuai mottonya “help the world” adalah penyelamatan lingkungan yang kian lama kian rusak oleh perbuatan manusia. Produk bioteknologi abu-abu yang sangat familiar adalah biodegradable plastic, merupakan plastik yang mudah didegradasi oleh organisme-organisme uniseluler berupa mikroba. Sudah banyak market-market di Indonesia yang menggunakan biodegradable plastic ini. Kebanyakan organisasi yang bergerak dalam bidang bioteknologi abu-abu bersifat non-profit dan bertujuan untuk menyelamatkan bumi kita tercinta. Betapa berjasanya mereka bukan?


Bioteknologi Putih -> adalah penerapan bioteknologi dalam bidang industri. Bioteknologi putih juga memiliki satu motto terkenal, yaitu “fuel the world”. Bioteknologi putih berkaitan dengan erat untuk memperbaiki bumi. Salah satu faktor yang merusak atmosfer bumi adalah karbon dioksida yang dihasilkan oleh pembakaran di pabrik maupun kendaraan bermotor. Bioteknologi putih memperkirakan semuanya itu. Pembuatan cerobong asap dengan prinsip koagulasi memungkinkan gas karbon dioksida yang dihasilkan pabrik dapat dikumpulkan dan tidak lepas ke udara bebas
Selain itu, pembuatan bio-ethanol dan bio-diesel merupakan bentuk kepedulian untuk mengurangi emisi karbon dioksida pada asap kendaran bermotor. Kedua bahan bakar tersebut menggunakan tumbuh-tumbuhan dan alga sebagai bahan baku produksi. Hal ini bertujuan untuk mengurangi pemakaian minyak bumi yang semakin menipis.

Ini beberapa contoh produk yang umum kita gunakan, namun sering kali kita tidak sadar bahwa ini adalah produk bioteknologi.
Yogurt -> Pembuatan yogurt menggunakan bakteri Lactobacillus sp. sebagai organisme yang melakukan fermentasi.
Kecap -> Pembuatan kecap melibatkan beberapa spesies mikroorganisme seperti Aspergilllus wentii.
Keju -> Pembuatan keju dibantu oleh Lactobacillus casei.

Wednesday, 6 February 2013

Sekilas tentang Kelainan Unik yang Disebut "Synesthesia"



Pernahkah terbayangkan oleh kamu, kira-kira gimana ya warna dari nada A atau C atau Cminor. atau mungkin warna dari klakson mobil, warna dari tuts piano yang di tekan. selama ini yang kita tahu suara hanya bisa di dengar, tapi tahukah kamu bahwa ada suatu kelainan yang di sebut Synesthesia.


Synesthesia bukan hanya melihat warna dari suara, tapi banyak lagi. berikut adalah beberapa ulasan yang telah saya kumpulkan dari berbagai sumber.


Synesthesia (also spelled synæsthesia or synaesthesia, plural synesthesiae orsynaesthesiae), from the ancient Greek ??? (syn), "together," and ???????? (aisth?sis), "sensation," is a neurologically based condition in which stimulation of one sensory or cognitive pathway leads to automatic, involuntary experiences in a second sensory or cognitive pathway. People who report such experiences are known as synesthetes.


jika seseorang mengatakan, minuman anggur rasanya persegi, angka lima kenyal seperti permen karet, hari Senin warnanya biru, atau nada-nada musik terlihat terbang di dalam ruangan. Paling-paling kita mengatakan, orang tsb pengkhayal, pecandu ganja atau obat bius LSD atau bahkan orang yang tidak waras. Padahal, menurut penelitian para psikolog atau psikiater, satu dari setiap dua ribu orang, mengalami campuran persepsi semacam itu.


Orang-orang yang dapat melihat warna hari tertentu, atau merasakan keras atau lembeknya angka tertentu, digolongkan mengidap kelainan Sinesthesia. Sebetulnya fenomena kejiwaan ini sudah ditulis secara ilmiah sejak 300 tahun lalu. Ditulis, pada abad ke 17 ada seorang tuna netra yang menyatakan mampu mendengar penyakit cacar air, yakni seperti bunyi terompet. Akan tetapi, hingga akhir abad ke 19, tidak ada penelitian sistematis mengenai sinesthesia. Baru pada tahun 1883 ilmuwan Inggris, Francis Galton, melakukan penelitian dengan membandingkan persepsi para sinesthetiker yakni pengidap sinesthesia.


Galton menarik kesimpulan, bentuk sinesthesia paling umum, adalah fenomena mendengar warna. Memang kedengarannya amat janggal, warna dapat didengar. Hasil penelitian Galton cukup lama terlupakan dari khasanah ilmu pengetahuan. Akan tetapi di akhir tahun 70-an, sinesthesia ibaratnya ditemukan kembali oleh Dr, Richard Cytowic, pakar ilmu saraf dan peneliti otak terkemuka, pendiri rumah sakit Capitol Neurology di AS.


Kasus sinesthesia pertamanya ditemukan secara tidak sengaja, pada tahun 1979. Ketika makan malam dengan seorang temannya, ia mendengar komentar, rasa ayamnya kurang banyak titiknya.Sebagai seorang dokter ahli saraf, Cytowic langsung bereaksi, dengan menanyai lebih jauh temannya tersebut. Dengan malu-malu, temannya mengakui, ia memiliki persepsi bentuk pada rasa makanan. Misalnya saja, ayam yang enak rasanya bentuknya terdiri dari banyak titik. Temannya juga mengeluh, banyak yang menyangka ia gila atau kecanduan narkoba, karena persepsinya yang tidak lazim itu. Ketika ditanyai lebih lanjut, temannya mengatakan ia merasakan persepsi bentuk dari rasa dimanapun ia makan. Ternyata kelainan itu sudah diidapnya sejak lahir. Temannya juga mengeluh, tidak ada satupun dokter menganggap fenomena itu sebagai penyakit. Dr.Cytowic langsung teringat pada penelitian Galton mengenai gejala sinethesia. Ketika temannya diberitahu, bahwa ia tidak sendirian, karena cukup banyak yang mengidap kelainan tsb, barulah temannya merasa lega.


Cytowic mengatakan, ada orang yang memiliki persepsi angka lima kenyal seperti karet, atau musik karya Beethoven rasanya asin, atau masakan yang enak bentuknya persegi dan rangkaian kesan lainnya, yang bagi orang normal terdengar aneh.


Wanita mayoritas penderita


Penelitian lebih lanjut menunjukan, sekitar 90 persen penderita kelainan persepsi sinesthesia adalah wanita. Para peneliti juga menduga, sinethesia adalah penyakit keturunan, akibat kelainan pada kromosom X. Itulah sebabnya, mayoritas penderitanya adalah wanita. Selain itu, kebanyakan wanita pengidap sinesthesia tergolong cerdas dan kidal.


Pengidap sinethesia tidak sakit jiwa, hanya saja memiliki kelainan, berupa tercampurnya persepsi pancaindera. Para sinesthetiker ibaratnya menangkap persepsi lingkungan lebih luas ketimbang orang normal. Kesan yang ditumbilkan dfari pencerapan informasi, diolah dalam spektrum kemungkinan yang lebih lebar. Mereka hidup dalam dunia yang lebih beraneka warna ketimbang orang normal. Tidak adanya sebagian pemisah persepsi pancaindera itulah, yang diduga memunculkan gambaran ganjil tsb. Persepsi pancaindera menjadi bercampur aduk, sehingga muncul gambaran, kue yang enak itu rasanya segiempat, atau angka lima itu empuk dan musik rock warnanya merah. Untuk mengerti lebih jauh fenomena sinethesia tsb, bagian psikologi dan psikiatri sekolah tinggi kedokteran di Hannover Jerman, melakukan penelitian terhadap sekitar 40 pengidap sinesthesia.


Mula-mula gelombang otaknya direkam dan dibandingkan dengan manusia normal. Dari situ saja sudah terlihat, kurva gelombang otak pengidap sinesthesia berbeda sangat signifikan dengan kurva gelombang otak manusia normal. Penelitian yang dipimpin prof.Hinderk Emrich itu, juga menanyai responden penelitian menyangkut pengalaman mereka. Para sinesthetiker secara konsisten menunjukan persepsi yang tetap. Jika seorang penderita sinesthesia menggambarkan hari Senin dengan warna biru misalnya, bagi mereka setiap hari Senin warnanya biru. Warna ini tidak muncul di depan matanya, akan tetapi terpatri di dalam pancainderanya. Prof.Emrich mengharapkan, fenomena ini dapat menjadi kunci, bagi pengertian mekanisme yang bertanggung jawab atas kesatuan pancaindera manusia.



Tuesday, 5 February 2013

Terlalu Banyak Konsumi Kuning Telur Sama Bahayanya Dengan Kebiasaan Merokok !


Jakarta, Kandungan kolesterol dalam kuning telur bisa membahayakan jantung karena memicu pembentukan kerak atau plak kolesterol. Meski begitu, bahaya kuning telur bagi jantung cuma dua pertiga dari bahaya racun yang terkandung di asap rokok.

Sebuah penelitian di Kanada membuktikan bahwa rokok dan kuning telur sama-sama meningkatkan risiko Atherosclerosis atau disebut juga penyakit arteri koroner. Penyakit ini merupakan salah satu pemicu serangan jantung dan stroke yang mematikan.

Terlalu banyak mengonsumsi kuning telur sama bahayanya dengan kebiasaan rokok, meski dikatakan risiko mengonsumsi kuning telur hanya sekitar dua pertiga dari risiko saat merokok. Meski begitu, penelitian ini menegaskan bahwa keduanya sama-sama harus dibatasi.

Penelitian yang melibatkan 1.200 pasien di London Health Sciences Centre's University Hospital ini mengamati kebiasaan merokok dan mengonsumsi kuning telur. Terbukti, keduanya bisa memicu pembentukan kerak atau plak kolesterol di pembuluh darah.

Plak yang terbentuk di dinding dalam pembuluh darah arteri itu bisa runtuh sewaktu-waktu dan memicu dampak yang sangat fatal. Pecahan dari plak yang terbawa ke sistem peredaran darah bisa menyumbat aliran darah ke jantung maupun otak sehingga memicu stroke atau serangan jantung.

"Yang kami temukan adalah seiring bertambahnya usia, plak terbentuk secara bertahap. Kuning telur mempercepat proses ini, sekitar dua pertiga kali dibanding kebiasaan merokok," kata Dr David Spence yang memimpin penelitian itu seperti dikutip dari Sciencedaily.

Risiko atherosclerosis umumnya meningkat setelah usia 40 tahun ke atas. Dalam penelitian ini, konsumsi 3 butir telur tiap pekan bagi orang Kanada bisa membuat risikonya meningkat secara signifikan dibanding yang mengonsumsinya 2 butir atau kurang dalam sepekan.