Thursday, 22 March 2012

Saat Dia Pergi



Mengapa…?
Mengapa aku harus kehilangannya untuk kedua kalinya
Kini aku tak mengerti…
Hatiku kini retak,remuk,dan hancur…
Dulu hatiku yang slalu senang saat bersamanya
Kini hilang harapan itu
Dia pergi…
Pergi menghadap sang khaliq
Seharusnya aku harus ikhlaskannya
Tapi tak bisa,
Air mataku trus mengalir, dan membasahi pipiku
Sekarang, fikirku hanya bagaimana bisa menyusulnya
Aku kehilangan jati diriku saat ini, karna dia…
Aku hanya bisa menangis dan menagisinya,
menjerit dan rasa penyesalan yang dalam
Mengapa ku tak nyatakan rasaku padanya ?
Sekarang, yang didepanku hanya raga tanpa nyawa
DIA pergi, Dia pergi, tinggalkanku, hanya itu ucapku
Dulu waktu aku ingin ungkapkan rasaku padanya
Ternyata Dia sudah memiliki orang yang dicintainya…
Haruskah kurusak itu ?
Tak mungkin, kini dia telah sendiri, tanpa kekasih hati
Dan hari ini, saat kuberencana ingin ucapkan rasaku
Tiba-tiba aku dengar dia kecelakaan dan tewas ditempat
Tak terlintas difikirku, bahwa hari ini akan menjadi hari kelabu bagiku…

Rindu Sahabat



Sahabat,,
Kau adalah hal yang berharga bagiku..
T’lah kuberikan yang kupunya padamu..
Hanya ingin buat kau tersenyum..
Sahabat,,
Dikala hati diselimuti duka,,
Kau hadir membawa gembira..
Dikala hati diliputi sepi,,
Kau datang menemani..
Sahabat,,
Kau telah isi hari-hariku..
Dengan keceriaan dan senyuman..
Yang kini jadi kenangan..
Karena kau t’lah jauh dariku..
Sahabat,,
Kini kau meninggalkanku dalam sepi..
Dalam diam yang ku tak mengerti..
Ingin kukembali memelukmu..
Seperti sedia kala saat kita bersama..
Namun ku tahu tak ada celah untuk itu..
Sahabat,,
Kuingat kau setiap hari..
Kubutuhkan kau disini..
Kurindukan kau untuk kembali..
Kusayangi kau sepenuh hati..
Sahabat,,
Dimanakah engkau sekarang ?
Aku disini merindukanmu..
Berharap engkau datang..
Sahabat,,
Ingatkah saat kita bersama..
Menghabiskan masa duka dan bahagia..
Dan tahukah engkau,,
Kini ku sendiri di sini..
Tiada kawan yang menemani..
Hanya ada deburan ombak dan karang yang bisu..
Sahabat,,
Disanalah kita dulu berjumpa..
Disinilah kita tertawa, menangis dan berteriak..
Dan disinilah kita berpisah..
Terimakasih sahabat..
Karena kau telah mewarnai hari-hariku dahulu..

Rasa Cinta Ini




Dirimu adalah nahkoda dalam kapal cintaku..
Yang berlayar terus menelusuri lautan hatiku..
Dengan rasa penuh perhatian, pengertian, dan kejujuran..

Semakin hari aku mencintai dirimu..
Waktu tak bisa kuhentikan..
Walau dalam 1 detik saja..
Tapi aku tahu,,
Mustahil aku menghentikannya..
Begitu juga,,
Mustahil aku menghentikan perasaan cinta dan sayangku..
Yang setiap detik kurasakan padamu..

Hatiku terus mengeja namamu setiap saat..
Yang tak henti seperti jarum jam..
Yang berdentang mengiringi masa..
Hatiku terus bersenandung merdu..
Menyebut namamu tak ada henti..
Walau ku tertidur lelap,,
Dirimu selalu datang dalam mimpiku..
Begitulah aku mencintaimu..

Perih Yang Kurasakan




Waktu begitu cepat bila kebahagiaan datang..
Namun begitu pelan jika kepedihan datang..
Detik-detik yang kujalani..
Seperti sehari yang aku rasakan..

Kepedihan yang kurasakan..
Dan sakit yang kuderita..
Seperti aku berjalan mendaki gunung..
Yang dipenuhi duri-duri yang tajam..
Begitu berat untuk melangkah..
Dan begitu sakit untuk terus berjalan..

Darah disetiap langkahku..
Tak henti-hentinya keluar dari luka-luka..
Yang tergoreskan oleh duri-duri yang kulewati..
Namun aku terus melangkah..
Dengan sisa-sisa tenagaku..

Keindahan yang aku inginkan..
Kebahagiaan yang aku impikan..
Dari lembah kegelapan ini..
Mungkin hanya khayalan..
Dan tak mungkin pernah terjadi..

Ketika semuanya datang..
Dengan mudahnya mereka pergi..
Menyisakan semua hal yang tak diinginkan..

Kamu, dia dan dirinya..
Hanya benalu dalam hidupku..
Selalu membawa kehancuran dalam setiap sudut, ruang di dalam hatiku..

Tuesday, 13 March 2012

Maaf Yang Tak Tersampaikan




Aku termenung dikesunyian..
Menatap bulan dan bintang..
Alangkah indahnya malam itu..
Namun tak seindah hatiku..
Setelah kau pergi dan berlalu..
Meninggalkan hatiku yang sedang pilu..

Dan kini,,
Aku tak tahu dimana dirimu..
Ketika aku membutuhkanmu..
Engkau pergi tinggalkanku..
Namun ketika kau membutuhkanku..
Aku pun pergi dari sisimu..

Baru kusadari..
Bahwa aku telah menyakitimu..
Ingin kuucapkan maaf padamu..
Namun aku tak pernah menemukanmu..

Mungkin kau telah hidup bahagia..
Dan lupa akan diriku..
Aku hanya dapat memohon kepada Tuhan yang Maha Tahu..
Agar aku dapat bertemu kamu..