Wednesday, 11 April 2012

Sejarah TOM & JERRY




Tokoh kartun kucing dan tikus yang terkenal selalu bermusuhan. Dengan gaya kocak, tokoh kartun ini saling kejar, saling intip, saling mengakali, saling pukul, tapi enggak mati-mati. Di dalam film, masing-masing ingin saling tangkap dan membalas. Berbagai bentuk akal bulus pun mereka lakukan. Sebenarnya sih, jalan cerita Film kartun ini tidak terlalu istimewa. Tapi, sebagai hiburan, cukup mengasyikkan. Ngomong-ngomong, tahukah sobat, siapa gerangan pencipta tokoh Tom & Jerry yang kocak itu?

Sejarah
Pada awal dari segala2nya, Tom & Jerry itu.... dari Frederick C. "Fred" Quimby (31 Juli 1886 - September 16, 1965). Sapakah itu?? dia adalah seorang produser kartun Amerika Serikat yang dikenal sebagai produser dari Tom and Jerry kartun, di mana dia memenangkan tujuh Academy Awards. Dia adalah produser yang bertanggung jawab atas kartun studio Metro-Goldwyn-Mayer, yang termasuk Tex Avery dan tim William Hanna dan Joseph Barbera, pencipta Tom dan Jerry.


Begini cerita awalnya. Ketika melihat kucing menerkam tikus di dapurnya pada suatu hari, mendadak Hanna mendapatkan ide untuk menjadikan permusuhan sebagai sesuatu yang lucu. Lantas, keduanya segera membuat naskah dan kartun Tom & Jerry pada 1932 bersama Studio Van Beuren. Saat itu, keduanya masih bekerja di majalah sebagai pembuat gambar kartun atau kartunis.


William Hanna dan Joseph Barbera bekerja di studio MGM untuk mulai mengarahkan film untuk unit Rudolph Ising, yang pertama adalah kartun tentang kisah kucing dan tikus, "Puss Gets the Boot". Diselesaikan pada tahun akhir 1939, dan dirilis ke bioskop pada tanggal 10 Februari 1940, cerita tersebut difokuskan kepada karakter Jasper, yaitu kucing abu-abu dimana Jasper mencoba menangkap suatu hewan pengerat tidak disebutkan namanya, tapi setelah tidak sengaja menabrak pot bunga, seorang pembantu rumah tangga berkulit hitam bernama Mammy Two Shoes memberi peringatan: Jasper akan dilempar keluar (sperti kata Mammy "O-W-T, Out!") jika sekali lagi memecahkan barang pecah belah. Tikus tersebut menggunakan ini untuk keuntungan, dan mulai melemparkan gelas anggur, piring keramik, teko, dan setiap dan semua rapuh, sehingga Jasper akan dilempar di luar. Kartun ini ditayangkan, dan dikeluarkan tanpa musik pembuka, dan Hanna dan Barbera mulai merilis kartun lainnya.


Produser Fred Quimby, yang mengoperasikan studio animasi MGM, cepat-cepat menarik Hanna dan Barbera dari kartun satu-shot lain, yangmereka kerjakan, dan penugasan sebagai seri yang menampilkan kucing dan tikus. Hanna dan Barbera mengadakan kontes intra-studio untuk memberikan pasangan nama baru dengan nama yang diusulkan gambar yang keluar dari topi; animator John Carr memenangkan $ 50 dengan saran nama cocok: Tom and Jerry.[1] Kartun ini dirilis dengan episode "The Midnight Snack".


Penampilan fisik Tom berkembang secara signifikan selama bertahun-tahun. Selama awal 1940-an, Tom memiliki kelebihan bulu detail-shaggy, banyak wajah keriput, dan beberapa tanda-tanda dan semua alis yang ramping menjadi bentuk yang lebih bisa diterapkan pada akhir tahun 1940-an-dan tampak seperti kucing yang realistis; selain dari awal berkaki empat Tom menjadi semakin, dan akhirnya hampir secara eksklusif, bipedal. Sebaliknya, desain Jerry dasarnya tetap sama. Pada pertengahan 1940-an, serial ini sudah mengembangkan, lebih cepat lebih energik (dan kekerasan) nada, karena inspirasi dari rekan kerja di studio film kartun MGM, Tex Avery, yang bergabung studio tahun 1942.


Meskipun tema dari setiap singkat hampir sama - kucing mengejar tikus - Hanna dan Barbera menemukan variasi pada tema yang tak berujung. Barbera storyboard dan layout kasar dan desain, dikombinasikan dengan waktu Hanna, menghasilkan serial kartun yang paling populer dan sukses MGM. Tiga belas entri dalam serial ini memenangkan kategori Film Animasi Pendek Terbaik di Academy Awards.


Serial kartun ini tetap populer di seluruh menjalankan teater asli mereka, bahkan ketika anggaran mulai mengencangkan agak pada 1950-an dan kecepatan kartun sedikit melambat. Namun, perusahaan box office mengalami penurunan pendapatan untuk film teater, dan subyek pendek pata era 1950an. Pada awalnya, MGM memproduksi semua kartun dengan format CinemaScope. Setelah MGM menyadari bahwa mereka sudah merilis kartun yang lebih tua membawa banyak pendapatan seperti sebagai film baru, para eksekutif studio memutuskan, (ini sangat mengejutkan staf) untuk menutup studio animasi. Studio kartun MGM ditutup pada tahun 1957, episode terakhir sesi 1 yang ke 114, "Tot Watchers", dirilis pada tanggal 1 Agustus 1958. Hanna dan Barbera membuka studio animasi untuk TV bagi mereka sendiri, Hanna-Barbera Productions, tahun 1957, yang kemudian memproduksi acara TV dan film terkenal.


Pada tahun 1960, MGM memberi kesepakatan dengan perusahaan berbasis produksi di Ceko, Rembrandt Films, untuk membuat sesi ke-2 dari serial Tom and Jerry. Pada sesi kedua serial ini, William L. Snyder menjadi seorang produser, dengan sutradara Gene Deitch, dan berlokasi di Prague, Czechoslovakia.


Studio mempekerjakan Stepán Konícek sebagai pembuat musik tema, Václav Lídl, Larz Bourne, Chris Jenkyns, Eli Bauer, serta Allen Swift.[2] Untuk sesi ini, para anggota membuat tiga belas episode dengan kebanyakan memiliki kualitas surealistik.


Sejak grup Deitch /Snyder telah melihat hanya segelintir dari sesi 1 Tom and Jerry, film yang dihasilkan dianggap tidak biasa, dan, dalam banyak hal, aneh. Episode pertama dari sesi ini ialah "Switchin' Kitten", yang mengandung musik dan efek suara hipnosis yang sering mengganggu, dan bernada tinggi.


Fans yang biasanya berakar untuk mengkritik kartun Deitch karena Tom tidak pernah menjadi ancaman bagi Jerry. Sebagian besar waktu, Tom hanya berusaha untuk menyakiti hatinya ketika ia merasa terganggu oleh ulah Jerry. Pada sesi ini pemilik Tom ialah seorang pria gemuk yang mudah gusar bernama Clint Clobber.[3] Clint juga lebih (secara grafis) brutal pada wakrtu menghukum Tom dibandingkan dengan Mammy Two Shoes seperti memukul dan menebah Tom berulang-ulang, wajah membakar dengan grill dan memaksa Tom untuk minum minuman berkarbonasi keseluruhan. Ini adalah sesi Tom and Jerry untuk tidak membawa frase "Made In Hollywood, U.S.A." di akhir setiap episode.


Kontrak dengan Deitch berakhir pada tahun 1962, dengan episode terakhir pada sesinya "Carmen Get It!". Chuck Jones selanjutnya bekerja untuk sesi ketiga, di studio Sib Tower 12 Productions. Sesi tersebut menghasilkan 34 episode yang membawa gaya yang khas Jones. Namun, meskipun pada dasarnya animasi oleh para seniman yang bekerja sama dengan Jones di studio Warner Bros., keseluruhan episode tersebut baru mencapai tingkat keberhasilan. Dalam sesi ini, Tom memiliki alis mata yang tebal seperti layaknya Boris Karloff dan tampak kurang kompleks (termasuk warna bulunya yang pada sesi ini berwarna abu-abu), telinga lebih tajam, dan pipi pedagang pakaian bulu, sementara Jerry diberi mata dan telinga yang lebih besar, warna coklat terang, dan ekspresi manis, mirip dengan Porky Pig.


Beberapa episode Tom and Jerry pada sesi ketiga mengingatkan kisah Wile E. Coyote dan Road Runner. Jones bekerja bersama Maurice Noble. Kemudian hal ini diteruskan oleh Abe Levitow dan Ben Washam. 2 episode yang merupakan hasil kerjsama MGM dengan Hanna-Barbera disutradarai oleh Tom Ray. Pengisi suaranya beberapa ialah Mel Blanc.


Mulai tahun 1965, serial Tom and Jerry milik Hanna dan Barbera mulai muncul di televisi dalam bentuk diedit. Tim Jones yang dibutuhkan untuk mengambil kartun yang menampilkan Mammy Two Shoes, dan menggantinya dengan seorang wanita muda berkebangsaan Inggris. Episode terakhir dari keseluruhan serial Tom and Jerry ialah "Purr-Chance to Dream", pada tahun 1967.


Karena terlanjur cinta pada tokoh Tom & Jerry, tahun 1975, akhirnya Hanna dan Barbera berusaha keras membuat sendiri filmnya. Dengan susah payah, akhirnya mereka membuat serial televisi yang muncul setiap Sabtu pagi.


Pada tahun 1986, MGM dibeli oleh Turner Broadcasting System dengan pemiliknya, Ted Turner. Turner menjual perusahaan beberapa saat kemudian, tapi tetap pra-1986 MGM film, sehingga Tom and Jerry hingga kini menjadi properti Turner Entertainment. (juga milik Warner Bros.)

Tokoh utama



Tom Cat
Tom adalah seekor kucing rumah berwarna abu-abu kebiruan (warna bulu Tom sangat mirip dengan warna bulu kucing Biru Rusia) yang hidup dalam kemanjaan, sementara Jerry adalah seekor tikus kecil berwarna coklat yang selalu tinggal dekat dengan dimana Tom hidup. Tom sangat cepat marah dan mudah tersinggung, sementara Jerry adalah karakter yang hidup bebas dan sangat pandai mengambil kesempatan.
Walaupun penuh semangat dan bertekad bulat, niat Tom selalu kalah dengan otak dan kelihaian Jerry. Di setiap episode, Jerry biasanya keluar sebagai pemenang dan Tom menjadi pihak yang kalah. Tapi, hasil sebaliknya bisa terjadi. Terkadang, Tom menjadi pemenang, dari berapa ratus episode Tom and Jerry, hanya tiga belas episode yang menyatakan Tom keluar sebagai pemenang pada akhirnya. Terkadang pula (biasanya sesuatu yang ironis) keduanya kalah atau keduanya berkahir menjadi teman, seperti dalam episode "Blue Cat Blues".



Jerry Mouse

Kedua karakter ini memiliki kecenderungan untuk bersikap sadis; artinya mereka berdua sangat senang untuk menyiksa satu dengan yang lain. Namun, dalam beberapa episode, ketika salah satu karakter sedang dalam situasi bahaya, karakter lainnya akan tersadarkan dan menyelamatkan karakter tersebut.
Walaupun banyak karakter pendukung dan karakter peran kecil yang berbicara, Tom dan Jerry jarang berbicara sendiri. Tom, misalnya, terkenal karena kesukaannya untuk bernyanyi ketika mencoba menarik perhatian kucing betina. Ia bernyanyi lagu "Is You Is or Is You Ain't My Baby" karya Louis Jordan di dalam episode "Solid Serenade" buatan tahun 1946. Sutradara William Hanna menyumbangkan suara cicit tikus, suara hembusan nafas dan suara-suara lainnya untuk kedua karakter utama ini. Salah satu sound-effect sumbangan Hanna adalah teriakan sepenuh hati Tom dimana dibuat dari teriakan asli Hanna dimana bagian awal dan akhir rekaman teriakan tersebut dihilangkan sehingga hanya teriakan paling keras saja yang disajikan. Satu-satunya episode dimana Tom berbicara agak panjang dan tidak bernyanyi adalah "Million Dollar Cat", dimana Tom berbicara "Gee. I'm throwing away a MILLION dollars.... BUT I'M HAPPY!" sambil memainkan Jerry.

Sumber : Bluefame.com

Air Mata Untuk Seseorang di Sana



Kini hatiku seakan terluka..
Tercabik-cabik tak berdaya
..
Kini hatiku merintih
..
Menangis dan bersedih
Apa kau telah lupa ??..
Di saat semua kita lalui bersama
..
Apa kau tak lagi ingat
??..
Saat semua kita lalui dengan kobaran semangat
..
Kini kau berubah..
Pancaran wajahmu tak lagi indah
..
Pandangan matamu tak lagi bersinar
..
Tatapanmu membuat semangatku tak lagi berkobar
..
Sahabatku yang ada di sana !!..
Dapatkah kau merasakan ini semua
??..
Hatiku kini benar-benar menjerit
..
Yang dulu manis, kini harus kutelan rasa pahit
!!..
Tetesan air mata ini sungguh membuatku sakit..
Sahabatku yang ada di sana !!..
Sadarlah
!!..
Tidakkah kau mendengar tangisan ini
??..
Tidakkah kau melihat tetesan air mata ini
??..
Sahabatku !!..
Kembalilah
!!..
Aku merindukanmu
!!..

Monday, 9 April 2012

Tentang Kamu




Bayangan indah senyummu..
Dan cerita indah antara kita..
Kini hanya menjadi kenangan..
Yang tak sanggup aku buang dari ingatanku..

Bagiku,,
Semua itu begitu indah..
Bahkan terlalu indah..
Bila harus kulupakan..

Namun luka yang kau berikan..
Yang memaksaku..
Tuk belajar lupakan semuanya..
Semua kenangan tentangmu..

Meski terlalu sakit luka kurasa..
Namun ku tak pernah bisa..
Tuk membenci dirimu..
Mungkin karna ku terlalu cinta..

Kini kau dan aku,,
Takkan pernah bisa bersatu..
Karna jarak dan waktu yang memisahkan..
Yang jadikanmu mimpi bagiku..

Perumpamaan Orang Yang Riya’ dalam Beramal




Seperti Batu Licin
Al-qur’an menganalogikan orang yang riya’ dalam beramal adalah seperti batu licin yang diatasnya terdapat tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat hingga permukaannya menjadi licin karena tanah yang ada disitu hanyut tak tersisa sedikitpun. Sebagaimana tela dijelaskan oleh Allah dalam firman-Nya :

“Orang-orang yang menafkahkan hartanya karena riya’ kepada manusia dan ia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang diatasnya ada tanah kemudian batu it ditimpa hujan lebat, lalu dia bersih (tidak bertanah).”
(QS. Al-Baqarah : 264)

Tamsil al-qur’an diatas menunjukkan bahwa seluruh amaliyah yang didasari dengan riya’ akan sia-sia belaka, tidak akan memperoleh pahala sdikitpun dari Allah. Yang bisa diperoleh hanyalah sanjungan dan pujian dari manusia, itupun kalau mereka memuji dan menyanjungnya. Kalau tidak, pasti dirinya akan mengalami kerugian, baik di dunia maupun di akhirat.

Embrio dari sfat riya’ adalah kurang bersihnya hati dan lemahnya aqidah hingga ia memerlukan orang lain untuk melihat amaliah dan kebaikannya. Orang yang sudah terjangkiti sifat buruk ini selalu bertingkah laku over acting, semuanya serba dipermak dan dimakeup, lebih-lebih bila dirinya berada di hadapan orang banyak. Semua tingkah lakunya senantiasa dipermak sedemikian rupa sehingga tampak menarik dan menimbulkan rasa kagum dari orang yang melihatnya. Shalatnya dibuat lama agar dianggap orang yang khusyu’, wiridnya dibuat keras agar dinilai sebagai sufi, sedekahnya diumumkan pada khalayak ramai, agar ia dikatakan sebagai dermawan, dan kalau berbicara tidak lepas dari dalil al-qur’an dan hadis tanpa memandang siapa yang diajak berbicara itu. Hal ini dilakukan agar ia dikatakan sebagai orang yang luas ilmu agamanya. Tetapi bila ia berada jauh dari pandangan manusia, maka akan tampak watak aslinya yang tidak pernah sempurna shalatnya, fasiq, bakhil, dan durhaka, bahkan dia tidak segan-segan menentang perintah Allah dan menerjang larangan-Nya. Orang seperti ini tidak ubahnya seekor kucing, bila di dekat tuannya ia tampak kalem dan tenang. Tetapi bila sang tuan pergi si kucing akan tampak ganas, buas dan menerjang apa saja yang ia maui dengan senantiasa memperturutkan kehendak hawa nafsu. Itulah tabiat orang yang riya’.

Jika kita melihat realitas kehidupan masyarakat maka kita akan saksikan betapa sesungguhnya terlalu banyak amal-amal yang dikerjakan oleh manusia tetapi motivasinya bukan mencari ridha Allah akan tetapi didorong oleh perasaan riya’. Padahak perbuatan riya’ itu dapat menghapus seluruh amal kebajikan, sebagaimana keterangan yang terdapat dalam hadis: “Di hari kiamat nanti ada orang yang mati karena berjuang membela agama Allah, tetapi ia diperintahkan oleh Allah untuk masuk neraka. Lalu orang itu bertanya kepada Allah: “Wahai tuhanku, aku ini telah mati syahid dalam berjuang membela agama-Mu (kenapa harus dimasukkan ke dalam neraka)?” Maka Allah menjawab: “Kamu berdusta, dalam berjuang kamu hanya ingin mendapatkan pujian dari orang lain, agar dirimu dikatakan sebagai orang yang pemberani. Dan bila pujian itu telah dikatakan oleh mereka, maka itulah sebagai balasan dari perjuanganmu.”

Demikian juga, jawaban tersebut akan disampaikan Allah kepada orang alim, orang yang pernah melakukan ibadah haji, orang yang ahli membaca al-qur’an, termasuk orang yang melakukan amal kebajikan lainnya, tetapi semuanya dilandasi oleh semangat riya’, maka mereka semua akan dilemparkan ke dalam neraka, bila mereka melakukan protes terhadap Allah maka Allah akan menjawabnya sebagaimana jawaban di atas.

Cukup tragis bila saat ini sampai bercokol dalam hati seseorang. Kehinaannya tidak hanya di dunia, melainkan di akhirat justru lebih pedih siksanya. Sebab orang yang riya’ itu sama halnya dirinya beranggapan ada kekuatan lain selain yang datangnya dari Allah. Dengan demikian, secara tidak langsung ia berkeyakinan bahwa beramal di hadapan orang lain itu lebih utama daripada beramal karena Allah. Sehingga meskipun secara lahiriyah ia beribadah kepada Allah, tetapi secara batiniah ia justru merendahkan Allah dan mengingkari-Nya. Terbukti hatinya ingin dipuji dan disanjung oleh orang yang melihat amaliah dan ubudiyahnya. Oleh karena itu, riya’ merpuakan manifestasi syirik yang tersembunyi. Seperti yang dijelaskan oleh Allah dalam firman-Nya:

“Barangsiapa mengharapkan berjumpa dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shalih dan janganlah ia mempersekutuka seseorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya.”
(QS. Al-Kahfi : 110)

Artinya janganlah kamu mendemonstrasikan amalmu kepada seseorang karena ingin disanjung dan dipuji.

Nabi Saw, pernah bersabda: “Takutlah kamu kepada syirik kecil”. Lalu para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apa yang dimaksudkan dengan syirik kecil itu?” Rasulullah saw menjawab: “Yaitu riya’.” Kelak pada hari pembalasan amal umat manusia Allah swt akan berfirman: “Pergilah kamu kepada neraka dimana kamu pernah memperlihatkan amalmu kepada mereka semasa di dunia, lihatlah apakah kamu memperoleh imbalan pahala dari mereka?”

Rasulullah saw bersabda: “Allah swt berfirman: “Barangsiapa beramal, lalu dalam amalnya itu ia menyekutukan Allah dengan selain-Ku, maka ia adalah orang yang musyrik dan Aku berlepas tangan dari dirinya. Artinya tidak menganpuni segala dosanya dan ia akan mendapatkan siksa yang amat pedih.

Diterangkan dari sahabat Abu Hurairah ra, bahwa sesungguhnya Nabi saw pernah bersabda: “Banyak orang puasa yang tidak memperoleh dari puasanya itu, kecuali lapar dan dahaga, dan banyak pula orang yang melakukan shalat malam yang tidak memperoleh apa-apa kecuali rasa kantuk akibat tidak tidur semalaman.

Setiap amalan yang disertai perasaan riya’, maka amalan tersebut menjadi sia-sia, tidak akan memperoleh pahala sedikitpun dari Allah. Oleh karena itu, perumpamaan yang disajikan al-qur’an sangat tepat dalam menggambarkan orang yang riya’, yakni seperti batu licin yang di atasnya terdapat pasir, lalu batu tersebut dihuyur hujan lebat dari langit yang mengakibatkan lenyapnya pasir yang ada di atasnya.

Sirnanya pasir dari permukaan batu licin tadi adalah merupakan gambaran dari lenyapnya pahala dari seluruh amaliyah yang pernah dilakukan. Sedangkan hujan di sini oleh al-qur’an dijadikan gambaran dari sifat riya’.

Kemudian Allah swt berfirman:
“Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.”
(QS. Al-Furqan : 23)

Artinya, amal yang dilakukan tidak karena Allah, maka pahalanya menjadi sirna. Dan Allah menjadikan amal itu bagaikan debu yang dihamburkan pada terik matahari.

Diriwayatkan oleh ‘Adiy bin Hatim al-Atha’iy ra, bahwa ia pernah mendengan Rasulullah saw bersabda: “Pada hari kiamat nanti ada segolongan manusia diperintahkan menuju ke surga. Ketika mereka telah sampai di dekat surga dan bisa mencium bau surga, serta dapat melihat-istana-istana yang ada didalamnya, yang disediakan oleh Allah untuk para kekasih-Nya kemudian mereka dibelokkan dari arah surga (menuju ke arah neraka). Akhirnya mereka tidak memperoleh bagian sedikitpun dari surga. Mereka kembali dengan bersedih dan menyesali diri, orang-orang yang dahulu dan yang terakhir juga kembali seperti mereka. Mereka lalu berkata: “Wahai Tuhan kami, mestinya Engaku memasukkan kami ke dalam neraka sebelum melihat apa yang baru saja kami lihat dari berbagai pahala yang telah Engkau sediakan untuk para kekasih-Mu. Sungguh keadaan seperti ini lebih hina bagi kami.” Kemudian Allah berfirman: “Aku tidak menghendaki kamu demikian, tetapi kamu pada saat berada di tempat yang sepi (jauh dari pandangan orang) kamu berani melakukan dosa besar terhadap-Ku, sedangkan pada saat kamu bertemu orang, kamu bersifat khusyu’ dan merendahkan diri dengan seluruh amal kebajikanmu dihadapan mereka. Hal ini bertentangan dengan apa yang kamu berikan kepada-Ku dari dalam hatimu. Kamu punya rasa hormat kepada manusia, tetapi tidak punya rasa hormat terhadap diri-Ku, kamu mengagungkan manusia tetapi tidak mengagungkan diri-Ku, kamu meninggalkan kemaksiatan karena manusia, tidak karena diri-Ku. Maka pada hari ini kamu akan merasakan siksaan-Ku yang amat pedih dan Aku mengharamkan seluruh pahala-Ku kepadamu. 


Oleh karena itu, hendaklah kita senantiasa berupaya sejauh kemampuan yang kita miliki untuk membersihkan hati kita dari sifat tercela ini, menanamkan keyakinan yang kuat bahwa segala gerak-gerik hati kita tidak lepas dari pemantauan Allah. 


Disamping itu, beribadah maupun beramal secara demonstratif sudah menunjukkan tentang kedangkalan ilmu dan kotornya hati pelakunya. Bukankah Allah adalah Dzat Yang Maha Mengetahui segala rahasia yang tersembunyi, meski tanpa diucapkan? Allah Maha Mengetahui semua keghaiban yang tersembunyi dan apa yang terlintas di dalam hati. Kalau tafakkur kita sampai ke tingkat ini, kita akan senantiasa mencuci hati dengan air keikhlasan, menjauhkan diri dari segala noda kehinaan yang menyeret ke dalam lembah kesesatan. 


Orang yang bersih hatinya, ikhlas amal perbuatannya dan teguh keyakinannya, akan senantiasa menyembunyikan seluruh amaliahnya, sebagaimana ia menyembunyikan keburukan di hadapan orang lain. Dia takut bila amaliah dan ibadahnya itu dilihat orang, sebab hal ini akan menambah keruhnya hati, yang mengakibatkan mudah bercokolnya sifat riya’ di dalamnya. Sebab riya’ adalah ibarat virus ganas yang bisa menggerogoti amal kebajikan yang pernah dilakukan, sekaligus menjerumuskan yang bersangkutan ke dalam pedihnya siksa neraka, sebagaimana telah diilustrasikan dalam firman Allah tersebut.

Fuad Kauma. Tamsil Al-Qur’an. Mitra Pustaka: Yogyakarta. 2000.

Tentang Angin




Angin,,
Terhembus seiring berjalannya waktu..
Membawa luka, seakan tak ingin..
Tersimpan selamanya dalam kalbu..

Angin,,
Hembusanmu mengubah debu..
Menjadi titisan indah pelangi, tiada miskin..
Membawa terang, menghapus hitam terkutuk..

Angin,,
Akan tetap terjaga..
Dari tulisan relung kegelapan..
Selama tertiup bersama lentera cahaya..
Meski mereka menjadikanmu risalah hujan..


Penyesalanku

Tersimpan indah,,
Kenangan tentang dirimu..
Yang pernah menghiasi hari-hariku..
Dan menjadi bagian dari nafasku..

Semua rasa sesalku,,
Yang telah meninggalkanmu,,
Takan pernah kembalikan..
Semua cerita antara kita..

Semua penyesalan ini,,
Selalu hadir dalam fikiranku..
Menjadi kabut hitam..
Yang membayangi jalan hidupku..

Meski penyesalanku sia-sia,,
Karena tak bisa membuatmu kembali dalam hidupku..
Namun aku kan selalu berharap kau dapat memaafkanku..