Monday, 16 April 2012

Aku dan Garis Waktuku


Lihat ragaku,, makin rapuh..
Lihat mataku,, terus sayu..
Lihat langkahku,, makin gontai..
Lihat jiwaku,, makin kosong..

Aku tak bisa bohongi rasaku..
Aku tak kuasa dustai jiwaku..
Aku merindukannya..
Sangat merindukannya..

Namun,, aku sudah tak kuasa lagi meneruskan kata itu..
Aku hanya akan terus seret kaki penuh darah ini agar sampai pada akhir mimpiku..
Pada muara damai yang tak pernah aku rasakan..
Pada titik nyaman yang terus aku harapkan..

Aku tak peduli rapuh ini..
Aku tak peduli sayu ini..
Aku tak peduli gontai ini..
Aku tak peduli kosong ini..
Aku nikmati..

Aku rasakan sepenuh hati dan jiwaku..
Sepenuh ragaku..
Hingga sampai pada garis waktuku..
Yang aku tahu,,
Aku bisa raih mimpiku...
Atau sekedar sampai namun terkapar di ujung garis waktuku..

Ku guratkan di sini agar abadi..
Bahwa aku sangat menyayanginya..
Aku sangat mencintainya..
Aku sangat merindukannya..
Dan aku terus berusaha memimpikannya..
Terus berusaha mengharapkannya..
Meski sulit tuk mendekapnya..
Sebelum garis waktuku ku sentuh..



Reactions:

0 comments:

Post a Comment