Tuesday, 24 April 2012

Di Sudut Ruang Pekatku




Tak terasa malam telah menghilang..
Pagi tampakkan sinar mentari..
Pelan namun menyengat perlahan..
Aku masih dengan kepulan asap yang setia temani mata ini..
Diam di sudut ruang pekat ini..

Terus mengembara jauh tanpa batas pikiranku menerawang..
Tanpa tahu apa yang aku pikirkan..
Aku hanya jalani ini sendiri..
Di sudut pekatnya ruang hidup ini..
Hingga aku terlalu kerdil dan takut..
Meski hanya untuk pejamkan mataku..

Pekak gendang telinga ini..
Tak lagi bisa  dengar bisik kecil sang hati..
Tergerus oleh nada sumbang kehidupan..
Terkubur oleh distorsi realita..

Kucoba tengadahkan wajahku..
Pada langit-langit sudut ruangan ini..
Tertegun aku, tampak nyinyir langit-langit mengejekku..
Yang terus saja masih berkutat di sudut pekat ruang ini..

Ku tampar diriku sendiri..
Tetap saja aku tidak tahu..
Mengapa semua ini tanpa akhir..
Tetap saja tak bisa tahu..
Meski kubenturkan kepala ini..
Pada dinding ruang pekat ini..

Tetap saja aku di sini..
Dan akan tetap di sini..
Hingga aku temukan damai..
Hingga aku rasakan nyaman..
Dengan hidupku..
Dengan mimpiku..

Reactions:

0 comments:

Post a Comment