Tuesday, 3 April 2012

Kepalsuan Dibalik Cerita Roro Jonggrang




Siapa orang Indonesia yang tidak mengetahui candi Prambanan? Ya, hampir setiap orang yang menghuni Indonesia ini pasti mengetahui candi ini. Tentu saja candi Prambanan begitu terkenal karena candi ini merupakan salah satu candi Hindu yang termegah dari berbagai candi yang ada di Indonesia. Selain kemegahannya itu candi ini memiliki beberapa daya tarik lain sehingga membuat candi ini begitu terkenal, antara lain adalah cerita Ramayana yang sering dipentaskan di sana dan tentu juga cerita Roro Jonggrang yang sering kita dengar saat kanak-kanak dahulu.


Cerita Roro Jonggrang ini sungguh terkenal. Cerita ini mengisahkan tentang putri dari Ratu Boko yang bernama Roro Jonggrang yang ditaksir oleh seseorang bernama Bandung Bandawasa. Tetapi perasaan Roro Jonggrang tidak sama dengan Bandung Bandawasa, dia tidak mencintai Bandung Bandawasa. Untuk mengakali Bandung Bandawasa, Roro Jonggrang meminta 1000 candi dalam semalam, baru setelah itu dia boleh menikahi Roro Jonggrang. Namun, usaha Bandung Bandawasa untuk membuat candi itu digagalkan oleh Roro Jonggrang saat candi hanya kurang satu. Kemudian sebagai pengganti candi yang kurang satu itu, Bandung Bandawasa mengutuk Roro Jonggrang menjadi candi. Dan sekarang patung wanita yang berada di dalam candi Siwa yang merupakan bagian candi Prambanan itu dikenal sebagai Roro Jonggrang.


Ternyata cerita Roro Jonggrang yang menarik kita ikuti saat kanak–kanak dulu membuat kontroversi bagi rakyat Indonesia. Banyak orang mempertanyakan kebenaran dari cerita Roro Jonggrang. Banyak orang mempercayainya karena menurut mereka pada jaman dahulu memang orang ada yang memiliki kekuatan mistis seperti Bandung Bandawasa. Ditambah lagi mereka percaya bahwa orang jaman dahulu tidak mungkin bisa mengangkat batu–batu yang digunakan untuk candi itu dan juga membangun candi semegah itu. Dan ada juga orang yang tidak percaya karena menganggap hal seperti itu tidak rasional. Cerita itu juga membuat rumor–rumor yang aneh, seperti rumor bahwa kutukan Bandung Bandawasa itu masih ada dan membuat banyak wanita yang tinggal di daerah Prambanan menjadi perawan tua, dan juga rumor bahwa setiap berpacaran di Prambanan pasti nantinya akan putus. Lalu apakah peristiwa Roro Jonggrang itu benar–benar ada pada jaman dahulu ?.


Jika kita teliti lebih lanjut cerita Roro Jonggrang ini tidak benar adanya, hal itu pertama dapat dilihat melalui prasasti Siwagrha yang diperkirakan dibuat pada tahun 856 dengan bahasa Sansekerta dan tulisan Jawa Kuno. Dalam terjemahan itu diceritakan pembangunan sebuah candi yang diduga candi Prambanan. Disana disebutkan bahwa candi ini sebenarnya mulai dibangun pada masa pemerintahan Rakai Pikatan dan dalam prasasti itu tidak diceritakan sama sekali kisah tentang Roro Jonggrang dan Bandung Bandawasa. Terjemahan prasasti ini juga tidak menyebutkan bahwa candi ini dibangun oleh makhluk halus. Bahkan dalam prasasti ini yang menyebutkan bahwa candi ini dibuat juga oleh para pengukur tanah. Tentu sangat tidak mungkin makhluk halus bekerjasama dengan pengukur tanah untuk membangun candi ini.


Jika dengan bukti dari prasasti saja mungkin belum cukup. Karena kebenaran dari terjemahan itu belum pasti benar bukan? Sekarang bagaimana jika kita teliti kebenaran patung wanita yang berada di candi Siwa Prambanan. Benarkah patung itu patung Roro Jonggrang?


Ternyata setelah dibandingkan dengan patung wanita yang berada di Singasari, patung ini memiliki banyak sekali kesamaan. Apalagi patung itu terlihat berdiri di atas kerbau sambil menggenggam suatu makhluk, gambaran patung itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan cerita Roro Jonggrang. Tentu saja, karena patung itu ternyata bukan Roro Jonggrang. Patung itu adalah patung Dewi Durga, salah satu dewa yang disembah oleh umat Hindu pada saat itu.


Dewi Durga adalah dewa yang konon adalah istri dari dewa Siwa. Dewi Durga dianggap oleh umat Hindu saat itu sebagai dewa kemenangan. Menurut mereka Dewi Durga adalah jelmaan dewa yang diserahi senjata dari dewa–dewa lain untuk mengalahkan para asura (raksasa) yang dapat menjelma menjadi apapun dan menyerang khayangan. Hal itu tampak dari patung wanita yang berada di Prambanan dan Singosari yang memegang banyak senjata yang mirip dengan senjata dewa–dewa lain dan sedang berdiri di atas asura yang menyamar menjadi kerbau dan juga memegang roh asura yang sedang keluar dari kerbau itu.


Hal ini tentu semakin membuktikan bahwa cerita Roro Jonggrang itu tidak benar–benar ada. Rumoe–rumor yang ada saat ini mungkin juga sebenarnya tidak ada. Rumor–rumor itu mungkin hanya dibuat–buat oleh manusia. Dan ternyata rumor kutukan itu tidak benar. Banyak juga orang telah berpacaran di Prambanan namun hubungannya tetap baik bahkan ada juga yang sudah menikah dan mempunyai anak sampai sekarang.


Jadi kesimpulannya cerita Roro Jonggrang itu sebenarnya tidak ada. Hendaknya cerita Roro Jonggrang ini dipercaya sebatas dongeng saja. Tidak perlu percaya sampai keterlaluan dan mempercayai rumor yang ada. Itu hanya membuat pikiran penuh saja dan membuat ketidaknyaman dalam bertindak.

Sumber : Bluefame.com

Reactions:

37 comments:

  1. kalau meihat tulisan KH Fahmi Basya antara istana ratu boko dan borobudur mungkin termasuk candi prambanan dibangun pada masa nabi sulaiman, terkait dengan candi dibuat oleh mahluk halus atau jin di dalam alqur'an dinyatakan bahwa ada keterlibatan jin dalam pembangunan, hanya saja di alquran tidak mengenal candi di alquran di sebutkan bangunan bangunan sebagaimana dalam surat saba 34: 13 Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba Ku yang berterima kasih.

    Bahkan dalam penelitian KH fahmi Basya istana Ratu Boko itu merupakan istana Ratu bilqis yang dipindah oleh Jin Ifrit ke kerajaan Nabi Sulaiman dalam hitungan supercepat karena sekejap kedipan mata nabi sulaiman dan borobudur itulah dimungkin istananya ratu boko atau ratu bilqis yang dipindah itu
    silahkan lihat youtobe Borobudur dan Nabi Sulaiman 1 sampai 13

    ReplyDelete
    Replies
    1. lho kok malah jauh.......bgt hehehe gak nyambung om

      Delete
  2. katanya sampai sekarang belum ada ahli yang bisa menjelaskan bagaimana candi borobudur tersebut dibuat demikian juga dengan patung patung yang ada, hal tersebut tidak mungkin dipahat , karena kerumitan rambut rambut pada patung patung yang ada , kemungkinan benar itu dibuat oleh jin atas perintah nabi sulaiman dan bangunannya mirip seperti yang tertulis dalam surat saba seperti piring, dan tungku tungku, dan bahkan bisa jadi jogja atau nusantara adalah negeri saba' yang telah di adab dengan sehancur hancurnya , karena hanya nusantara yang terpecah pecah menjadi 17 pulau berikut pandangan KH fahmi Basya yang menyimpulkan bahwa borobudur adalah dibangun oleh jinn dan istana ratu boko adalah istana ratu bilqis yang hilang atau di pindah APAKAH ATLANTIS ITU ADALAH NEGERI SABA DALAM AL QURAN dan ALKITAB???
    Ust. Fahmi Basya (FB) pimpinan Sains Spiritual Qur’an Dzikrul Lil Alamiin Bogor. Penjelasan catatan ini meliputi kebenaran adanya Jejak Nabi Sulaiman di tanah Jawa yang berjarak waktu 30-an Abad lebih dan sekitar misteri Candi Borobudur sebagai ‘arsy Ratu Saba’ yang dipindahkan Jinn dalam semalam seperti diinspirasi oleh ayat Al-Qur’an terutama surah An-Naml.
    Letak Bukit Stumbu di desa Karangrejo, skitar 2,5 Km sebelah barat daya Candi Borobudur, Magelang.
    Secara metodologis, lontaran teori Stumbu DLA diatas didasarkan pada fakta-fakta ayat Al-Qur’an yang difahami secara simbolik berisi simbol-simbol matematis atas budaya penciptaan alam seisinya. Menurut FB yang lulusan Matematika MIPA UI tahun 1983, Dosen Matematika UIJ dan Dewan Pakar ICMI Jakarta Barat (2004) ini, terdapat tiga belas alasan mengapa Negeri Saba terletak di Indonesia dan bukan di Negeri Yaman seperti dipercaya ahli mufassir Al-Qur’an. Keseluruh bukti tentang Negeri Saba menurutnya bisa ditemui di Pulau Jawa, mengarah keberadaan Ratu Boko dengan Borobudur-nya.
    Analisis khusus FB sejak tahun 1982 melahirkan beberapa buku seperti Matematika Al-Quran (2003) dan Sejuta Fenomena Al-Qur’an (2008). Ia menyimpulkan, pertama, bahwa penjelasan QS 27:22 tentang negeri Saba tidak ditemukan di Yaman, sedangkan bukti tersebut ditemukan di Pulau Jawa (Wana Saba). Sedang kedua, arti kata saba (sabun) tidak ditemukan nama Sabun di Yaman, sedang arti lain kata saba (hutan) juga tidak ditemukan disana. QS 27:24 ‘Untuk Saba pada tempat mereka ada ayat, dua hutan sebelah kanan dan kiri’.
    Ketiga, kandungan ayat QS 27:24 ’…dan aku dapati dia dan kaumnya bersujud kepada matahari dari selain Allah’. Di dalam sejarah tak ditemukan sebuah tempat di Yaman yang masyarakatnya bersujud kepada matahari, sedangkan di Pulau Jawa berlokasi di Komplek Ratu Boko dengan beberapa bukti pendukung.
    Keempat; Bukti itu seperti (27:40) adanya bangunan (’arsy) yang dipindahkan ke suatu Lembah berjarak terbang burung dalam waktu singkat. Tentang siapa yang memindahkan dan bagaimana dipindahkan, tafsir ayat tersebut mengisahkan yang memindah singgasana Ratu Saba adalah JINN IFRID selesai sebelum Nabi Sulaiman mengerlingkan mata. FB menerangkan, terdapat peran JINN dalam realisasi ruang waktu disini, bahwa makhluk ini memiliki syarat ilmiah memindahkan arsy Saba tersebut ke Lembah Semut. Berdasar hukum kecepatan cahaya, makhluk Jinn mampu dengan mudah dan super cepat memindahkan suatu bangunan. Diketahui peristiwa seperti ini bukan tidak pernah ada, bahkan terjadi pula di belahan bumi lain. Demikian pula relativitas pemahaman manusia akan membatasi kebenaran nash ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Penjelasan yang dikait-kaitkan dengan Quran sangat tidak berdasar. Menurut bukti-bukti sejarah serta literatur Yahudi juga Kristen (kepercayaan yang ribuan tahun telah ada sebelum Islam), menyatakan bahwa raja Salomo (atau nabi Sulaiman menurut versi Islam), sejatinya hidup jauh sebelum Borobudur ada dan menjadi raja Israel sekitar 971-931 sebelum Masehi. Sedangkan candi Borobudur baru dibangun tahun 750 Masehi. Jadi, rentang perbedaan waktunya hampir 1.700 tahun antara waktu hidup Salomo dengan keberadaan Borobudur. Urutan kronologisnya sangat tidak cocok.

      Delete
  3. Kelima, menurut FB, lokasi kabar dalam QS 6:67 ada ditemukan sisa-sisa dan tandanya di Komplek Ratu Boko yang berjarak 36 Km dari Bukit Stumbu tenggara Borobudur. Di lembah Stumbu inilah arsy Saba tersebut dipindahkan sebagai kini dikisahkan RAKYAT (34:19) sebuah Candi BOKO dan Borobudur. Mereka kerjakan untuknya apa yang ia kehendaki dari gedung-gedung yang tinggi dan Patung-patung dan Piring-piring seperti kolam dan kuali-kuali yang tetap (34:13).
    Keenam, ayat tentang SABA QS 34:16 ’dan sesuatu yang disebut Sidrin Qolil ’ masih ditemukan bukti sedikit itu pada Gerbang Ratu Boko dan Serpihan Stupa Candi Borobudur. Ayat ketujuh 34:16 ’…dengan dua kebun yang mempunyai rasa buah pahit’ bisa ditemukan Pulau Jawa. Makna buah Maja yang Pahit seperti ini lagi-lagi tidak ditemukan di Negeri Yaman, bagi teori yang menyebut lokasi sejarah SABA.
    Kedelapan, peristiwa besar yang disebut dalam QS 34:16 tentang adanya BANJIR yang merubah peta dataran Asia dengan adanya Palung Sunda. Maka kami menjadikan mereka buah mulut dan kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya. Bukti kesembilan ini terdapat pada QS 34:19. Menurut FB, peristiwa banjir dahsyat tersaebut menyebabkan wilayah SABA hancur menjadi berpulau-pulau, belum pernah dalam sejarah kehancuran suatu negeri hingga menjadi lebih 17.000 pulau seperti Nusantara ini.
    Kesepuluh, adanya catatan pembatasan pada perjalanan QS 34:18. Jarak perjalanan dimaksud sebatas kekuatan terbang ideal seekor Burung (Hud Hud) sepanjang 36 Km. Angka ini menurut FB merupakan bukti kesebelas keberadaan Saba di Jawa Tengah, merupakan jarak antara Komplek Ratu Boko sekarang dengan lokasi Candi Borobudur di Magelang.
    Keduabelas, adanya surat Nabi Sulaiman (27:28) yang dibawa burung Hud Hud kepada Ratu Balkis, menurut FB tiada lain dicampakkan kaki-kaki burung tersebut di pelataran istana Boko yang disebutnya sebagai Sidril Qolil, kata ini dua kali ditemui di dalam Al-Qur’an.
    Ketigabelas, adanya taabut peti wasiat. Menurut FB dalam ekspedisi diatas dari bunyi QS 27:29-30 ’Berkata Ratu Balqis: “Hai pembesar-pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia. Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sungguh (isi)nya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.’ Inilah beberapa pembuktian secuil kisah Nabi Sulaiman yang sampai kepada pemahaman bahwa Negeri Saba benar-benar terhubung kepada bangunan arsy di Jawa.
    papa mimin akan tampilkan ayat2 yang berhubungan secara berurutan.

    KESIMPULAN SEMENTARA(BUKAN FINAL)
    kita simpulkan dari semua wikepedia dengan kuat pernyataannya adalah candi itu bukan di buat oleh seylendra atau kerajaan mataram…melainkan benar peninggalan nabi sulaiman…
    seylendra nama wangsa kerajaan sriwijaya yang melancong ke tanah jawa…budha adalah agama taertua yang berasal dari tanah jawa,kemudian melebar ke daratan india dan negara lainnya….dalam sejarah yang di ungkapkan…sulaiman memerintahkan jin membuat candi borobudur artinya caNdi yang tinggi dalam bahasa sansEkerta…..bahasa sanskerta terbentuk pada 500 sebelum masehi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bahasa Sanskerta terbentuk pada 500 sebelum Masehi? 500 apa? 500 tahun? Ampun dah...ora deh nek 500 taun.

      Delete
  4. Prambanan dan Borobudur sangat jelas merupakan peninggalan Hindu dan Budha lah kok jd dikaitkan dgn Islam. Islam di arab bro mekah dan madinah peninggalanya. Prambanan dan Borobudur peninggalan Hindu dan Budha yang mana adalah leluhur kalian juga yg sekarang sdh menjadi Islam. Tolong hargai perjalanan sejarah, tidak semua di dunia ini selalu berkaitan dengan Islam karena Islam hanya agama spt agama lain, dlm perjalanan agama banyak sekali yg datang dan pergi dan bisa saja Islam akan musnah demikian juga agama lain. Tdk ada yg abadi jd just let it flow aja my bro. Prambanan dan Borobudur adalah peninggalan Hindu dan Budha yg konon agama ini selalu eksis dimuka bumi bahkan walaupun ribuan agama datang dan pergi. So ndak usah ngaku ngakui mengko gumuh rek :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyo, lama2 Sidharta Gautama< Yesus dibilang agama Islam lg, haduhh.. apalagi Maria ibu Yesus jg dibilang beragama Islam, alasannya simpel "kan Maria berjilbab" GRUBYAKKK

      Delete
    2. omonganmu kui lho mak gedabrus kaya Suhu mu sing nang pertapaan teManggung kae,,, lha pora Suhu mu podo ngaku2 nek weruh ana penampakan nang temanggung?? njuk koe muni agamamu iku tetep eksis mbok umpama ana ewon agama do teko?? lhayo jelas,,lha kae Suhumu kui dolananne Jin Jin Kufur nang pucuk bates temanggung mbek Mbahrawa...minoritas kakean cangkem ki mung nang negara iki tok til, padahal kui wae gek entes lik ganti agamane...parah koe kui ndezzz ndezzz

      Delete
    3. Agama yg saat ini kalian pegang itu adalah agama turuna,, pernahkah kalian cari agama kalian..gk kan,,itu pr bagi kita...

      Delete
    4. Sebenarnya tidak susah2 amat untuk mengatakan bahwa candi is candi bukan istana. Pergilah ke candi Prambanan dan lihat, itu bukan istana, tidak ada rung yang busa difungsikan sbg tempat tinggal disana. Di ketiga candi utama itu hanya ada ruang kecil yang dimaksudkan sebagai tempat pamujan/ pemujaan atau sembahyang/ sembah Sang Hyang. Susah jadi ratu atau raja kalau istananya begitu. Apalagi Candi Borobudur, mosok'o raja tidur di emperan? Candi Borobudur tak beruang, bentuknya undakan. Sekali ya ada ruang ukurannya super mungil cuma cukup buat Buddha duduk bersila. IMHO sih...

      Delete
  5. banyakkan membaca bro sebelum memberikan komen yang sendiri tak mengerti sejarah yang sebenarnya. untuk tambahan pengetahuan anda bisa ikuti link ini http://reviewofreligions.blogspot.com/2012/06/jejak-ajaran-nabi-ibrahim-di-tanah-jawa.html

    ReplyDelete
  6. tuh komen kliatan yg pinter ma yg parah ,,ahahah

    ReplyDelete
  7. terbelenggu dgn kata2 ''agama'' yg terkesan terberai , padahal hanya satu garis ,dari awal hingga akhir ......, pikiran dan hati berbeda sehingga jadi dungu . . .. .

    ReplyDelete
  8. Sebaiknya jangan membawa agam tetapi ilmu pengetahuan yang telah tuhan berikan ke kita. Borobudur adalah salah satu contoh candi yang bernilai arsitek tinggi. Kalo borobudr adalah peninggalan nabi sulaiman, bagaimana dengan prasasti yang ditemukan? Bagaimana dengan candi2 yang lain? Bagaimana bisa jaman nabi sulaiman mengenal kapal yang lebih kita kenal dengan samudraraksa? Saya tidak ingin rasis karna saya juga muslim tetapi saya lebih melihat bagaimana ilmu pengetahuan bekerja

    ReplyDelete
    Replies
    1. sinau mbek guru aja mung nggugu nepsu,,, nepsumu jeh katon iku( nepsu pengen menang sak pengene karepmu)... nek ngaku islam, sinauwo marang wong soleh ora kang salah, omonganmu iku kalebu fasik,,, yen pemahaman ilmumu isih nutupi batin, melbuwo agama liya, amergo atimu wus angel ditambani... lha ngomong2 wis tau nang borobudur pora?? nek aku gaweane---dadi ora asal njepat ngegas pol mbantah penelitiane uwong, pendapate penajajah walondo aku nate tau percaya, nanging saiki ora...ning lak tau percaya tinimbang awakmu ngaku seiman ning kaboten bathuk... jajal njajah milankori nagri mentaram kene kowe,...kowe kan ora ngerti ragame foklore lan jeneng angger papan nang tanah mentaram kene... dolan nang magelang rene kowe,... iseh akeh peninggalan sing diumpetke nang kene,,,dadi aja mung ngandel sejarahe 'resmi'..ning yo aja kebablasen kya TS ndak dunekke sawan... wasalam

      Delete
  9. dek jaman awal nganti akhir tetep siji... gebleg ra mari2 nganti akhir jaman, parah... ewodene para tabib tetep angel nambani sawane wong sing digeblegi bakul dunya... mending ngomong mbek uwit sing wus merohi petingkahe wong akeh jaman... kang kedhiri sampeyan wis nyekel tombo, rasah nyedaki wong gebleg didikan bakul sing nyangkrak dadi prajurit ning papane uwong liya... owalah, kasus kasus!!

    ReplyDelete
  10. Teman - teman kesulitan untuk Belajar Komputer karena kesibukan? kini kami memfasilitasi kursus komputer jarak jauh via online, silahkan kunjungi website kami di asianbrilliant.com, Master Komputer, Kursus Online, Kursus Jarak Jauh, Kursus Programming, Kursus Desain Grafis, Ilmu Komputer

    Ayah, Bunda..butuh guru untuk mengajar anak-anak dirumah ? kami memfasilitasi 1000 guru untuk anak-anak ayah dan bunda datang kerumah, silahkan kunjungi website kami di smartsukses.com, Bimbingan Belajar, Les Private, Les Privat, Les Private Mata Pelajaran, Guru Datang Ke Rumah, Guru Private

    ReplyDelete
  11. sejak kapan allah menyuruh membuat berhala ? borobudur dan prambanan jelas terdapat berhala didalamnya, peneliltian FB hanya hipotesa yang didukung beberapa kecocokan-kecocokan saja, butuh kajian ulang, dan bukan suatu otentitas kebenaran yang harus dipertahankan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau hanya mencocok2 kan.. Berarti anda tau benarnya... Mana buktinya,,,jngan hanya crita yg dibuat bukti...

      Delete
  12. Candi prambanan adalah candi Hindu dimana Tuhan dipuja sebagai pencipta (Brahma), pemelihara (wisnu) dan Siwa (mengembalikan kembali) yang dikenal dengan tri murti. Bagi Hindu, Tuhan yang maha kuasa dan melampaui dan meliputi segalanya bisa dipahami dan dimengerti dan dijadikan sarana memuja dengan berbagai murti (wujud/simbol): gambar, mantra/doa, sesaji, bunyi, ya apa saja karena beliau serba maha. Umumnya orang mewujdukan beliau dengan huruf (tulisan), dan suara (bunyi) seperti doa dan mantra. Jadi adalah salah besar kalau kita memaksakan cara pandang/berfikir agama kita pada agama lain. Dan ingatlah, alam semesta sudah berumur jutaan (bukan baru 1500 tahun), begitupula dengan manusia dan kepercayaan / agamanya. Jadi menganggap diri paling sempurna dan hebat ... maaf hanyalah akan menghancurkan diri sendriri. Tentang candi prambanan, apa yg diluksikan adalah konsep Tuhan dengan Siwa sebagai wujud utama dan berbagai atributnya yang diwujudka dengan Durga, Ganesha, sapi Nandini, dsb. Gambaran Dewi Durga di Candi Prambanan dan di berbagai tempat lainnya (di Jawa, di Bali, pada pura kutri, gianyar, India, dsb) dimana berwujud Tuhan digambarkan dengan seorang Dewi dengan banyak tangan yg memegang berbagai senjata/busana dikenal dengan Durga Mahisasura Mardini yang ditulis dalam kitab markandeya purana. Pada kitab itu dijelaskan: bahwa manusia yg bodoh dan malas namun serakah digambarkan sebagai kerbau. Dari kepala kerbau tsb muncullah raksasa (ya manusia yg banyak maunya dan serakah). Nah untuk mengatasi dan mendidik manusia seperti ini dibutuhkan kelembutan dan kasih sayang seorang Dewi. Untuk mendidik tsb dibutuhkan berbagai sarana yang dilambangkan dengan berbagai senjata dan busana seperti pentungan (utk memuul), cakra (lambang perputaran), sankha (lambang doa/ mantra), pecut, panah dan busur (pengerahan dan usaha), teratai (lambang kesucian dan kemahakuasaan), dsb. Kata Durga berarti perlindungan dan kasih sayang dan kata Candi adalah nama lain dari Durga. Dewi berarti kesaktian / kekuatan. Karena ketidak tahuan, kebodohan tapi kesombongan kita, menyebabkan kita merendahkan dan meremehkan orang dan kepercayaan orang lain. Akibat diberinya kebebasan dalam Hindu untuk mewujudkan rasa bhakti dan sujud kepada Tuhan yang tak terbatas dan tak mampu dipikirkan oleh manusia itulah yang melahirkan berbagai kesenian dan budaya yang adi luhung: tari-tarian, seni gambelan, seni arsitektur (dimuat dlm buku vaastu sastra), seni kidung, gambar , lukisan, patung/ukir, dsb. termasuk Yoga yang digemari dan dirasakan manfaatnya oleh banyak orang. Jadi janganlah setiap hal yang hebat dan terkenal, lalu kita mencari-cari dan berusaha mencocok-cocokkan dengan agama kita.... dan kemudian kita mencoba memilikinya... Bagi Hindu, semua adalah milik Tuhan, bukan manusia. Itulah sebabnya banyak karya yang tidak mencantumkan nama pemiliknya, nama penemunya, .... ajaran Hindu menyatakan bahwa sumber peperangan dan kehancuran di dunia ini adalah karena mementingkan diri senidiri (aham kara-ego) dan ingin memiliki sendiri (mamakara) yang melahirkan keserakahan. Lihatlah apa yg terjadi di Timur Tengah sana, yang terus perang dan bergolak sepanjang jaman tanpa kedamaian ,,,,, kasihan ....

    ReplyDelete
  13. Tak rasak2ne,, saiki wong2 podo nggowo benere dewe2,, soale wes podo pinter.. Alhamdulillah yen wes pinter,,
    Nanging,, trus lek kabeh ngaku bener trus kepriye ??? Yo geger noh..?? Engkel2an argumen,, debat2,, sui2 dadi musuh2an,,
    Sing nek.e iki sing nek.e kui,, kabeh yo podo ora ngertine,, kabeh mek ngelmu KIRO KIRO...
    Masa lalu ga usah diributkan,, yg penting bagaimana masa yg akan datang,, wes toh, la mbok buyutmu biyen wong pinter, buyutmu byen sougeh,, sing jarene bangsa besar, bangsa yang disegani,, tapi lek terus saiki podo koropsi,,saiki podo bejat,, terus opo gunane MEMBANGGA2KAN MASA LALU,,

    Ora usah ribut,, kui ben diurusi sing ndue urusan,, saiki ngopi ae,, nyantai..

    Ojo fanatik nggowo ageman,, awakdewe urip nek negoro BHINEKA TUNGGAL IKA ,, tujuane dewe yo mung SIJI,, MATI.
    Urip nek negoro PANCASILA,, KETUHANAN YANG MAHA ESA,,, masio bedo agemanmu,yo tetep 1 gustimu.

    ReplyDelete
  14. Cerita jonggrang adalah legenda rakyat yg harus kita lestarikan turun temurun walaupun kalian berdebat sampe kiamat tetep aja cerita ini ada dalam hal ini saya cuma ingatkan bahwa candi prambanan ada dari eyang buyut kita dulu belum lahir bahkan adat dan yg laenya masih kita lakukan,walaupun saya beragama islam.tentang candi yg skrang menjadi obyek wisata kenyataanya dari agama apapun pada saling berdatangan melihat keajaiban ini,contoh diwaktu gempa jogja kmarin candi ini mengalami kemiringan 15 derajat arah barat daya namun knapa 3hari kemudian dah bisa tegak seperti sedia kala.bukankah ini termasuk rahasia tuhan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau kita islam, pesan nabi kita, kalau mau selamat gk sesat tetap berpegang teguhlan alquran dan hadis, kan sudah jelas,bahwa dunia beserta isinya itu ada didlam alquran,,..belajaro baru komentar...biargk merasa di pinteri...

      Delete
  15. biyuuuuhh... podo gegeran rebutan watu

    ReplyDelete
  16. biyuuuuhh... podo gegeran rebutan watu

    ReplyDelete
  17. Makanya...ngopi dulu ben gak salah pahammmm.......yuk ndang disruput sek iki kopi e bro......joss wes....

    ReplyDelete
  18. Saya orang muslim saya jg pernah baca buku karya FB itu. mungkin ini berbicara atas keyakinan. Dlm ALquran yg saya tau istana nabi sulaiman itu sangatlah megah terbuat dari tembaga emas dan logam mulia lainnya. Tp kalau melihat borobudur itu kan tumpukan batu. Terus FB Juga bilang kalu makam nabi sulaiman ada di borobudur jg. Lalu mKam yg ada di Yaman itu makamnya siapa?

    ReplyDelete
  19. Saya orang muslim saya jg pernah baca buku karya FB itu. mungkin ini berbicara atas keyakinan. Dlm ALquran yg saya tau istana nabi sulaiman itu sangatlah megah terbuat dari tembaga emas dan logam mulia lainnya. Tp kalau melihat borobudur itu kan tumpukan batu. Terus FB Juga bilang kalu makam nabi sulaiman ada di borobudur jg. Lalu mKam yg ada di Yaman itu makamnya siapa?

    ReplyDelete
  20. Kalau saya tetap percaya kedua candi i dah tersebut dibuat oleh nenek moyang saya, bukan dibuat oleh raja Salomon/Sulaiman dari tanah Judea sana. Mungkin saja sih dalam pembuatannya melibatkan arsitek dari India atau Kamboja atau Thailand karena dulu pasti ada pendeta atau biksu dari tanah asalnya agama Hindu dan Budha. Namun tenaga yang membangunnya padtilah nenek moyangku, nenek moyangmu, nenek moyang kita. Dan itu membuat saya bangga( padahal ga urun gawe). Candi- candi itu sungguh indaaaaah... Menakjubkaaaannn...dan duduk-duduk di bawah pepohonan di kompleks candi sambil memandang candi- candi tersebut membuat rileks, apalagi dibuai angin semilur bisa ketiduran daaah... Salam, peace...

    ReplyDelete
  21. Semua agama tolong hargai agama orang lzi,klau peninggalan masing masing tolong di hormati,jangan di campur adukan,candi borobudur dan prambanan itu peninggalan agama buddha dan hindu.Setau saya agama hindu dan buddha tidak pernah mengakui peninggalan agama lain menjadi milik mereka.Jadi mohon untuk di hormati,peninggalan masing masing agama tolong tetap di jaga jangan di aduk adukin,terima kasih

    ReplyDelete
  22. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  23. Penjelasan beberapa komentator yang dikait-kaitkan dengan Quran sangat tidak berdasar. Menurut bukti-bukti sejarah serta literatur Yahudi juga Kristen (kepercayaan yang ribuan tahun telah ada sebelum Islam), menyatakan bahwa raja Salomo (atau nabi Sulaiman menurut versi Islam), sejatinya hidup jauh sebelum Borobudur ada dan menjadi raja Israel sekitar 971-931 sebelum Masehi. Sedangkan candi Borobudur baru dibangun tahun 750 Masehi. Jadi, rentang perbedaan waktunya hampir 1.700 tahun antara waktu hidup Salomo (atau Sulaiman dalam versi Islam) dengan keberadaan Borobudur. Urutan kronologisnya sangat tidak cocok.

    ReplyDelete
  24. I think your blog is very nice and thanks for your blog
    http://www.sanadomino.com/

    ReplyDelete
  25. Atlantis emang indonesia,bekas ratu balkis ada,dan sulaeman emg erat hubunganya dgn candi2 itu.ya Ya klo Allah menghendaki gk mustahil apapun ter jdi.yaa mungkin manusia itu percaya kn pd hal di dpn mta klo gk ya gt dh.klo ku percaya indonesia itu atlantis candi2 dn sbgenya peninggalan mungkin klo gk sulaeman ya ratu balkis.

    ReplyDelete
  26. Atlantis emang indonesia,bekas ratu balkis ada,dan sulaeman emg erat hubunganya dgn candi2 itu.ya Ya klo Allah menghendaki gk mustahil apapun ter jdi.yaa mungkin manusia itu percaya kn pd hal di dpn mta klo gk ya gt dh.klo ku percaya indonesia itu atlantis candi2 dn sbgenya peninggalan mungkin klo gk sulaeman ya ratu balkis.

    ReplyDelete