Kamis, 08 Maret 2012

Asal Usul Penduduk Pulau Jawa




Menurut Suyono, dari karya Van Hien, menyebutkan bahwa keterangan terbaik mengenai keadaan geologi pulau Jawa dapat ditemukan  dalam tulisan kuno Hindu yang menyatakan bahwa Jawa sebelumnya adalah pulau-pulau yang diberi nama Nusa Kendang yang menjadi bagian dari India. Pulau ini merupakan hamparan dari beberapa pulau yang kemudian karena letusan gunung-gunung berapi dan goyangan dahsyat gempa bumi pulau-pulau itu bersatu. Babad itu menceritakan bahwa pada tahun 296 sesudah Masehi terjadi letusan gunung-gunung berapi yang berada di pulau itu, sehingga gunung yang semula ada menjadi hilang dan memunculkan gunung-gunung berapai yang baru.


148 tahun kemudian. Tepatnya pada 444 sesudah Masehi terjadi gempa bumi yang memisahkan Tembini, daerah bagian selatan pulau Jawa menjadi pulau tersendiri: Nusa Barung dan Nusa Kambangan. Tahun 1208 pulau Sumtera karena suatu musibah gempa juga terpisah dengan pulau Jawa. Begitu juga pada tahun 1254, Madura yang semula bernama Hantara mengalami kejadian serupa, yang disusul kemudian pada 1293 pulau Balu yang terpisah dengan Jawa. 


Adapun para penghuni Pulau Jawa, seperti diceritakan dari sumber surat kuno yang tidak beredar, yaitu Serat Asal Keraton Malang berasal dari daerah Turki, tetapi ada yang menyebut daerah Dekhan (India). Pada tahun 350 SM, Raja Rum, pemimpin dari wilayah tersebut mengirim perpindahan penduduk sebanyak 20.000 laki-laki dan 20.000 perempuan. Yang dipimpin oleh Aji Keler. Pengiriman ini adalah pengiriman yang kedua, karena pengiriman yang pertama mengalami kegaalan dengan kembalinya seluruh utusan ke negeri asal yang terjadi pada tahun 450 SM. Jawa yang saat itu bernama Nusa Kendang ditemukan sebagai pulau yang ditutupi hutan dan dihuni serbagai jenis binatang buas dan tanah datarnya ditumbuhi tanaman yang dinamakan Jawi. Karena keseluruhan dataran pulau ini dipenuhi tanaman tersebut, maka ia meberi nama pulau ini dengan nama “Jawi”.


Karena nama Jawi masih umum dan meliputi seluruh daratan pulau ini, maka agak sulit menentukan lokasi pendaratan para utusan ini. Akan tetapi, diperkirakan pendaratan itu terjadi di Semampir, yaitu suatu tempat yang dekat dengan Surabaya saat ini. Gelombang kedua ini juga mengalami kegagalan karena yang tersisa dari mereka hanya 40 pasang. Hal ini mendorong Raja untuk mengirim utusan lagi dengan persiapan yang lebih matang dan penyeidaan alat yang lebih lengkap untuk menjaga dari kemungkinan serangan binatang buas seperti yang dialami utusan pertama dan kedua. Di samping peralatan pengamanan diri, mereka juga diperlengkapi dengan alat pertanian, sebagai alat bercocok tanam bila kelak berhasil menempatinya dengan aman. Sementara itu, untuk mencegah agar orang-orang supaya tidak melarikan diri, diangkatlah seorang pemimpin dari kalangan mereka yaitu Raja Kanna. Gelombang ketiga ini rupanya berhasil dan akhirnya mereka menyebar ke pedalaman yang terbuka di pulau Jawa. Dari sisi keyakinan, orang-orang gelombang ketiga ini menganut kepercayaan Animisme. Dari sumber lain menyebutkan bahwa penduduk Jawa berasal dari daratan Cina Selatan yang membanjiri pulau ini sejak 3 ribu tahun SM. Selama 2 ribu tahun kemudian terjadi perpindahan penduduk dari tempat yang sama. Penduduk Jawa menurut sumber ini berasal dari gelomnang-gelombang itu. Mereka hidup dari pertanian karena sebelumnya sudah mengenal persawahan. 


Pada tahun 100 SM terjadi lagi perpindahan penduduk keempat yang terdiri dari kaum Hindu-Waisya. Mereka itu adalah para petani dan pedagang yang karena permasalahan keyakinan mereka meninggalkan India. Warga pindahan kelompok keempat ini menetap di daerah Pasuruan dan Probolinggo. Kemudian mereka secara perlahan membuat koloni-koloni di bagian selatan pulau Jawa yang pusatnya terletak di Singosari. Ketika di Singosari, siapa yang memimpin tidak jelas, tetapi ada naskah yang menyatakan adanya Ratu yang memegang kekuasaan di daerah Kedi, namya Nyai Kedi. Singgasana kerajaan ini berada di Kediri. Pada tahun 900 sesudah M, keturunan Hindu-Waisya dimasukkan dalam kerajaan Mendang yang juga dinamakan Kamulan. Nama lain untuk Mendang dan Kamulan ini adalah Ngastina atau Gajah Huiya. Sedang raja yang memerintah di sana adalah Prabu Jayabaya. Dalam sejarah, kerajaan dengan rajanya yang menguasai seluruh wilayah Jawa Timur pada tahun 1019-1049 adalah Airlangga. Ia kemudian diganti Jaya Baya yang memerintah pada tahun 1135-1157 M. Di bawah kekuasaan Jaya Baya, Mpu Sedah menerjemahkan sebagian Epos India Mahabarata ke dalam Bahasa Jawa engan nama Baratayuda. Jaya Baya dikenal sebagai pemaklum ramalan-ramalan yang akan terjadi di pulau Jawa. Jayabaya kemudian memindahkan kerajaannya itu ke Kediri dan memberinya nama baru yaitu Doho. Raja Jayabaya ini dikenal sebagai ilmuan yang ramalan-ramalannya banyak terbukti terjadi di kemudian hari. Ia meramalkan apa yang akan terjadi di pulau Jawa hingga tahun 2074 M.


Ada cerita lain, bahwa pada tahun 78 sesudah Masehi ada seorang utusan dari kerajaan Astina, namanya Aji Saka. Astina adalah nama lain dari Gujarat. Nama Astina juga masuk dalam cerita pewayangan yang beredar di masyarakat Jawa. Kemudian, Aji Saka di utus untuk menyelidiki apa yang ada dan terjadi pada kepulauan di Nusantara. Sesampai di pulau tersebut, ia mendarat di bagian timur pulau Jawa yang saat tiu masih bernama Nusa Kendang. Kemudian Aji Saka menaklukkan kerajaan Mendang dan mengusir sang raja yang bernama Dewata Cengkar. Tetapi kemudian Aji Saka dikalahkan oleh Daniswara, putra Dewata Cengkar. Karena kalah, Aji Saka kembali ke Astina. Tahun 125 M, Aji Saka kembali lagi bersama gelombang perpindahan orang-orang Budha dan pada saat itulah ia berhasil menaklukkan kerajaan Mendang. Setelah kemenangan itu Aji Saka memindahkan pusat kerajaan ke Purwodadi. 


Bersamaan dengan datangnya Aji Saka, dimulailah Babad Jawa dan perhitungan Tahun Jawa. Dari Babad-babad itu diketahui, setelah tahun 125 M pertumbuhan penduduk semakin cepat oleh perpindahan kaum Budha. Para pendatang ini kemudian menempat di pantai selatan pulau Jawa yang bernama Barung dan Tembini. Sebagaimana disebutkan di atas, pada tahun 444 M terjadi gempa bumi dahsyat yang kemudian memecah pulau Jawa. Pantai bagian selatan terbagi dua, yaitu Nusa Barung yang berada di dekat Puger Kulon dan Nusa Kambangan yang berada di dekat Cilacap. 


Sebagaimana disebutkan dalam buku Suyono, secara berturut-turut perpindahan penganut Budha ke pulau Jawa terjadi sebagai berikut:
1.     Tahun 157 M. Yang menetap di daerah Jepara.
2.     Tahun 163 M. Yang menetap di daerah Tegal dan Banyumas.
3.     Tahun 174 M. Yang menetap di daerah Tengger.
4.     Tahun 193 M. Yang menetap di daerah Kedu.
5.     Tahun 216 M. Yang menempati daerah Madiun.
6.     Tahun 252 M. Yang menempati daerah Yogyakarta.
7.     Tahun 272 M. Yang menempati daerah Kediri.
8.     Tahun 295 M. Yang menempati daerah Ngawi dan Bojonegoro.
9.     Tahun 312 M. Yang menempati daerah Kudus.
10.  Tahun 314 M. Yang menempati daerah Mojokerto.
11.  Tahun 424 M. Yang menempati daerah Surakarta. 


Lebih lanjut, pada tahun 450 M terjadi lagi perpindahan penduduk dari India yang mendiami tanah yang terletak antara sungai Cisadane dan Citarum, di Jawa Barat. Para pendatang itu menganut agama Whisnu. Setelah beberepa lama tinggal di tempat tersebut, kemudian mereka membentuk kerajaan sendiri dan memilih seorang raja sebagai pemimpinnya. Rajanya yang dipilij adalah Purnawarman. Ia dikenal sebagai raja yang gagah dan berani karena ambisinya untuk menaklukan kerajaan-kerajaan lain di tanah Sunda. Meskipun tidak semuanya berhasil dengan kemenangan, Purnawarman dikenal sebagai raja pertama yang memimpin wilayah cukup luas di pulau Jawa. 


Peralihan penduduk selanjutnya terjadi pada tahun 643 M yang dilakukan oleh Kusuma Citra, keturunan Jaya Baya. Pada masa Kusuma Citra inilah Nama Astina dirubah menjadi kerajaan Gujarat atau Kujrat. Saat Kusuma Citra menjadi raja, ada suatu ramalan bahwa kerajaannya akan musnah, karenanya ia berkeinginan kuat untuk memindahkan kerajaannya ke Pulau Jawa. Oleh adanya keinginan itu, ia mengirim sejumlah 5.000 penduduk yang beragama Budha dengan pemimpin putranya Awab. Penduduk yang dikirim oleh Kusuma Citra itu terdiri dari Jalma Tani, Jalma Undagi, Jalma Udang Dudukan, Jalma Pangiarik, dan Jalma Prajurit. Pendaratan pertama di bagian barat tidak berhasil, kemudian mengubah haluan ke bagian timur dan berhasil mendarat di sana. Awab sebagai pemimpin kemudian mendirikan kerajaan baru yang diberi nama Mendang Kamulan. Kemudian Awab menetapkan dirinya sebagai raja dengan gelar Brawijaya Sewala Cala. 


Sejarah tanah Jawa selanjutnya dapat ditemukan dalam Babad-babad yang menceritakan kelahiran kerajaan-kerajaan di Jawa. Namun demikian, sejarah tersebut penuh dengan mitos dan tampaknya kurang dapat diterima karena versinya yang amat beragam. Terlebih ada motif tertentu dari seroang raja memerinth seroang Mpu atau pujangga untuk menyusun silsilahnya sampai kepada nabi Adam yang dimaksudkan untuk semakin mentahbiskan dirinya sebagai wakil Tuhan di bumi. Penegasan silsilah itu dimaksudkan untuk semakin memperteguh kewibawaannya di mata khalayak rakyat. Cerita itu sulit diterima kebenarannya karena tidak diperkuat dengan bukti terjadinya peristiwa namun demikianlah adanya saat itu. 


Memang mengenai Jawa bisa ditemukan berbagai tulisan sebagai bukti, akan tetapi bukti yang didapat isinya samar-samar. Sehingga hanya memperkuat kejadian tertentu saja. Pada saat ini, sebagaimana yang banyak disebutkan dalam beberapa sumber, sejarah Jawa dimulai dari kedatangan Aji Saka tahun 78 atau 125 M. Kemudian, dalam buku Etika Jawa, Franz Magnis menyebutkan asal-usul penduduk Jawa berasal dari perpindahan penduduk dari Melayu yang berasal dari Cina Selatan yang dimulai sejak tahun 3.000 SM. Ia berpendapat demikian sesuai dengan apa yang dikatakan oleh J.H. Kerm dalam buku “Linguistic Materials for the determination of the Century of Origin of the Malay People”.


Ahmad Khalil. ISLAM JAWA Sufisme dalam Etika dan Tradisi Jawa. Malang: UIN-Malang Press. 2008.
Franz Magnis. Etika Jawa. Jakarta: Gramedia. 2003

Reaksi:

39 komentar:

  1. saya tidak yakin orang jawa berasal dari india

    BalasHapus
  2. bisa jadi berasal dari india ....

    BalasHapus
  3. jawa ia asli pribumi... buktinya bnyak d tmukan fosil manusia purba d jawa, itu mnnjkan udh ad penghuni sejak lampau...

    BalasHapus
  4. Kalau AJISAKA berasal dari India lalu menciptakan huruf Jawa...maka budaya Jawa asli itu yang mana..

    BalasHapus
  5. Kalau jawa asli pribumi artinya manusia yang penciptaannya tidak melalui proses kelahiran (penciptaan langsung) bukan hanya Nabi Adam AS, artinya orang jawa juga di ciptakan langsung dari tanah jawa.... masya Allah pemikiran yang fanatik buta terlalu membangga-banggakan secara berlebihan terhadap suatu suku, apa hebatnya suku jawa yang sejarahnya banyak diragukan sukses hanya dengan kelicikan, bangga karena silih berganti memimpin Indonesia (jadi presiden) tetapi selalu gagal dalam kepemimpinannya.

    Sadarlah wahai manusia bahwa manusia itu sama derajatnya di hadapan Allah SWT yang membedakan hanyalah iman dan taqwa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, manusia memang sama derajatnya d mata Allah. Tapi, tulisan komen anda tlah mencampurkan antara haq dan batil. D satu sisi, anda berbicara ttg persamaan derajat, tapi di sisi lain, anda tlah membuat rasis dgn menjelek jelekkan bangsa jawa. Scara tidak langsung, anda tlah tertular virus rasisme. Saya orang betawi...

      Hapus
    2. he...he......
      Nabi Adam juga bukan orang arab kok Pak/Bu

      Hapus
    3. betul, Adam adalah orang yahudi, kok bangga jadi keturunan yahudi.
      tiap bangsa punya cerita sendiri mitos asal mula bangsanya, bangsa yahudi jelas mengatakan manusia pertama turun di tanah yahudi (adam), bangsa cina mengatakan manusia pertama turun di tanah cina, begitu pula bangsa viking, yunani, romawi, indian dll.
      tapi lucunya bangsa lain mau2 saja percaya omongan orang yahudi kalau manusia pertama adalah adam. pikir lagi, jangan cuma percaya buta sama agama.
      dulu manusia menyembah dewa/tuhan berharap tuhan membela mereka dalam peperangan, tapi sekarang manusia menyembah tuhan tapi manusia yang membela tuhannya masing2 dengan peperangan. lucu sekali. tapi anehnya tetap banyak orang tolol yang tidak menyadari tuhan mereka hanya imajinasi mereka saja tapi dibela mati2an, membela tuhan yang mati dan impoten karena tuhan yang bersembunyi di balik manusia2 yang buta. itukah tuhan anda? tiap detik ada jutaan manusia yang menghina agama dan tuhan anda tapi mereka tetap baik2 saja. pikirkan itu kalau anda masih menganggap tuhan anda mahakuasa. mungkin anda akan galau dan menyangkal kata2 saya, beralasan tuhan memang membiarkan hal itu terjadi, kalau memang tuhan anda yang mahakuasa membiarkan hal itu terjadi lalu kenapa anda yang sewot dan membunuhi orang lain yang menghina tuhan anda?

      Hapus
    4. gw setuju dg anda, tambahan lg klo org anggap cerita wayang/babad tanah jawa hanya imajinasi/fiktif, lalu apa bedanya dg kitab suci dari sono yg sangat diyakini secara fanatik benar pdhl jg banyak unsur kayalnya yg dianggap mukjizat, mmg tuhan adalah bentuk pelarian manusia krn tidak bisa menjawab semua fenomena dan tekanan hidup di alam ini, kitab suci semua adalah bentuk imajinatif dan khayalan dengan dibumbui keadaan aktual dimasa itu dan kalau dipaksakan sebagai kebenaran mutlak adalah sangat tolol dan bodoh...

      Hapus
    5. anda pastinyo idak orang jawo....

      Hapus
    6. Mengapa lebih bangga jadi penjajah

      Hapus
  6. semua kita bangsa indonesia walaupun beda nama dan suku , tetapi pada hakekatnya kita sama, kita orang indonesia. walaupun ada pendapat yg mengataka orng jawa dari india, atau asal usul orang jawa dari daratan cina selatan, itu semua benar. krna klo kita telusuri asal usul raja2 jawa kebanyakan & mayoritas msh ada keturunan india dan cina.

    BalasHapus
  7. untuk anonim yang baik hati, anggap saja ini adalah pembelajaran buat kita semua, ayo bahas dan kupas jikalau ada yang meragukan atau ganjil.bagi saya ini bukan fanatisme atau cinta yang berlebihan atas satu suku saja, tapi ini adalah proses pencarian jati diri saja. Kebenaran Milik Allah, saya sendiri dan mungkin beberapa pembaca juga tidak tau tulisan ini benar atau tidak, dan komentar anda salah atau tidak.karena suatu kawajaran lah dalam proses mencari kebenaran itu terdapat beberapa keadaan yang salah dan itupun pun tidak disengaja (belum tahu)kebenaran milik Allah..dan Allah Maha Tahu, bukan anda!!!

    BalasHapus
  8. Yang punya fkiran positif gk mungkin berkata sesuka hatinya, gua orang jawa jadi kalo ng0mn di jaga itu mulut. . .

    Jangan main2 sama orang jawa, gua santet mati kau binatang, kalau ng0mng pake otak jangan pake pantat? Bodoh kau

    BalasHapus
  9. Bahkan wayang sudah ada sekitar 1500 SM, sedang India datang sekitar abad 4 M. DI jawa sudah ada kehidupan sebelum banyak yang datang kesini.
    Jika catatan mereka lebih lengkap, itu wajar. karena mereka sepertinya terorganisir mendatangi Jawa. Sedang kehidupan di Jawa biasa saja, dan mungkin tidak terpikirkan untuk menulis kisah mereka. Hanya gambar2 penggambaran dewa dari yang orang jawa percaya kala itu.
    Menurutku kedatangan orang India justru menjadikan cerita asli dari wayang, sebelum Mahabarata dan Ramayana, hilang karena kepentingan agama. Wajar sebuah agama yang baru, akan mengubur agama yang lama...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk info saja, sebagian besar tokoh apapun dalam wayang adalah tokoh dari sejarah dan nama India. bahkan nama jawa yang populer umpamanya poniman atau parto, supoyo tdk ada diangkat dalam cerita pewayangan.

      Hapus
  10. jawa..., memang perpaduan antara Bangsa YUNAN, NEGRO (seperti rakyat papua) dan INDIA.
    lebih dominan dari India/tamil, kemudian kawin campur dengan Negro, lalu berasimilasi dengan Proto melayu(yunan)

    BalasHapus
  11. Sipplah... campur-campur, sebagai bukti tidak ada yang abadi selain Sang Pencipta. Di tubuh kami ada darah Ras Kuning, Ras Hitam, Ras Merah dan Ras Putih. Bukti umat manusia berasal dari satu Ras Adam dan Hawa.

    BalasHapus
  12. komentar anda diatas salah smua... suku jawa yg bener asli dari madiun..bernama (broto seno mangan boto mangku prawan limo) perintah dari yg maha kuasa turun dari surga untuk membasmi otak kotor, otak mesum...dll...

    BalasHapus
  13. Yang jelas bangsa indonesia ini secara umum berasal dari dua bangsa besar Area dan Drafida dan kedatangannya jauh sebelum masehi. dalam proses waktu ribuan tahun tercipta banyak bahasa. kalau Aji saka itu dongeng sebelum tidur, mana mungkin dalam waktu yang singkat tercipta bahasa jawa berubah dari bahasa asal India dsb. dan bentuk hidung India yang mancung berubah jadi agak pesek. kalau penduduk asli jelas sudah ada sebelum dua bangsa besar itu datang, makanya ditemukan fosil manusia Purba. Dan pulau jawa , sumatra dsb terdiri dari banyak suku, itulah dua bangsa besar Area dan Drafida. Bangsa area dari Malanesia yang sekarang Malaisia , sebagian Pilipina, sebagian thailan, sampai ke Riau, jambi, palembang, sunda, lampung, betawi, kalimantan , sebagian sulawesi, makasar, sebagian aceh dan sumut yang disebut suku Melayu, sedangkan Drafida adalah jawa, madura, batak, irian, ambon , timor timur,. Demikian info, semoga menambah wawasan kita semua.

    BalasHapus
  14. Wawwwwww, seru juga ya komentar2nya, cuman saya pernah mengikuiti acara dislah satu setasiun tv kalau gak salah Acara "Silet". disitu muncul penampakan patung Semar yg terbuat dari emas dan berdialog dg mediataor. dan katanya Semar itulah nenekmoyang orang jawa. Wawllahu'alambissowap. yg pasti Hanya Allah SWT yg tau trims....

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe di gobloki DEMIT macak semar kok ya mau aja sampean!

      Hapus
  15. merdeka!!!! sudahlah gitu aja kok ribut,enaknya pikir ke masa depan aja wis,sesama manusia saling bantu aja jangan saling menjatuhkan. benar atau salah sudah gak jaman,semua mengklaim kebenaran,faktanya gak ngefect buat kepentingan orang banyak. fanatik untuk diri sendiri aja kan enak,janganlah paksa orang lain,nanti malah jadi gak gaul. kita hidup menghirup udara yang sama,airpun sama karea laut menyatu,jadi enaknya kerjasama saling mendukung kan indah!!!! mari....mandi dan gosok gigi,dan jangan buang sampah sembarangan...itu pesan mbah saya.

    BalasHapus
  16. @ Gst Ngurah Alit = setujuuuu....... (jgn hnya gosok gi2) mari kita BaB brsama2, kumpulkan jd pupuk biar tanaman tambah banyak & subur, mmbantu mncegah banjir........yoooo mariiii kita BaB massaaaaaal :)

    BalasHapus
  17. hahahaha,,.. masa bodoh mau blg ap lo semua. yg penting faktanya jaa lebih maju dr pulau mananpun di indonesia. semuanya ada, dan kao ad pemipin2 tertinggi itu sll dr jawa, yaaa krn memang orang jawa lebih baik.
    kemudian kalo mrk dianggap gagal atau tidak memuaskan lo semua yg jauh dimata,. ya EGP!!!!! wkwkwkwkwkw

    BalasHapus
  18. Ya ampun seru neh...saya jg org jawa..tp kata ibu saya...neneknya dulu campuran dr jawa-jepang.di.kelrg ibu saya ada yg beragama hindhu budha kristen dan islam.saya islam tp saya ndk pengen menghina kalian yg non islam.kepercayaan hati kita sendiri2...jd saling menghargai aja.anda blng Tuhan saya imajinatif saya.trus kalo Tuhan anda di gantung gt gmn.maaf jika saya terpaksa bcr begini.mau org jawa keturunan dr bangsa apa ato emang asli bumi jawa.yg saya yakinin kita berasal dr manusia yg pertama kali di ciptakan.entah itu nabi adam ato mgkn manusia yg mgkn bagi anda bukan adam.knp.musti di permasalahkan sih?yg penting kan gmn cr kita menjalani hidup dgn baik dan tak.menyakiti org lain.

    BalasHapus
  19. Mengurai silsilah asal muasal kita memang penting.hal itu bisa menjadikan kita bangsa yang lebih bijak dan lebih MANUSIA,selama sejarahnya tidak ngawur dan bukan distorsi.bukan untuk dibangga-banggakan ato pun merendahkan yang lain.karena dari manapun kita berasal toh akhirnya tetap akhirat kan?bangsa kita kelak tak akan pernah bisa menjadi besar dan disegani bangsa lain, kalau ternyata kita sebagai satu generasi pembentuknya tak pernah bisa bersikap seperti MANUSIA seutuhnya. (~ Just Sharing ~)

    BalasHapus
  20. “Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan
    kalian dari laki-laki dan perempuan, dan Kami menjadikan kalian
    berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal.
    Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kalian adalah
    orang yang paling bertaqwa di sisi Allah. “[al-Hujurat:13].

    BalasHapus
  21. Q.S Al-Hujarat tersebut membuktikan bahwa Alloh SWT bukan imajenasi seperti yg disebutkan para non tuhan diatas.

    BalasHapus
  22. boten usah diributkan..semua ini ciptaanNYA ..kekuatan yang nyata melebihi kekuatan jagad raya beserta isinya..ada yang mengendalikan...ALLOH YANG MAHA DHOHIR DAN MAHA BATHIN

    BalasHapus
  23. kalau mikir asal usul gak ada temunya.....berbuat baik aja titik biar masuk surga kalau mati lalu tanya pada ALLAH bagaimana asal usul kita???? jawabnya pasti tepat....

    BalasHapus
  24. crooot......klo baru tau jangan sok tau....klo belom sampe ke (sangkanparanedumadi)

    BalasHapus
  25. seng podo jowo ne nek iso ben podo joyo ne..ra usah mating semraud

    BalasHapus
  26. Jawa sudah ada sejak dulu kala, sebelum Jawa dibanjiri oleh bangsa2 lain, Jawa sudah ada yang mendiami lebih dulu yaitu homo erectus. jadi, orang jawa asli ialah homo erectus / homo sapiens... monggo dipun penggalih...

    BalasHapus
  27. Terima kasih pada para komentator dan penulis untuk saling berbagi info ...

    BalasHapus
  28. Meskipun beda bentuk dan Rupa tetapi tetap Satu yaitu "Manusia".
    jangan ada perdebatan.
    lebih baik saling membangun kearah yg lebih baik.
    tujuan kita hidup bukan untuk saling menjatuhkan antar suku,atau agama manapun.
    Rahayu,...

    BalasHapus
  29. udah makanya jangan suka menjelek jelekan ciptaan ALLAH,itu smua dicipta dan dijadikan dengan kemauan dn kehendak NYA,kita hanya bisa bertasbih dan bertakbir untuk NYA.DIA mau sperti apa YA KMAUANNYA SIAPA YANG LARANG BUMI LANGIT SERTA ISINYA KEPUNYAANNYA.

    BalasHapus