Thursday, 22 March 2012

Sahabatku yang Membekas Di Hati




Sahabat,,
Engkau adalah mata hatiku..
Kau telah membuka hati untukku..
Kau juga telah membawaku ke dalam dunia baru..
Kita bersama memasukinya untuk mengembara di dalamnya..

Sahabat,,
Engkau abadi di otakku..
Ketika aku melepasmu, kau telah memberikan setapak kenangan..
Ketika aku melepasmu, aku akan membangkitkan kenangan kita..
Sehingga,,
Bagiku hanyalah keledai yang jatuh di lubang yang sama..

Sahabat,,
Engkau abadi di hatiku..
Saat aku hampir putus asa dan hanya berfikir keegoisan,,
Aku ingat engkau yang mencintaiku..
Itulah dimana aku mulai bangkit..
Dan melawan keegoisan demi harga diri di depanmu..

Sahabat,,
Engkau adalah guruku..
Kita telah bersama sekian tahun,,
Membangun pribadi masing-masing..
Satu sama lain saling mempengaruhi,,
Sehingga engkau mendidik kedisiplinan yang akan kubawa nanti..

Sahabat,,
Engkau adalah bagian dari diriku..
Sejauh apapun aku pergi meraih cita-cita,,
Dirimu tetap ada di dadaku..
Sehingga suatu saat aku akan bercerita pada orang di negeri sana,,
Bahwa engkau sangat berjasa bagi masa mudaku dulu..

Sahabat,,
Kadang aku berfikir, dapatkah kita bertemu kembali nanti ?
Berkumpul, bercanda riang saling melempar kata-kata..
Dapatkah kita berkumpul seperti kemarin ?
Sedangkan ombak besar telah datang menghantam..
Dan batu karang di bawah kita pun telah menghantui..

Sahabat,,
Rimba kita masing-masing akan berbeda..
Mungkin engkau berenang di samudra,,
Sementara aku mencabik-cabik ranting yang menghalangi jalanku di hutan..
Namu aku yakin, kau pasti selalu ingat aku..

Sahabat,,
Kita pasti akan menghadapi pertikaian,
Perselisihan,
Sampai baku hantam,,
Karena hidup adalah perlombaan..
Namun bukan pengalaman berharga jika tidak ada itu semua..

Sahabat,,
Sadarkah, tak ada yang namanya “bekas sahabat”..
Sahabat tak lekang oleh zaman selama otak masih pada tempatnya..
Selama sidik jari tak berubah..
Bahkan jika kau menjadi orang lain,,
Jasa-jasamu tetap tertanam di raga ini..

Reactions:

0 comments:

Post a Comment