Monday, 6 February 2012

Catatan Tengah Malam



Sahabat,
Haruskah semua ini terjadi pada dirimu?
Haruskah kau yang menanggung semua beban ini?
Lidahku kelu, jantungku berdegup makin kencang
Getaran nadi berdetak cepat tak seperti biasanya
Ketika kumendapati kabar buruk yang menimpa olehmu
Hatiku amat terpukul disertai derai air mata pilu
Mengetahui dikau yang terluka dan nasib yang kian terpuruk

Sahabat,
Ingin kusegera bertemu denganmu
Meraih tanganmu, mendekapmu, dan memelukmu erat-erat
Menyeka dan menghapus air mata dukamu
Lalu ku bisikkan di kedua telingamu agar kau tegar menghadapinya
Tak usah menoleh ke masa lalu yang kelam
Semua yang tlah terjadi tak perlu disesali lagi
Tataplah ke depan, pandanglah lurus ke masa depan yang lebih cerah
Di mana orang-orang yang kau sayangi menunggumu
Hanya itu yang kumau, sahabat,
Di sini aku kan selalu rindukan dirimu,
Wahai sahabatku…

Reactions:

2 comments: