Thursday, 2 February 2012

Sejarah Munculnya Bulan Januari Sampai Desember




APAKAH kita pernah tahu sejarah munculnya bulan Januari sampai Desember?
Pernah membayangkan, seandainya kerajaan Romawi pada waktu itu tidak membuat bulan-bulan seperti yang kita kenal sekarang, mungkin kita masih kelimpungan kalau bikin janji ngedate. Hehe

Dulu, zaman Romawi kuno, awalnya kalender hanya dibuat dalam hitungan 10 bulan saja. Alasannya, ketika tiba musim dingin mereka tidak bisa bertani jadi tidak masuk hitungan kalender. Kemudian pada zaman itu kalendar dipahat dibatu dan kemudian batu-batu itu akan dikirim ke daerah-daerah jajahan Romawi.
10 bulan itu adalah :
Martius (31 Hari)
Aprilis (30 Hari)
Maius (31 Hari)
Junius (30 Hari)
Quintilis (31 Hari)
Sextilis (30 Hari)
Septalis (31 Hari)
Octolis (31 Hari)
Novelis (30 Hari)
Decemberis (31 Hari)


Dan musim dingin 61 hari sisanya itu tidak dimasukin dalam kalendar.
Akhirnya ada 1 orang bernama Numa Numae Pompilus yang mengadakan sedikit reformasi kalender. Dia ini adalah orang perdama yang mendirikan Institusi Pontiface (Kepala Agama). Jadi dia butuh kalendar yang bisa dijadikan patokan kapan harus diadakan upacara dan tidak hanya buat bertani.


Setelah dipertimbangkan dia membutuhkan untuk tahu kapan tanggal 2 minggu sebelum musim dingin berarkhir untuk mengadakan upacara ritual menyambut musim semi.

Akhirnya ditambahkan 2 bulan yaitu ianuarius dan Februarius. Ianuarius berjumlah 29 hari dan februarius hanya berjumlah 28 hari. Jadi total hari dalam 1 thn sekarang adalah 355 hari.

Martius (31 Hari)
Aprilis (29 Hari)
Maius (31 Hari)
Junius (29 Hari)
Quintilis (31 Hari)
Sextilis (29 Hari)
September (29 Hari)
October (31 Hari)
November (29 Hari)
December (29 Hari)
Ianuarius (29 Hari)
Februarius (28 Hari)

Seperti yang kita ketahui bahwa sistem kalendar dibuat berdasarkan pengamatan manusia terhadap munculnya bulan atau matahari, dalam kasus Romawi dua-duanya dipakai.Romawi mendasarkan perhitungan kalendarnya terhadap perhitungan kalendar Yunani dan Yunani tidak menggunakan matahari dan bulan tetapi berdasarkan kemunculan bintang Sirius. Sayangnya kemudian rada kacau. 

Para astronomer yang ditugaskan untuk memperhatikan gerak matahari, bulan dan konstelasi menjadi tidak sinkron dengan perhitungan kalendar dan perayaan keagamaan menjadi rancu dan tidak tetap setiap tahunnya.

Jadi diadakan bulan baru yaitu bulan ke 13 yang disebut Marcedonius yang jumlahnya 27 hari. Sehingga jumlah hari dalam 1 thn BISA menjadi 378 hari. Kemudian, setiap 2 thn sekali, bulan ini akan disisipkan dan menyebabkan rata-rata hari dalam 1 tahun adalah 366 hari dan itu sama dengan 1 tahun solar year.

Akhirnya pada thn 45 SM, Julius Caesar mereformasi lagi kalendar ini dan menjadi :

Ianuarius
Februarius
Martius
Aprilis
Maius
Iunius
Quintilis
Sextilis
September
October
November
December

Januari dipilih sebagai bulan pertama karena diambil dari nama dewa romawi Janus yaitu dewa penjaga gerbang olympus. Jadi, diartikan sebagai gerbang menuju tahun yang baru.

Dan juga karena 1 januari jatuh pada puncak musim dingin, maka disaat itu biasanya pemilihan consul diadakan, karena semua aktivitas umumnya libur dan semua senat dapat berkumpul untuk memilih konsul, dan dibulan Februari konsul yang terpilih dapat diberkati dalam upacara menyambut musim semi yang artinya menyambut hal yang baru.

Awalnya bulan juli adalah bulan kelima dalam kalender dan disebut Quintilis, yang berarti yang ke lima. Bulan ini memiliki 30 hari. Ketika terjadi penambahan dua bulan oleh Numa Pompilius dan pergeseran bulan oleh Julius Caesar maka bulan ini menjadi bulan ke tujuh, dan jumlah harinya pun ikut berubah menjadi 31 hari.


Awalnya bulan juli adalah bulan kelima dalam kalender dan disebut Quintilis, yang berarti yang ke lima. Bulan ini memiliki 30 hari. Ketika terjadi penambahan dua bulan oleh Numa Pompilius dan pergeseran bulan oleh Julius Caesar maka bulan ini menjadi bulan ke tujuh, dan jumlah harinya pun ikut berubah menjadi 31 hari.


Karena ia tidak mau bulannya memiliki jumlah hari yang lebih pendek dari Julius Caesar maka ia “mencuri” satu hari dari bulan Februari dan menyebabkan bulan Agustus berjumlah 31 hari dan Februari berjumlah 28 hari.

Tetapi, Masalah Kalendar Ini Gak Berhenti Sampai Disini.

Ternyata 1 tahun itu bukan 366 hari, tetapi 365 1/4 hari dan Julius Caesar memerintahkan untuk menambahkan 1 hari ditahun ke 4. Tetapi tampaknya terjadi kerancuan, misal sekrang thn 2000, thn ke 4 harusnya adalah tahun 2004 tetapi petugas penjaga kalendar waktu itu menghitung 2000 sebagai tahun ke 1 jadi akibatnya dia menambahkan 1 hari pada tahun 2003 dan bukan 2004 dan ini terjadi sejak thn 45 SM.

Arti Nama-nama Bulan Masehi

Januari
Nama bulan pertama ini diadopsi dari nama Janus, yaitu dewa romawi penjaga pintu gerbang. Dewa dengan dua wajah yang bertolak belakang. Satu wajah menatap ke depan, sedang lainnya menoleh ke belakang. Hal ini sebagai perlambang tatapan masa lalu dan pandangan ke masa datang. Janus yang kemudian menjadi januari adalah gambaran bulan mawas diri, yaitu sebagai pemisah tahun lalu dan tahun baru.
Februari
Berasal dari kalata latin Februa. Suatu istilah untuk pesta penyucian yang diselenggarakan oleh bangasa romawo kuno pada tiap tanggap 15 februari. Bulan ini adalah bulan yang paling sedikit jumlah harinya, yaitu hari pada tahun biasa dan 29 hari pada tahun kabisat. Tahun kabisat datang 4 tahun sekali untuk mengimbangi kekurangan dan kelebihan akibat perhitungan hari dalam setahun yang tidak bulat, yaitu 365 hari, 5 jam, 48 menit dan 46 detik.

Maret
Semula Maret adalah bulan pertama dalam kalender romawi. Namun, pada tahun 45 sm, Julius Caesar menambahkan bulan Januari dan Februari di depannya, sehingga Maret menjadi bulan ketiga dalam penanggalan gregorian. Nama maret berasal dari nama dewa perang romawi, Mars. Dewa Mars sangat terkenal karena kegarangan dan keberaniannya yang tiada tara.

April
Asal kata nama bulan keempat ini masih belum disepakati secara pasti. Sebagian mengatakan bahwa April berasal dari kata Aphrodite, yang berarti Dewi Cinta. Agak mendekati kebenaran jika ditilik dari asal kata adalah Aperire yang berarti membuka. Pikiran ini muncul karena orang yunani menyebut musim semi yang dimulai bulan april dengan istilah "pembukaan".

Mei
Kata Mei diperkirakan diambil dari nama Maia Majesta, atau Dewi Musim Semi. Musim semi disambut meriah dengan festival-festival oleh banyak rakyat eropa. Gadis tercantik dan pria tertampan dipilih untuk dinobatkan menjadi raja dan ratu yang akan memimpin tari-tarian dalam festival itu. Di inggris tradisi ini masih dilakukan tiap bulan mei, ratu disebut maid marian dan sang raja robin hood.

Juni
Kata juni berasal dari Dewi Juno, istri Dewa Jupiter. Juno adalah Dewi Feminin yang melambangkan harkat kewanitaan yang membawa kebahagian keluarga. Bagi sementara kelangan, terutama masyarakat Eropa, bulan juni dianggap bulan yang paling baik untuk melangsungkan perkimpoian. Mereka percaya bahwa kimpoi pada bulan juni akan membawa kebahagiaan bagi pasangan pengantin dan keturunannya.

Juli
Bulan ketujuh ini pada mulanya bernama Quintilis dan aslinya terletak pada urutan kelima. Tetapi ketika roma dikuasai oleh Mark Anthony nama bulan itu diubah menjadi Juli, diambil dari nama Julius Caesar sebagai penghormatan kepada kaisar romawi yang terkenal itu. Tidak disebutkan apakah Mark Anthony juga memindahkan urutan bulan seperti tersebut diatas.

Agustus
Bulan kedelapan ini juga berasal dari nama kaisar roma; Agustus. Bahkan dia sendiri pula menempatkan namanya dalam kalender tersebut. Konon untuk kekuasaannya dia merubah jumlah hari, mengurangi jumlah pada bulan Februari lalu menambahkannya pada bulan Agustus. Itu sebabnya maka bulan Februari menjadi bulan paling sedikit jumlah harinya.

September
September berasal dari kata Septa, bahasa latin berarti tujuh. Pada mulanya bulan September memang berada pada urutan ketujuh pada kalender julian. Tapi pada abad kedelapan sebelum masehi, pembagian tahun dirubah dari 10 bulan menjadi 12 bulan, tanpa merubah namanya terlebih dahulu bulan September ditempatkan di urutan kesembilan dan berlaku sampai saat ini.

Oktober
Nama bulan Oktober berasal dari kata Okto, bahasa latin yang berarti delapan, semula berada pada urutan kedelapan dan bergeser keurutan sepuluh mengikuti pergeseran perubahan bulan-bulan dalam satu tahun.

November
Mengikuti urutan bilangan latin, November berasal dari kata Novem yang berarti sembilan. Sebelum diadakan pembaharuan di jaman Julius Caesar, bulan November hanya mempunyai 29 hari, bukan 30 hari seperti yang dikenal sekarang.

Desember
Baik pada zaman romawi kuno maupun pada masa modern sekarang ini, bulan Desember merupakan bulan terakhir dari penanggalan setahun. Desember berasal dari kata decem yang berarti kesepuluh. Hal ini dikarenakan dahulunya bulan ini berada pada urutan ke-10 bukan pada urutan ke-12 pada saat sekarang.

Sumber : Kaskus.us

Reactions:

0 comments:

Post a Comment