Wednesday, 11 July 2012

Jika Lebah Menghilang, Manusia Akan Musnah




Lebah membantu penyerbukan, sehingga tumbuhan akhirnya bisa berbuah, dan tanaman pangan manusia bisa menghasilkan makanan.

"Setidaknya 90 persen penyerbukan tanaman biji-bijian dibantu lebah,” kata Warsito, ahli serangga Pusat Penelitian (P2) Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Namun, Dunia saat ini terancam kehilangan lebah. Pada tahun 2009, Pemerintah AS melaporkan terjadi penurunan koloni lebah hingga 29 persen. Penurunan misterius lebah itu juga telah dilaporkan di Eropa, Jepang, China, dan sejumlah negara lain sehingga mengancam pertanian tanaman yang bergantung pada lebah penyerbuk.

Di Indonesia: Pada setiap awal musim kemarau (Juni) hingga awal musim hujan (Desember), Kebun Raya Bogor biasa dipenuhi koloni lebah hutan (Apis dorsata). Pada bulan-bulan itu, Kebun Raya Bogor biasa ramai oleh dengung kepak sayap lebah hutan. Namun, suasana tiba-tiba berubah pada tahun 2010. Nyaris sepanjang tahun tak terdengar dengung Apis dorsata di sana. Peneliti lebah dari P2 Biologi LIPI, Sih Kahono, yang sejak 1993 meneliti lebah hutan di Kebun Raya Bogor, terkaget-kaget dengan situasi ini.

”Saya melihat beberapa peristiwa yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Irama alam kacau. Beberapa tanaman tidak berbunga. Ratusan ribu lebah dari 40 koloni yang biasanya muncul serempak dan pergi bersama-sama tak terjadi lagi,” kata Kahono.

Jika lebah musnah dari muka bumi ini, manusia hanya sanggup bertahan selama empat tahun. Tak ada penyerbukan, tak ada tanaman, tak ada binatang lagi, tiada lagi manusia. (Albert Einstein)

Ungkapan fisikawan Albert Einstein ini barangkali terlalu menyederhanakan, tetapi sebenarnya sangat masuk akal. Tanpa lebah, tak akan ada penyerbukan, setidaknya prosesnya akan berkurang drastis. Tiada penyerbukan berarti tiada makanan. Bagaimana manusia bisa bertahan tanpa makanan?

Catatan: Manusia dapat melakukan penyerbukan buatan. Tapi penyerbukan buatan itu juga tak sepenuhnya sukses, selain juga membuat ongkos produksi pangan menjadi tidak rasional lagi.

Mengapa lebah menghilang? Salah satunya karena terjadi colony collapse disorder (CCD). Dalam setahun sejak dilaporkan pada tahun 2007, CCD telah memunahkan sepertiga lebah (Apis mellifera) di Amerika Serikat dan menghabisi jutaan koloni di seluruh dunia.

Gejalanya, yaitu sarang-sarang yang ditinggalkan lebah pekerja dan menyisakan sang ratu serta bayi lebah yang kelaparan dan akhirnya mati. Sejumlah peneliti menduga, CCD disebabkan hilangnya kemampuan navigasi lebah akibat perubahan iklim sehingga mereka tidak mampu menemukan jalan pulang ke sarang.

Selain perubahan iklim, lebah juga mengalami desakan yang luar biasa karena rusaknya habitat. Lalu pestisida menjadi ancaman yang paling ganas, selain pembalakan hutan.

Dari lebah kita bisa membaca, perubahan iklim benar-benar telah hadir. Tak hanya lebah yang terancam, bahkan kehidupan manusia itu sendiri dalam ancaman besar, sebagaimana diperingatkan Einstein.

Apa yang bisa kita lakukan menghadapi kenyataan ini?

Setidaknya, sekecil apapun, ada langkah-langkah yang bisa kita ambil untuk mengatasi hal ini, yaitu: menjaga lingkungan, paling tidak lingkungan sekitar kita.

 1. Rawat tanaman di sekitar kita. Bahkan tanam lagi pohon demi pohon.

 2. Gunakan pestisida alami.

 3. Stop pembalakan hutan!

Maka: mari menanam & merawat pohon. Hijaukan lingkungan kita! demi kelestarian bumi serta kehidupan yang lebih baik bagi kita semua dan generasi selanjutnya



Sumber : Kaskus.co.id

Reactions:

0 comments:

Post a Comment