Thursday, 18 August 2011

Tubuh Adam Diciptakan Dari Tanah dan Ruhnya Dari Langit


Tubuh Ibn Adam diciptakan dari Tanah sedang ruhnya dari alam malakut, dan keduanya telah dihimpun jadi satu. Apabila ia telah melaparkan perutnya, dan mau berjaga malam, lalu mau berhidmah dengan sungguh, maka ruhnya akan senang dan ringan. Lalu rindu ketempat yang ia diciptakan di sana, lalu rindu pula ke alam atas. Namun, bila perut dikenyangkan, tubuh dinikmatkan, lalu banyak tidur, dan sibuk memperhatikan tubuh dan hiburannya maka tubuh akan tetap berada ditempat aslinya di tanah, lalu ruhpu ikut bersamanya, jadi ia seolah dalam penjara. Seandainya ia tidak terbiasa dalam penjara maka akan meminta pertolongan dari rasa nyeri perpisahan dan terputus dari alam atas dimana ia diciptakan di sana, seperti orang yang tersiksa minta pertolongan.

Secara global, bila tubuh ini ringan maka ruhpun akan ringan pula, lalu menuntut untuk naik ke atas. Apabila tubuh terasa berat dan selalu dijejali dengan beberapa syahwat dan hiburan maka ruhpun akan berat, dan turun dari alamnya jadi ia akan tetap berada di bumi bawah ini. Lantas kamu melihat seorang lelaki yang ruhnya berada di atas, sedang tubuhnya disisimu, lalu ia tidur di atas hamparannya tapi ruhnya di Sidratul Muntaha yang berputar-putar di sekeliling arasy. Ada orang lagi yang berhidmah dengan tubuhnya sedang ruhnya tetap di tanah.

Apabila ruh ini berpisah dengan tubuhnya maka akan bertemu dengan teman di atas. Disanalah tempat segala macam hal yang menenangkan dan seluruhnya kenikmatan dan kegembiraan, kelezatan dan hidup yang enak, namun bila di bumi, maka seluruhnya menyedihkan, kesempitan dan hidup yang serba sulit. Allah swt berfirman:

Barangsiapa yang berpaling dari dzikir kepada Ku, sesungguhnya ia akan memiliki kehidupan yang sempit. (Thaha, 124)

Buatlah tubuh payah untuk memberikan kenikmatan rohani dan jangan membuat penat ruh dengan memberikan kenikmatan tubuh. Sesungguhnya kenikmatan rohani dan celakanya adalah lebih besar dan lebih lama, sedang kenikmatan tubuh dan kesempitannya adalah lebih pendek waktunya dan lebih ringan.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah.Memetik Manfaat Al-Qur’an. Daar Al Yaqiin li An Nasyar wa At Tauzii’, Mesir, Al Manshur.2000.



Reactions:

0 comments:

Post a Comment