Wednesday, 19 October 2011

Alasan Pria Cepat Dewasa Secara Fisik




USIA remaja merupakan masa paling tidak menentu dalam perkembangan psikologi anak pria, termasuk perkembangan fisik yang cepat. Namun, perkembangan otak mereka berjalan lambat. Apa pasal?
Pria muda saat ini lebih cenderung memiliki kehidupan yang dimanjakan. Bahkan, mungkin lebih berbahaya daripada masa lalu.
Penelitian menunjukkan, bahwa pria muda mencapai puncak seksual mereka lebih awal dari sebelumnya. Di mana sejak 1800 sampai hari ini, pria berusia 18 tahun secara fisik tampak matang seperti usia 22 tahun. Namun, otak mereka belum tentu berkembang. Itu berarti mereka bisa mengambil lebih banyak risiko yang tidak perlu dengan kehidupan mereka.
Teori ini berasal dari seorang peneliti Jerman yang memelajari sesuatu yang disebut "accident hump", testosteron melonjak ketika pria muda mencapai kematangan seksual.
Pada usia remaja, otak laki-laki akan mengalami puncak testosteron. Ini ditandai yang sering kita sebut sebagai masa pubertas. Di balik masa pubertas, otak laki laki pada masa tersebut mengalami pergolakan. Pada fase ini otak remaja laki-laki akan selalu berkonflik karena sedang mengalami saat-saat untuk mencari kebebasan dan petualangan.
Menggunakan catatan kematian dari lima negara Eropa, termasuk Inggris, dia menunjukkan bahwa usia rata-rata yang dialami remaja terus turun dari tahun 1750 sampai 1950. Penurunan terjadi pada sekitar 2,5 bulan selama satu dekade (yang menunjukkan pria muda modern mencapai puncak seksual mereka lebih awal dari orang-orang dari abad ke-18).
Peneliti Yosua Goldstein mengatakan, pergeseran dalam “accident hump” dimulai sebelum masa industrialisasi dan penemuan mobil. Karena itu, penjelasan terbaik untuk itu adalah bahwa pemuda mengalami pendewasaan fisik lebih awal dari sebelumnya.
Itu diperoleh dari peningkatan standar hidup, nutrisi, dan ilmu kedokteran. Semua bisa berkontribusi untuk menggeser hal-hal tersebut. Berbagai penelitian telah menunjukkan, bahwa remaja perempuan yang bertambah dewasa dan memulai periode mereka lebih berjalan normal.
Tetapi sementara catatan medis mengungkapkan, peneliti telah berjuang untuk menemukan cara untuk melacak apakah anak pria sama-sama terpengaruh. Bukti anekdot untuk fenomena ini berasal dari catatan paduan suara.
Misalnya, usia rata-rata penyanyi pria muda “pecah” dalam paduan suara yang dipimpin oleh Bach di Jerman pada pertengahan abad ke-18 merupakan mereka yang berusia 18 tahun.
Tapi di London pada abad ke-20, usia lebih dekat di angka 13 tahun. Demikian laporan jurnal PLoS ONE yang dikutip dari Dailymail, Senin (22/8/2011).
Profesor mengatakan, bahwa pematangan ini sebelumnya dapat menempatkan anak laki-laki dalam bahaya.
"Sebelumnya risiko bahaya terbesar di antara pria muda mungkin disebabkan pada usia tersebut kurang mental dan sosial yang lebih dewasa," imbuhnya.
Di sisi lain, pria muda diawasi lebih ketat oleh orangtua mereka. Pria muda mungkin menjadi matang secara seksual, tetapi mereka lebih lama untuk matang dalam cara lain.
Profesor Goldstein, dari Institut Max Planck untuk Penelitian Demografi menyimpulkan, "Usia penurunan.
Kematangan seksual pria bertentangan dengan keterlambatan dalam transisi sosial untuk usia dewasa yang telah didokumentasikan di seluruh dunia."
"Usia di mana pria menikah, menjadi ayah, sekolah yang lengkap, mulai karier mereka, dan mencari finansial, serta lepas dari orangtua mereka semua akan terjadi. Hanya saja, tidak lebih awal, lebih di usia selama setengah abad terakhir atau lebih," sambungnya.
"Hasilnya telah terjadi pembesaran periode kehidupan antara masa remaja dan dewasa, serta menjauhkan dari banyak keputusan yang ceroboh di masa-masa muda," tutup Max.

Sumber : ForumkamiNET

Reactions:

0 comments:

Post a Comment