Selasa, 19 Juni 2012

Perkembangan Islam Di Vietnam


Pendahuluan

Vietnam artinya negeri selatan. Negeri ini mempunyai luas 329.556 km, dengan iklim 54.427.000jiwa dan tingkat kepadatan penduduk 165/km. Negara ini merupakan sebuah republik sosialis dengan kepala Negara Presiden, dan kepala pemerintahannya Perdana Menteri. Ibukota Hanoi, dan satuan mata uang Vietnam adalah dong (100 sau), bahasa resmi Vietnam. Lagu kebangsaannya Tien Quan Ca (The March To The Front). Dalam bahasa Vietnam negara ini dikenal dengan sebutan lengkap Cong Hua Xa Hoi Chu Nghia Vietnam.
Dalam hal iklim Vietnam beriklim tropis, dengan angin yang mempengaruhi cuaca sepanjang tahun. Pada musim panas, wilayah Vietnam berhujan lebat dari barat daya, sedangkan pada musim dingin curah hujannya ringan dari timur laut. Vietnam pada Nopember-April. Suhu rata-rata pada bulan Januari di Hanoi adalah sekitar 17 derajat C, sedangkan pada bulan Juni berkisar 28 derajat C. Delta Sungai Merah dari bulan Mei-Oktober memiliki suhu udara yang cukup tinggi, hujan lebat, dan kadang terke-9na angin topan yang melanda sampai ke Teluk Tonkin.
Dalam setahun, curah hujan Hanoi adalah sekitar 183 cm. Sementara wilayah Vietnam selatan tetap lembab sepanjang tahun, sedangkan di Ho Chi Min selama musim panas (April-November) curah hujan dapat mencapai 200cm. Wilayah tengah umumnya lebih kering dan dingin. Daerah pegunungan umumnya bersuhu rendah dan lebih banyak hujan dibandingkan daerah delta dan pantai.
Hampir seluruh penduduk Vietnam (80%) adalah dari bangsa Vietnam, yang tinggal memusat di dua Delta, yaitu Delta Sungai Tengah dan Delta Mekong. Di Vietnam etnis minoritas adalah Chinese,(1.000.000 jiwa), Kampuchea (350.000), Melayu-Campa (20.000) yang hidup didaerah pedesaan. Selain itu dalam kelompok minoritas ini terdapat keturunan Thai (3.509.000), Man (100.000), Meo (80.000), Muong (25.000), Nung, Lolos, dan lain-lain.
Agama utama penduduk Vietnam adalah Buddhisme. Meski demikian, 10% penduduk Vietnam selatan beragama Khatolik. Selain itu, terdapat juga para penganut agama Hoa-Hoa (yang erat hubungannya dengan Buddhisme), agama Chao Dai (yang erat hubungannya dengan Thaoisme), dan minoritas muslim.
Sebelum 1954, Vietnam merupakan salah satu dari 3 negara Indo-China jajahan Perancis, di samping Laos dan Kamboja, wilayah ini uga diseut Coachin China, Annam, atau Tonkin. Wilayah Negara ini di sebelah utara berbatasan dengan wilayah China, di barat dengan Laos dan Kampuchea, dan di selatan serta timur dengan Laut China Selatan dan Teluk Tonkin.
Vietnam telah tumbuh sebagai bangsa tersendiri pada abad II SM. Bangsa Vietnam mendiami daerah-daerah bersejarah, seperti Tonkin (Utara), Annam (Tengah), dan Cochin China (Selatan). Lebih kurang pada III SM, Tonkin dan Annam ditaklukkan oleh China. Kemudian, pada abad II, Kerajaan Campa muncul di Vietnam tengah.
Selanjutnya, pada 939, China diusir. Keadaan ini telah vmemungkinkan Kerajaan Annam berkembang dan kemudian mengalahkan Campa (1471) dan meluas ke selatan hingga ke wilayah Cochin China. Pedagang dan minoritas Barat mendarat di wilayah Vietnam pada 1500. Pada 1859, Saigon (sekarang Bandar Ho Chi Min) direbut Perancis dan demikian juga seluruh Cochin China pada 1862. Sesudah perang dunia II dan dalam penduduk Jepang, Ho Chi Min memproklamirkan Negara Vietnam merdeka (1945).
Dalam usaha memulihkan kekuasaannya (1946-1954), Perancis mengalami kekalahan di Dien Bien Phu. Sebagai keputusan Konferensi Geneva (1954), sambil menunggu pelaksanaan pemilihan umum, untuk nsementara Vietnam dibagi dua: Vietnam Utara yang komunis dan Vietnam Selatan yang non-komunis. Dengan dukungan Amerika Serikat, pemerintah Ngo Dinh Diem menyatakan berdirinya republic merdeka di Selatan (1955) dan menolak diselenggarakannya pemilihan umum (156). Kejadian ini kemudian menyebabkan meletusnya perang Vietnam, yang baru berakhir pada 1975 dengan kemengan Vietnam Utara.
Dalam perang ini, terdapat pasukan rakyat yang terkenal dengan nama Viet Cong San (pasukan komun Vetnam). Ada awalnya pasukan Vietkong ditunjukan untuk memerangi Ngo Dinh Diem yang korup, tetapi kemudian berkembang melawan pasukan Vietnam Selatan, dan Amerika Serikat. Atas dasar kerja sama antar pemerintah di Selatan dan Amerika pada 1961, pasukan Amerika Seriakt membantu Vietnam Selatan. Pada 1963, Amerika Serikat mulai membom Vietnam Utara. Pada 1968, jumlah pasukan Amerika Serikat di Vietnam Selatan telah mencapai 545.000 personil, perang ini berakhir dengan jatuhnya Saigon pada mei 1975.

  1. Letak Geografis


Letak geografis Vietnam yaitu berbatasan dengan Cina di sebelah utara, Laos di sebelah barat laut, Kamboja di sebelah barat daya, dan Laut Cina Selatan di sebelah timur. Letaknya ini berada di kawasan Indocina. Letak astronomisnya adalah 1020 – 1090 BT dan 80 – 230 LU. Luas Vietnam kurang lebih 331.688 km2.
Daerah Vietnam terdiri atas bukit-bukit dan gunung-gunung berhutan lebat dan sedikit dataran rendah. Pegunungan Utara terletak di bagian barat laut. Puncak tertingginya adalah Fan-Si-Pan (3.143 m). Di wilayah bagian utara terdapat gunung Tsin Ho dan di bagian selatan terdapat gunung Chu Yang Sin.
Delta sungai Merah membentang dari pegunungan Utara sampai teluk Tonkin. Wilayah ini merupakan daerah pertanian.
Pegunungan Annam merupakan rangkaian pegunungan di wilayah barat dari pegunungan Utara sampai 80 km di utara Ho Chi Minh City.
Dataran pantai meliputi wilayah timur dan bagian tengah, membentang dari delta sungai Merah sampai sungai Mekong.
Delta Mekong terbentuk oleh sungai Mekong. Sungai Mekong merupakan sungai yang sering dilanda banjir setiap tahunnya. Vietnam beriklim tropis musim.
Mayoritas penduduknya adalah etnis Vietnam, Khmer, dan Cham. Kelompok etnis terbesar adalah etnis Vietnam/Kinh. Mereka tinggal di sekitar delta-delta endapan dan dataran rendah di tepi pantai. Orang Kinh memengaruhi kehidupan nasional melalui kontrol mereka dalam urusan-urusan politik dan ekonomi. Kebudayaan Vietnam berpegang teguh pada konfusianisme yang menekankan pada tugas-tugas yang bersifat kekeluargaan.
Sebagian besar mata pencaharian penduduk Vietnam adalah pertanian. Hasil utama pertaniaannya adalah padi. Vietnam telah berhasil membuat sejuta hektar sawah padi yang hasilnya diekspor ke berbagai negara termasuk Indonesia. Vietnam juga menghasilkan jagung, kapas, teh, tebu, ubi jalar, buah-buahan, dan tembakau. Hasil industri Vietnam diantaranya semen, pupuk, ban. dan tekstil. Hasil pertambangannya meliputi emas, bijih besi, timah, gamping, fosfat, dan seng.
  1. Kerajaan Campa
a. Awal Permulaan Campa : Kerajaan Lin-Yi
Campa terletak di sebrang laut sebelah selatan propinsi Goangdong (Tiongkok Selatan) demikian menurut catatan Ma Huan dalam bukunya Ying Yang Sheng Lan (pemandangan indah di sebrang samudra) orang berlayar menuju ke sebelah barat daya dari kabupaten Chang Le, propinsi Fujian (Tiongkok Selatan) bila ada angin buritan kapal akan sampai di Campa pada hari ke-10. Di sebelah selatan Campa terdapat kerajaan tetangga bernama Kamboja. Di sebelah barat berbatasan dengan dengan Laos. Di sebelah laut timur adalah laut besar.
Di bagian timur laut Campa terdapat sebuah pelabuhan, Xinzhaou (Qoui-Nho) di pantai terdapat sebuah menara batu. Di sana tempat berlabuh kapal-kapal yang berdatangan. Kampungnya bernama Sri Vijaya dan dipimpin oleh dua kepala kampong yang mengurus 50-60 kepala keluarga. Kota Campapura sebagai ibu kota Kerajaan Campa terletak kira-kira 100 li (puluhan kilometer) di sebelah barat daya kampong itu. Di kota Campapura terdapat istana sang raja. Tembok kotanya terbuat dari batu dan berpintu empat. Pintu gerbangnya dijaga ketat.
Kerajaan Champa (bahasa Vietnam: Chiêm Thành) adalah kerajaan yang pernah menguasai daerah yang sekarang termasuk Vietnam tengah dan selatan, diperkirakan antara abad ke-7 sampai dengan 1832. Sebelum Champa, terdapat kerajaan yang dinamakan Lin-Yi (Lam Ap), yang didirikan sejak 192, namun hubungan antara Lin-Yi dan Campa masih belum jelas. Komunitas masyarakat Champa, saat ini masih terdapat di Vietnam, Kamboja, Thailand, Malaysia dan Pulau Hainan (Tiongkok). Bahasa Champa termasuk dalam rumpun bahasa Austronesia.
Kerajaan Lin-Yi merupakan inti pertama negri Campa yang masuk sejarah pada akhir abad ke-2. Sumber-sumber Cina memberitakan pendiriannya sekitar tahun 192. Pembentukan kerajaan Lin-Yi pada tahun 192 didahului setengah abad sebelumnya, yakni pada tahun 137, dengan usaha penyerbuaan pertama terhadap Siang-Lin oleh segerombolan orang Bar-Bar yang kira-kira 1000 jumlahnya yang datang dari luar perbatasan Jen-Nan.
Sebelum terbentuknya Kerajaan Champa, di daerah tersebut terdapat Kerajaan Lin-Yi (Lam Ap), akan tetapi saat ini belum diketahui dengan jelas hubungan antara Lin-Yi dan Champa. Lin-Yi diperkirakan didirikan oleh Seorang pegawai peribumi yang bernama K’iu-Lien mengambil keuntungan dari merosotnya kekuasaan Dinasti Han akhirnya untuk membentuk wilayahnya dari sebagian wilayah militer Cina, kemudian menyatakan diri raja di Sianglin, wilayah yang paling selatan secara kasar dapat disamakan dengan bagian selatan yaitu di daerah kota Huế yang sekarang menjadi provinsi Vietnam: Thuathien. Mula-mula Lin-Yi, “ibu kota Lin disangka kependekan dari Siam-lin Yi, ibu kota-Siang-Lien. Tetapi akhir-akhir ini dikemukakan Menurut Stein kemungkinannya sebagai nama suku bangsa.
b. Wilayah Kekuasaan
Sebelum tahun 1471, Champa merupakan konfederasi dari 4 atau 5 kepangeranan, yang dinamakan menyerupai nama wilayah-wilayah kuno di India:
Indrapura – Kota Indrapura saat ini disebut Dong Duong, tidak jauh dari Da Nang dan Huế sekarang. Da Nang dahulu dikenal sebagai kota Singhapura, dan terletak dekat lembah My Son dimana terdapat banyak reruntuhan candi dan menara. Wilayah yang dikuasai oleh kepangeranan ini termasuk propinsi-propinsi Qung Bình, Qung Tr, dan Tha Thiên–Huế sekarang ini di Vietnam. Amaravati – Kota Amaravati menguasai daerah yang merupakan propinsi Qung Nam sekarang ini di Vietnam. Vijaya – Kota Vijaya saat ini disebut Cha Ban, yang terdapat beberapa mil di sebelah utara kota Qui Nhon di propinsi Bình Đnh di Vietnam. Selama beberapa waktu, kepangeranan Vijaya pernah menguasai sebagian besar wilayah propinsi-propinsi Quang-Nam, Quang-Ngai, Binh Dinh, dan Phu Yen. Kauthara – Kota Kauthara saat ini disebut Nha Trang, yang terdapat di propinsi Khánh Hòa sekarang ini di Vietnam. Panduranga – Kota Panduranga saat ini disebut Phan Rang, yang terdapat di propinsi Ninh Thun sekarang ini di Vietnam. Panduranga adalah daerah Champa terakhir yang ditaklukkan oleh bangsa Vietnam.
Diantara kepangeranan-kepangeranan tersebut terdapat dua kelompok atau suku: yaitu Dua dan Cau. Suku Dua terdapat di Amaravati dan Vijaya, sementara suku Cau terdapat di Kauthara dan Panduranga. Kedua suku tersebut memiliki perbedaan tata-cara, kebiasaan, dan kepentingan, yang sering menyebabkan perselisihan dan perang. Akan tetapi biasanya mereka berhasil menyelesaikan perselisihan yang ada melalui perkawinan antar suku.
  1. Kedatangan Islam Di Campa
Kedatangan Islam di Campa dibuktikan dengan adanya dua buah prasasti kufi yang di temukan di Phanrang/ pahanri (Panduranga). Dalam prasasti tersebut bertarikh 1039 M, dan yang saytu bertarikh 1035- 1039 M, ini menunjukkan bahwa orang Islam telah datang dan menetap di Campa semenjak pertengahan abad ke-10. Dalam cerita lain disebutkan bahwa telah ada hubungan antara Campa dengan Islam sekitar tahun 1000 hingga tahun 1036 M. Jadi, Raja Campa pergi ke Makkah selama kurang lebih 37 tahun kemudian kembali lagi ke Campa. Adapun mengenai siapa orang Islam pertama yang datang dan menetap di Campa, Fatimi dan Ravaise berpendapat bahwa kebanyakan orang Islam yang datang ke Campa adalah orang-orang dari Parsi. Sebagai buktinya ialah pengembaran orang-orang Cina yang bernama I-Ching yang menaiki sebuah kapal Po-see (Parsi) pada tahun 671.
Dari kedua ukiran tulisan prasasti kufi di atas dikatakan bahwa keduanya ini berasal dari Syi’ah yang di tulis oleh orang Parsi/ orang Islam Parsi, salah satu diantara keduanya yaitu bertuliskan Abu Kamil. Yang mempunyai tujuan sama seperti orang Persia dan Iraq datang ke Campa diduga untuk mencari kekayaan. Mengenai prasasti yang kedua Fatimi dan Ravaise juga berpendapat bahwa prasasti tersebut telah ditulis oleh orang Parsi juga yang bertuliskan Mahmud Ghaznawi yang pada waktu itu memerintah hampir seluruh Persia. Selain itu petunjuk lain mengenai Islam di Campa ini adalah adanya upacara-upacara Cam Bani misalnya upacara menamai bayi yang hampir semuanya rata-rata bernama Ali, Ibrahim atau Muhammad untuk bayi laki-laki dan Fatimah untuk bayi perempuan, ini menandakan pengaruh dari unsur Syiah atau Parsi. Pada masa ini juga dunia Melayu sedang mengalami Islamisasi. Jadi, Islam mulai sepenuhnya berkembang di Cam setelah mereka berhubungan dengan dunia Melayu.
Seperti yang telah dijelaskan diatas orang Islam dikawasan Panduranga memanggil diri mereka Cam Bani yang diambil dari bahasa Arab “Bani” artinya anak atau keturunan. Dan Kebanyakan para pegawai Bani ini memahami bahasa Arab dan memiliki beberapa salinan Al- Qur’an. Masjid menghadap ke Makkah dan ditutup hampir sepanjang tahun kecuali pada bulan Ramadhan. Ramadhan yang di kenal sebagai Ramadon atau bulan ok (bulan berpuasa) adalah yang diperuntukan kepada ahli-ahli agama Bani yang akan berpuasa mewakili semua komuniti. Namun mereka hanya berpuasa hanya tiga hari pertama bulan tersebut. Khutbah sembahyang Jum;at terdiri dari Syarahan (kajian) yang dipetik dari beberapa ayat Al-Qur’an, diikuti dengan jamuan makan. Meskipun Campa ini merupakan Islam dan Allah disertakan dalam imannya tetapi dalam pelaksanaannya berbeda dengan Islam. Yang didalamnya terdapat beberapa kesan tentang kepercayaan primitife Melayu-Polinesia yang bercampur aduk dengan unsur- unsur Brahmanisme. Menurut mereka meskipun beragama Islam namun tidak salah apabila melibatkan “Po Yang” (kesucian) yang dipandang tinggi oleh orang kafir. Mereka menyambut satu upacara pemujaan khas yang dipandang sebagai semangat bayi yang meninggal ketika masih bayi atau keguguran. Mereka percaya bahwa semangat ini menunggu untuk dihidupkan kembali.
  1. Islam Dan Kerajaan Campa
Islam masuk dan berkembangnya di Vietnam, khususnya Islam pada tahap awal tidak bisa dilepaskan dari kehadiran kerajaan dan etnis Campa, uraian tentang Islam di Vietnam diawali dengan uraian sejarah keberadaan Campa Kuno dan Etnis Campa.
Campa, menurut literatur Cina dari negeri bernama Lin-Yi (yang muncul pada 192 M), terletak dibagian tengah negeri Vietnam sekarang, antara Gate Of Annam (Hoanh Son) di uatara dan sungai Donnai selatan. Penduduk Lin-Yi bertutur dalam bahasa Cham dari rumpun Austronesia. Sejak awal Lin-Yi negeri yang takluk pada china dan membayar upeti kepada China. Nama “Campa” disebut dan dipakai pertama kali dalam dua buah inskkripsi bahasa sansekerta, satunya bertarikh 658 M yang ditemukan bagian tengah Vietnam. Dan satu lagi ditemukan pada 668 M di kamboja. Abad VIII merupakan puncak kerajaan Campa, yang ditandai dengan kekuasaan wilayahnya daan kemajuan peradabannya. Pada masa ini, Campa merupakan sebuah kerajaan persekutuan yang terdiri dari kerajaan negeri : Indrapura, Amarawati, Vijaya, Kauthara dan Pandurangan yang masing-masing mempunyai pemerintah yang otonom dengan ibu negara Indrapura (Quang Nam sekarang). Kerajaan Campa mempunyai hubungan dengan kerajaan-kerajaan tetangganya, dengan China dan Vietnam diuatara, Kamboja dibarat, dan Nusantara di selatan. Contoh secara teratur mengirim utusan-utusan dan mengadakan hubungan ekonomi dan keagamaan dengan China. Ajaran agama yang dianut masyarakat Campa pada abad VIII dan IX adalah buddha mahayana, yang merambah Campa melalui sami (Pendeta Buddha) yang datang dari Cina. Adapun relasinya dengan nusantara bermula ketika terjadi perompakan besar-besaran oleh orang Jawa penghujung abad VIII. Hubungan itu kemudian menjadi lebih baik dalm bentuk hubungan perdagangan dan persahabatan.
Pada abad IX, terjadi peralihan orientasi Campa dari China. Mulai jaman ini kebudayaan Campa termasuk sistem sosial keagamaan dan lain sebagainya, dipengaruhi oleh budaya India dan agama Hindu dan Budha. Pada 939 M, muncul kekuatan baru di wilayah ini, yakni Dai Viet (kemudian menjadi Vietnam). Mulai sejak itu terjadi peperangan yang berkepanjangan antara Vietnam dan Campa. Pada 982 M, Vietnam berhasil menghancurkan ibu kota Indrapuraraja Campa memindahkannya jauh ke selatan, yakni ke Vijaya (Binh Dinh sekarang). Namun pada 1044, Dai Viet (Vietnam) bahkan berhasil menduduki kota Vijaya dan membunuh rajanya..berbagai usaha pernah dilakukan raja-raja Campa untuk membalas dendam dan menyerang Vietnam yang semakin dapat memperbesar wilayahnyadan mencaplok Campa. Suatu kali kerajaan Campa pernah kembali pada masa kejayaannya, meski hanya dalam durasi singkat, yaitu ketika diperintah oleh Che Bong Nga (1360-1390), dialah yang berhasil dalam usaha mengembalikan wilayah yang dirampas Vietnam dan dalam memerintah dengan cukup adil serta berjaya memerangi para perampok.
Pada 1471, Raja Vietnam Le Thanh Tong menyerang Campa secara besar-besaran, dan menghancurkan Vijaya, membunuh lebih 40.000 penduduk, mengusir lebih dari 30.000 lainnya dari bumi Campa, bahkan lebih jauh lagi dia telah menghancurkan sisa-sisa kebudayaan Campa yang dipengaruhi Hindu/Buddha dan kemudian menggantikannya dengan kebudayaan China/Vietnam. Dengan kemenangan Le Thanh Tong 1471 itu, tamatlah riwayat kerajaan Campa belahan utara, khususnya Indrapura, Amarawati, Vijaya.
Selanjutnya yang bertahan adalah sisa-sisa kerajaan Campa belahan selatan, yaitu Kauthara dan Panduranga, yang diperintahi oleh Bo Tri Tri dan pengganti-penggantinya. Kerajaan Campa mulai menerima kebudayaan melayu serta Islam yang masuk melalui pelabuhan Panduranga dan Kauthara, dan juga meningkatkan hubungan dengan negeri-negeri di Melayu dan Nusantara. Bahkan dikabarkan bahwa raja Campa yang bernama Po Klau Halu (1579-1603) sudah memeluk Islam dan pernah mengirim tentaranya untuk membantu Sultan Johor di Semenanjung Malaka untuk berperang menentang Portugis pada 1511.
Bagaimanapun raja Ngunyen dari Vietnam menaklukan Khautara (1659) dan Panduranga (1697). Akibatnya, raja Pandurangan terakhir, Po Chei Brei terpaksa mengungsi meninggalkan negereinya bersama ribuan pengikutnya menuju Rong Damrei di Kamboja. Pada 1832 penguasa Vietnam Minh Menh melakukan pembunuhan besar-besaran terhadap sisa-sisa terakhir penduduk Campa Panduranga, dan merampas seluruh sawah ladang mereka serta memasukkan wilayah Pandurangan menjadi bagian Vietnam. Hal ini menandai lenyapnya sisa-sisa kerajaan Campa terakhir dari peta bumi untuk selamanya, walaupun kebudayaan dan etnis Campa tetap berlanjut dipengungsian yakni Kamboja.
Seperti telah diuraikan sebelumnya banyak orang Campa yang meninggalkan tanah airnya karena desakan Nan Tien atau pergerakan orang-orang Vietnam ke selatan. Untuk menyelamatkan diri mereka Hijrah ke Kamboja. Di Kamboja mereka bertemu dengan kelompok Melayu yang datang dari Nusantara. Akulturasi budaya yang terjadi karena persamaan agama dan rumpun bahasa Austronesia tersebut membentuk sebuah komunitas masyarakat baru yang di sebut Melayu-Campa atau Java-Campa.

  1. Kondisi umat Islam Vietnam Terkini
Masyrakat muslim Vietnam biasanya dibedakan menjadi dua kategori. Pertama, masyarakat muslim pendatang yang berkembang di kota – kota besar, seperti Ho Chi Minh ( dahulu Saigon ), Tay Ninh, dan An Giang, yang berbatasan dengan Kamboja. Mereka kebanyakan terdiri dari berbagai negeri dan bangsa. Kedua, masyarakat muslim Cam, yang merupakan penduduk lokal dan komunitas muslim tertua yang menepati dataran pesisir Vietnam Tengah, di Annam Lama, wilayah Thun Hai, Phan Rang, dan Nha Trang, serta juga kawasan Selatan, seperti Chau Doc dan Phan Thiet. Jumlah masyarakat muslim sekitar 1 persen dari seluruh populasi Vietnam, yakni sekitar 420.000 jiwa.
Di bawah pemerintahan komunis sejak 1975, agama memang disingkirkan menjadi kegiatan personal ( pribadi ) yang sempit dan terbatas. Hanya karena pengalaman pernah merasakan tekanan yang tiada henti dalam berbagai era pemerintahan, daya tahan spiritual masyarakat Vietnam cukup tangguh.
Setelah Vietnam memasuki era baru dan politik terbuka, umat Islam juga ikut menikmati perubahan politik tersebut: baik secara internal, dalam bentuk semakin terbukanya kegiatan keagamaan dan semakin pulihnya posisi sosial umat Islam; maupun eksternal, relasi yang dimilikinya dengan dunia internasional, khususnya hubungan dengan kelompok Cam di Kamboja dan pusat-pusat Islam Asia Tenggara, serta dana Islam Arab. Dengan dibangunnya pusat pengkajian dan pendidikan Islam dikota Ho Chi Minh dan dibukanya kantor perwakilan negara-negara sahabat yang mayoritas penduduknya muslim, suasana dikota tersebut tidak lagi mencerminkan suasana “Anti Tuhan”.
Sebbagaimana dilaporkan oleh Sedik Taouti, saat ini terdapat badan koordinasi Masjid Vietnam yang berpusat di Nam Ky Khoi Nghia 52, Phu Nhuam (Ho Chi Minh). Adapun susunan kepengurusannya : Haji Apdal Haliem (ketua), Tuan Yousouf (Wakil Ketua), Hidir Sane Houanne (sekretaris), dan Mousa Misky (Bendara).
Di Vietnam terdapat Masjid yang cukup besar, antara lain Masjid Hannoi yang cukup bersejarah, Masjid Rahim (Jalan Dung Du 66), Nam Ky Khoi Nghia, Masjid Tran Hung Dao 459, Masjid le Quang Liem, Masjid Nurul Islam, Masjid Hayatul Islam, Masjid Mubarok dan Masjid Nurul Islam (Phu Nhum).

Penutup
Letak geografis Vietnam yaitu berbatasan dengan China disebelah utara, Laos di sebelah laut barat, Kamboja di sebelah barat daya, dan Laut China Selatan di sebelah timur. Letak ini berada di kawasan Indocina. Letak astronisnya adalah 1020 – 1090 BT dan 80 – 230 LU. Luas Vietnam kurang lebih 331.688 km2.
Vietnam artinya negeri selatan. Negara ini merupakan sebuah republik sosialis dengan kepala Negara Presiden, dan kepala pemerintahannya Perdana Menteri. Ibukota Hanoi, Dalam bahasa Vietnam negara ini dikenal dengan sebutan lengkap Cong Hua Xa Hoi Chu Nghia Vietnam.
Sebelum 1954, Vietnam merupakan salah satu dari 3 negara Indo-China jajahan Perancis, di samping Laos dan Kamboja, wilayah ini uga diseut Coachin China, Annam, atau Tonkin. Wilayah Negara ini di sebelah utara berbatasan dengan wilayah China, di barat dengan Laos dan Kampuchea, dan di selatan serta timur dengan Laut China Selatan dan Teluk Tonkin.
Vietnam telah tumbuh sebagai bangsa tersendiri pada abad II SM. Bangsa Vietnam mendiami daerah-daerah bersejarah, seperti Tonkin (Utara), Annam (Tengah), dan Cochin China (Selatan). Islam masuk dan berkembangnya di Vietnam, khususnya Islam pada tahap awal tidak bisa dilepaskan dari kehadiran kerajaan dan etnis Campa.
Pada 1471, Raja Vietnam Le Thanh Tong menyerang Campa secara besar-besaran, dan menghancurkan Vijaya, membunuh lebih 40.000 penduduk, mengusir lebih dari 30.000 lainnya dari bumi Campa, bahkan lebih jauh lagi dia telah menghancurkan sisa-sisa kebudayaan Campa yang dipengaruhi Hindu/Buddha dan kemudian menggantikannya dengan kebudayaan China/Vietnam. Dengan kemenangan Le Thanh Tong 1471 itu, tamatlah riwayat kerajaan Campa belahan utara, khususnya Indrapura, Amarawati, Vijaya.


DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Taufik, dan Sharon Siddique. 1989. Tradisi dan Kebangkitan Islam di Asia Tenggara. Jakarta: LP3ES.
Ecole Francaise D’ekstreneorient, Kerajaan Campa, Jakarta: PN Balai Pustaka, 1981.
Hussein, Ismail, dkk, Tamadun Melayu, Kuala Lumpur: Dewan Pustaka dan Budaya Kementrian Pendidikan Malaysia, 1995.
Saifullah, Sejarah dan Kebudayaan islam di Asia Tenggara. Yogyakarta: Pustaka Pelajaran. 2012.

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar