Thursday, 9 June 2011

Alasan-alasan Utama Mengapa Islam Menolak Reinkarnasi




Reinkarnasi merujuk pada doktrin bahwa setelah kematian jiwa akan pindah untuk menghuni tubuh lainnya, lalu mati lagi dan pindah lagi ke tubuh lainnya, sampai tak ada alasan baginya untuk pindah lagi. Ini tidak sejalan dengan ajaran agama Islam.

Berikut alasan-alasan utama mengapa Islam menolak reinkarnasi :

  • Kepercayaan kepada Islam mensyaratkan percaya kepada hari kebangkitan kembali, dimana keadilan diberikan kepada setiap jiwa ssuia dengan pa yang mereka lalukan ketika hidup. Jika jiwa seseorang dipindahkan ke bentuk kehidupan yang berbeda, dimanakah bentuk atau kepribadian akan dibangkitkan kembali.
  • Dunia ini diciptakan untuk unian dan cobaan sehingga jiwa dapat mengambil manfaat darinya. Salah satu fokus ujian itu adalah kepercayaan kepada Yang Gaib. Menurut ajaran reinkarnasi, orang yang menjalani hidup buruk akan pindah ke bentuk kehidupan ang lebih rendah setelah kematiannya. Jika itu benar, mereka akan mengetahui konsekuensi dari bentuk kehidupan sebelumnya, dan hidup sebagai ujian kehilangan maknanya. Jika itu benar, apa makna kehidupan sebelumnya?
  • Jika setiap individu melalui lingkaran kelahiran, kematian dan kembali sampai kebahagiaan abadi (pencerahan) tercapai, janji Allah tentang pahala dan hukuman tidak ada artinya
  • Qur’an dan kitab-kitab suci lainnya menyatakan bahwa dosa-dosa akan diampuni melalui tobat yang tulus. Inti reinkarnasi adalah “memperbaiki” dosa seseorang untuk mendapatkan kelahiran yang lebih baik.
  • Lingkaran kelahiran kembali yang panjang dan melelahkan bertentangan dengan rahmat, karunia dan ampunan Tuhan.
  • Dengan pertolongan Tuhan, orang dapat naik dengan mudah dan cepat ke puncak dan bahkan lebih dihormati bahkan jika dia sepertinya sudah nasibnya msuk neraka, maka masuk neraka. Ini juga menunjukkan betapa tak perlunya doktrin jiwa “yang menaik” ke tingkat wujud yang lebih tinggi. Doktrin seperti itu [yakni reinkarnasi] malah akan memperlemah dorongan untuk ikhtiar moral.
  • Percaya bahwa Alah Yang Maha Perkasa telah menciptakan jiwa individual untuk setiap orang adalah bagian iman kepada Kemahakuasaan-Nya. Percaya bahwa hanya jumlah terbatas dari jiwa yang bermigrasi dari tubuh ke tubuh berarti mengakui proporsi yang irasional yakni bahwa Yang Maha Kuasa tidak maha kuasa. Banyaknya kehidupanm variasinya yang terbatas, dan tak adanya pengulangan bentuk sudah tampak jelas di mana-mana.
  • Jika manusia atau hewan adalah konsekuensi dari amal seseorang dari kehidupan sebelumnya, mana yang petama eksis: manusia atau binatangnya, yang lebih tingi atau yang lebih rendah ? orang yang mempercayai reinkarnasi tak dapat sepakat tentang bentuk ciptaan pertama, karena setiap generasi mengimplikasikan generasi sebelumnya.
  • Jika reinkarnasi adalah benar, kita semestinya menemukannya. Jika bentuk kehidupan yang lebih rendah adalah hukuman untuk amal jahat tertentu dalam kehidupan sebelumnya, maka kebaikan dalam kehidupan itu juga harus dibawa. Dengan kata lain, beberapa bagian dari kehidupan sebelumnya daari seseorang mestinya masih ada di dalam kehidupan berikutnya.

M. Fethullah Gulen.Memadukan Akal dan Kalbu dalam Beriman.Murai kencana.Jakarta: 2002.

Reactions:

0 comments:

Post a Comment