Saturday, 18 June 2011

Misteri Kejeniusan ala Einstein



Kejeniusan adalah berfikir dalam cara yang yang belum pernah dilakukan orang. Meski tampaknya di dunia ini tidak ada yang baru, banyak sekali sebetulnya yang belum ditemukan, diciptakan, digali atau diperdalam orang.

Orang jenius mampu melihat sesuatu yang luput dari penglihatan orang lain. Mereka melihat kemungkinan diantara ketidakmungkinan.

Banyak orang jenius mampu menyederhanakan hal yang rumit, mengenali yang tidak dikenal. Mampu memahami yang tidak dipahami, mengetahi secara lengkap smentara orang lain hanya sebagian. Mampu meninjau ide lama dan segar. Menciptakan dan mengadaptasikan konsep. Mengoptimalkan kemampuan dan pengalaman.

Seorang jenius dengan intuisinya mampu melihat apa yang ada dibalik sesuatu. Jenius ilmu pasti dan matematika mampu memperlihatkan fakta alam yang tidak kasat mata, seperti cahaya, gravitasi, listrik dan fenomena lainnya. Jenius dibidang musik, sastra dan komedi mampu menguasai hal yang sepertinya abstrak dan tidak terjangkau kebanyakan orang.

Lebih jauh lagi, orang jenius mampu mencapai penemuan ini hanya dalam sepersekian waktu yang biasa dibutuhkan orang untuk memahami hal baru. Kuncinya ialah mampu menangkap intisari dari hal-hal yang ditangkap dan disentuh. Maka, intuisi dan pengetahuan pribadi menjadi andalanna.

Orang yang jenius bukan saja mampu menangkap informasi-informasi yang masuk dalam kecepatan tinggi. Mereka juga mampu menjabarkan dalam cara baru dan secara produktif.

Seorang jenius dalam metode kerjanya menggambarkan aksi pemahaman dan kontak dengan informasi adalah Ramon Y Cajal, pemenang Nobel bidang Fisiologi. Cajal adalah seorang ahli neuroanatomi terbaik di abad ini. Dia “mengenal” anatomi otak manusia seperti Babe Ruth “mengenal” bisbol.

Todd Siler, Ph.D.Berfikir ala Einstein.Kaifa.Bandung:2001.

Reactions:

0 comments:

Post a Comment