Thursday, 2 June 2011

Teori Asal-Usul Agama : Teori Masa Krisis dan Teori Kekuatan Luar Biasa

Teori Masa Krisis

Teori ini berasal antara lain dari M. Crawley dalam bukunya Tree of Life (1905), juga A. Van Gennep dalam bukunya Rites de Passages. Menurut kedua sarjana ini, manusia mengalami banyak krisis yang menjadi objek perhatiannya dan sering menakutkan dalam hidupnya. Betapapun bahagianya orang, namun ia harus ingat akan timbulnya krisis itu, terutama yang berupa bencana sakit dan mati, yang tidak dapat dikuasainya dengan segala kepandaian, kekuasaan, atau harta yang dimilikinya.

Dalam jangka waktu hidup manusia, ada suatu masa dimana kemungkinan sakit dan mati sangat besar terjadi, misalnya pada masa kanak-kanak, masa peralihan dari masa pemuda ke dewasa, masa kehamilan, masa kelahiran dan lain sebagainya. Dalam menghadapi masa krisis itu manusia perlu melakukan perbuatan untuk memperteguh iman dan memperkuat dirinya. Perbuatan-perbuatan serupa itu, yang berwujud upacara-upacara yang dilakukan pada masa krisis-krisis tadi, merupakan bentuk agama manusia.


Teori Kekuatan Luar Biasa

Teori ini terutama dikemukakan oleh seorang antropolog dari Inggris R.R Marett, dalam bukunya The Threshold of Religion (1909). Ia mengecam teori jiwa yang dimajukan oleh Tylor, yang dikenal dengan animisme. Manurut Marett, kesadaran akan adanya jiwa sehingga meningkat pada makhluk halus aadlah terlampau kompleks bagi manusia primitif. Karena itu Marett mengajukan pandangannya yang baru, yaitu bahwa pangkal dari segala kekuatan agama adalah timbul karena adanya suatu perasaan rendah menghadapi gejala-gejala dan peristiwa-peristiwa alam yang dianggap sebagai hal-hal yang luar biasa dalam kehidupan manusia. Alam tepat gejala-gejala dan peristiwa-peristiwa itu berasal, yang dianggap manusia sebagai tempat adanya kekuatan-kekuatan yang melebihi kekuatan-kekuatan yang telah dikenal manusia dalam alam sekelilingnya, disebut dengan The Supernatural. Gejala-gejala dan peristiwa-peristiwa yang luar biasa itu dianggap akibat dari suatu kekuatan supernatural atau kekuatan sakti.

Kepercayaan terhadap suatu kekuatan sakti di balik gejala-gejala dan peristiwa-peristiwa alam yang luar biasa itu merupakan suatu bentuk kepercayaan yang ada pada manusia sebelum ia percaya kepada makhluk halus atau ruh yang oleh Tylor disebut animisme. Inilah sebabya bentuk religi semacam ini disebut oleh Marett dengan Praenimisme.

Romdhon, A. Singgih Basuki dkk.Agama-Agama Di Dunia.IAIN Sunan Kalijaga Press. Yogyakarta.

Reactions:

0 comments:

Post a Comment